Keputusan ILeague Menghapus Kuota Pemain U-22 di Super League 2026/2027 Dinilai Sangat Tepat

ILeague selalu operator kompetisi sepak bola profesional telah memutuskan akan menghapus kuota pemain U-22 di BRI Super League 2026/2027.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 27 Mei 2026, 14:00 WIB
Dony Tri Pamungkas dengan trofi pemain muda terbaik BRI Super League 2025/2026. (Dok. I.League)

Bola.com, Kediri - ILeague selalu operator kompetisi sepak bola profesional telah memutuskan akan menghapus kuota pemain U-22 di BRI Super League 2026/2027.

Seperti biasa tiap kebijakan baru selalu memunculkan pro dan kontra. Namun bagi Toni Ho keputusan ILeague tersebut sudah benar.

Advertisement

"Seharusnya kompetisi profesional memang tak perlu ada proteksi atau pengecualian untuk usia pemain. Karena ini tim senior, pemain muda pun sudah bukan junior lagi kalau mereka masuk level itu," katanya.

Menurut pengamat sepak bola senior asal Makassar ini pemain U-22 bukan masuk kategori junior lagi. "Sebenarnya batas pemain muda itu di usia 17 tahun. Tapi jika si pemain punya skill di atas rata-rata, dia bisa masuk ke tim senior. Contohnya Lamine Yamal di tim Barcelona," jelasnya.

Mantan pelatih PSM dan Persipura ini menjelaskan ILeague telah memberi wadah kompetisi kelompok umur di EPA. "Nah, di EPA itulah tempat penempaan pemain muda. Kan semua klub Super League ikut di kompetisi itu. Jika ada pemain muda yang layak promosi ke tim senior tinggal diambil saja," ujarnya.

 

 

 

 

 


Kembalikan ke Tim Peserta

Pemain Persita Tangerang, Esal Sahrul salah satu pemain U-22 yang bermain dengan menit bermain banyak di BRI Super League 2025/2026. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Berikutnya, lanjut Toni Ho, terserah klub-klub Super League, apakah mereka tetap memakai pemain U-22 atau tidak dalam skuat mereka.

"Karena regulasi usia pemain bebas, klub sendiri yang tahu kebutuhan tim. Jika musim depan tetap memberdayakan pemain muda, maka risiko harus ditanggung sendiri. Jadi saya kira regulasi baru ini bukan untuk mematikan karir pemain muda," sebutnya.

Dengan persaingan yang makin ketat, menurut Toni Ho malah membuat atmosfer makin bagus. "Bila pemain muda ingin masuk tim senior, mereka harus berlatih keras dan meningkatkan skill-nya. Persaingan sepak bola profesional memang keras. Yang terbaik yang berhak tampil di level tertinggi," tuturnya. 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait