Valentino Rossi Desak Ducati Lebih Total Dukung Francesco Bagnaia dalam Perburuan Gelar MotoGP

Valentino Rossi berharap Ducati bisa berbuat lebih banyak untuk Francesco Bagnaia dalam pertarungan MotoGP musim ini.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Mei 2026, 14:15 WIB
Mantan pembalap MotoGP, Valentino Rossi, pada peluncuran livery Pertamina Enduro VR46 Racing di MotoGP Indonesia 2025, Selasa (30/9/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Legenda MotoGP, Valentino Rossi, meminta Ducati menunjukkan komitmen lebih besar untuk membantu Francesco Bagnaia keluar dari periode sulitnya di MotoGP.

Menurut Rossi, Bagnaia sudah memberikan seluruh kemampuannya demi kembali bersaing di barisan depan.

Advertisement

Namun, ia merasa keseriusan Ducati belum sepenuhnya sebanding dengan usaha pembalap berjuluk Pecco tersebut.

Bagnaia sempat menjadi pembalap paling dominan dalam jajaran Ducati. Akan tetapi, sejak awal musim 2025, performanya mulai tidak stabil.

Kendati beberapa kali masih mampu menunjukkan kecepatan dan meraih kemenangan, juara dunia MotoGP dua kali itu belum benar-benar menemukan kembali konsistensinya.

Situasi tersebut memicu ketegangan dalam hubungan Bagnaia dan Ducati sepanjang musim lalu.

Pabrikan asal Italia itu bahkan sudah mengambil keputusan untuk mengganti Bagnaia pada 2027 dengan mendatangkan Pedro Acosta dari KTM sebagai tandem baru Marc Marquez.


Dorongan buat Ducati

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Dalam wawancara bersama Sky Italia, Rossi mengatakan Bagnaia masih bekerja keras demi menyelamatkan musim terakhirnya bersama Ducati.

"Pecco punya sikap yang sangat bagus tahun ini. Kami sering berlatih bersama dan dia benar-benar memberikan segalanya," kata Rossi.

"Dia sangat ingin kembali menang bersama Ducati dan itu mentalitas yang tepat. Hasilnya sebenarnya terlihat di Le Mans. Dia meraih pole position, meski sayangnya membuat kesalahan saat start di kedua balapan. Selain itu, dia sebenarnya bisa memenangkan keduanya."

"Dia finis kedua di Sprint Race, lalu pada balapan utama dia terjatuh karena masalah rem," lanjut Rossi.


Masukan Rossi

Bos tim VR46, Valentino Rossi. (Jure Makovec / AFP)

Rossi menilai peluang Bagnaia untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar masih terbuka karena musim masih panjang. Namun, ia berharap Ducati juga memiliki tekad yang sama besar.

"Musim masih panjang dan kemungkinan besar Pecco tidak akan bersama Ducati musim depan. Namun, saya ingin melihat Ducati menunjukkan komitmen sebesar yang dilakukan Pecco untuk kembali ke depan," ujar pria pemegang sembilan gelar juara dunia itu.

"Saya melihat setelah berbagai kejadian musim lalu, hubungan di antara mereka menjadi jauh lebih dingin. Tetapi, Pecco sudah memberikan segalanya dan saya berharap semua orang di Ducati juga melakukan hal yang sama karena peluang untuk kembali menang jelas masih ada," imbuh mantan rider Yamaha tersebut.


Status Anak Emas Tergeser?

Pembalap Italia dari Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menikung saat sesi latihan pertama menjelang Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 8 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Bagnaia merupakan pembalap tersukses Ducati di MotoGP. Ia sudah mempersembahkan dua gelar juara dunia dan mengoleksi 31 kemenangan grand prix bersama Desmosedici.

Namun, statusnya sebagai anak emas Ducati mulai tergeser sejak Marquez datang dari tim Gresini Racing musim lalu dan langsung merebut gelar juara dunia.

Cedera yang dialami Marquez sepanjang musim 2026 membuat Ducati kembali menggantungkan harapan kepada Bagnaia.

Situasi itu makin krusial karena Ducati sedang menghadapi tekanan besar dari Aprilia, yang kini menjadi kekuatan baru di MotoGP.


Bagnaia Membantah

Pecco Bagnaia pada balapan MotoGP Austria 2025. (ERWIN SCHERIAU / APA / AFP)

Meski begitu, Bagnaia menepis anggapan Rossi soal kurangnya dukungan Ducati. Ia menegaskan tim pabrikan asal Bologna itu tetap bekerja keras mencari solusi atas masalah yang dialaminya.

"Apa yang dikatakan Vale hanyalah asumsi," ujar Bagnaia.

"Dia melihat apa yang saya lakukan di rumah, tetapi dia tidak melihat apa yang dilakukan Ducati."

"Kami semua bekerja keras. Memang jelas setelah musim lalu yang penuh kesulitan besar, kami sedang mencoba menemukan kembali keseimbangan."

"Ini tidak mudah karena kami masih belum menemukan setelan dasar motor ini, berbeda dengan Fabio Di Giannantonio. Karena itu kami mencoba semua kemungkinan untuk menemukannya," jelas Bagnaia.

"Kami membuat langkah kecil, mungkin sedikit terlambat, tetapi kami mulai menuju ke sana. Bagaimanapun, saya merasakan komitmen Ducati di belakang saya," tambah pembalap berusia 29 tahun itu.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait