Haji Umuh: Pemain Persib Trauma usai Konvoi Juara! HP Hilang, Ada yang Luka Kena Cakar

Perayaan hattrick juara Liga 1 Persib Bandung tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 25 Mei 2026, 15:45 WIB
Tim dan ofisial Persib Bandung menyapa warga saat konvoi juara BRI Super League 2025/2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Bandung - Perayaan hattrick juara Liga 1 Persib Bandung tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana. Skuad Maung Bandung batal menghadiri acara syukuran yang digelar di kediaman manajer Umuh Muchtar setelah para pemain masih dibayangi trauma pascakonvoi gelar juara beberapa hari sebelumnya di Bandung.

Umuh Muchtar mengungkapkan bahwa rencana awalnya sederhana: para pemain makan bersama di kediamannya, lalu langsung menuju lapangan. Namun rencana itu buyar begitu kondisi psikologis para pemain menjadi pertimbangan utama. Pengalaman buruk saat konvoi rupanya meninggalkan bekas yang cukup dalam bagi sebagian besar anggota skuad.

Advertisement

Umuh sendiri mengaku menyaksikan langsung dampak kejadian tersebut terhadap para pemainnya. Sejumlah pemain dilaporkan mengalami luka fisik, kehilangan barang berharga, hingga mengalami ketakutan yang belum sepenuhnya pulih saat acara syukuran digelar.

Demi menghormati kondisi para pemain, Umuh memilih tidak memaksakan kehadiran mereka. Ia mengaku mengikuti apa yang terbaik bagi skuadnya, meski itu berarti acara syukuran harus berlangsung tanpa kehadiran penuh para pemain Persib.

 


Pemain Alami Luka dan Kehilangan Barang saat Konvoi

Para pemain Persib Bandung ketika mengikuti konvoi juara, Minggu (25/5/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Umuh Muchtar membeberkan sejumlah insiden yang dialami para pemain selama konvoi berlangsung. Dari kehilangan ponsel hingga luka fisik akibat kerumunan massa yang tidak terkendali, pengalaman itu jelas bukan sesuatu yang mudah dilupakan begitu saja.

"Ada yang kehilangan hp, ada yang banyak luka. Saya lihat sendiri, ada yang di jengkol begini, ada ibu-ibu atau perempuan yang memegang-megang sampai berdarah, ada yang kena cakaran-cakaran. Nah ini yang salah," ujar Umuh.

Umuh menegaskan bahwa antusiasme pendukung sejatinya bisa dipahami, namun situasi yang tidak terkendali itulah yang menjadi masalah. Akibatnya, para pemain merasa tidak aman dan memilih untuk tidak hadir ke acara yang sudah dipersiapkan.

"Jadi mereka ketakutan. Padahal sepertinya di sini bisa aman, tapi saya ikuti saja apa yang terbaik buat mereka. Jadi setelah makan mereka kembali, tidak bisa mengikuti ke sini karena trauma dengan kejadian kemarin," kata Umuh.


Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Berita Terkait