Bola.com, Jakarta - Marco Bezzecchi menempatkan kemenangan di MotoGP Italia 2026 sebagai satu di antara momen paling emosional sepanjang kariernya.
Pembalap Aprilia itu bahkan menyebut keberhasilannya di Mugello sejajar kemenangan perdananya di kelas MotoGP.
Bezzecchi tampil dominan pada balapan utama, Minggu (31-5-2026). Setelah mengejar dan melewati pemimpin lomba Francesco Bagnaia, ia terus memperlebar jarak dari rekan setimnya, Jorge Martin, hingga menyentuh garis finis dengan keunggulan 3,5 detik.
Kemenangan tersebut menjadi yang keempat bagi Bezzecchi musim ini sekaligus yang pertama sejak MotoGP Amerika Serikat di Austin, Maret lalu.
Hasil itu juga memperkukuh posisinya di puncak persaingan gelar setelah kini unggul 17 poin atas Martin dalam klasemen sementara.
Lebih dari Sekadar Poin
Lebih dari sekadar tambahan poin, kemenangan di Mugello memiliki arti khusus bagi pembalap asal Italia tersebut. Sepanjang kariernya, ia belum pernah meraih kemenangan besar di hadapan publik sendiri.
Sebelum akhir pekan ini, pencapaian terbaiknya di Mugello maupun Misano, di semua kelas grand prix, hanya finis di posisi kedua.
Saat ditanya apakah kemenangan di Mugello termasuk yang terbaik dalam kariernya di MotoGP, Bezzecchi tidak ragu memberikan jawabannya.
"Dari sisi emosi, mungkin kemenangan ini sangat mirip dengan kemenangan pertama saya di MotoGP," kata Bezzecchi.
"Saya memang belum memiliki banyak kemenangan, tetapi setiap kemenangan selalu memiliki arti besar bagi saya. Jadi, yang pertama (Argentina 2023) tetap yang pertama. Yang kedua adalah Mugello, dengan tingkat emosi yang sama seperti kemenangan pertama. Lalu, mungkin kemenangan di Brasil musim ini ada di urutan ketiga," tuturnya.
Mimpi Masa Kecil Akhirnya Terwujud
Bezzecchi tampak larut dalam emosi saat menjalani putaran pendinginan setelah balapan. Di hadapan tribune Mugello yang dipenuhi penonton, pembalap berusia 27 tahun itu merayakan kemenangan yang telah lama diimpikannya.
Sepanjang akhir pekan, ia juga mendapat dukungan langsung dari keluarganya.
Pemimpin klasemen Formula 1 musim ini, Kimi Antonelli, yang juga berasal dari Italia, turut hadir memberikan dukungan.
"Saya sangat bahagia," ujar Bezzecchi.
"Ini adalah mimpi yang saya miliki sejak kecil. Dulu saya datang ke sini bersama ibu, ayah, dan saudara perempuan saya untuk menonton balapan," ungkapnya.
"Setiap tahun saya melihat pembalap lain menang atau naik podium di Mugello, sementara saya tidak pernah berada di sana. Saya selalu berkata kepada diri sendiri, 'Saya sangat ingin berada di sana, bagaimana caranya?'"
"Saya hanya berusaha bekerja sebaik mungkin dan akhirnya, syukurlah, mimpi itu menjadi kenyataan," ucap Bezzecchi.
Tekanan Besar dari Publik Italia
Bezzecchi juga mengakui dirinya sudah memikirkan peluang menang sejak awal pekan balapan. Performa kuat Aprilia pada awal musim membuat banyak pihak menjagokannya sebagai kandidat utama juara di Mugello.
"Sejak Kamis saya sudah memikirkan hal itu, tetapi saya tidak ingin terlalu memikirkannya karena itu bisa membuat Anda terobsesi," kata Bezzecchi.
Menurutnya, tekanan yang datang dari publik Italia terasa jauh lebih besar dibanding biasanya.
"Ini akhir pekan yang sulit karena tekanannya sangat besar. Para penggemar luar biasa, tetapi tanggung jawab yang saya rasakan juga sangat besar."
"Semua orang mengatakan kepada saya, 'Anda harus menang, ayo, Anda harus menang, kami datang ke sini untuk mendukung Anda'. Itu tidak mudah," katanya.
"Untuk pertama kalinya saya benar-benar merasakan tekanan dari situasi seperti ini. Namun, pada saat yang sama, dukungan itu juga memberi energi tambahan karena saya melihat betapa luar biasanya cara mereka mendukung saya," imbuh rider kelahiran 12 November 1998 itu.
Sumber: Motorsport