Curahan Hati Gabriel setelah Penaltinya Melambung di Final Liga Champions: Rasanya Menyakitkan

Gabriel Magalhaes akhirnya buka suara setelah eksekusi penaltinya di final Liga Champions gagal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Juni 2026, 18:45 WIB
Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, gagal melakukan tugasnya sebagai eksekutor kelima dalam drama adu penalti melawan Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2025/2026, Sabtu (30/5/2026). Kegagalan itu memastikan PSG back to back juara Liga Champions. (Odd ANDERSEN / AFP)

Bola.com, Jakarta - Gabriel Magalhaes akhirnya menyampaikan pesan kepada pendukung Arsenal setelah menjadi sosok yang berada di balik momen paling menyakitkan bagi Meriam London pada final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG).

Bek asal Brasil itu menjadi penendang kelima Arsenal dalam adu penalti di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30-5-2026). Saat itu skor masih imbang dan Arsenal wajib mencetak gol untuk menjaga peluang tetap hidup.

Advertisement

Namun, tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang dan memastikan PSG mempertahankan gelar Liga Champions setelah menang dalam adu penalti.

Kegagalan tersebut sekaligus memupus harapan Arsenal meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Kekalahan itu juga membangkitkan kembali kenangan pahit saat The Gunners takluk 1-2 dari Barcelona pada final Liga Champions, dua dekade lalu.


Sempat Berada di Jalur yang Tepat

Tendangan penalti pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, melambung di atas mistar gawang kiper PSG, Matvey Safonov, pada final Liga Champions di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AP Photo/Petr Josek)

Arsenal sebenarnya mengawali pertandingan sesuai rencana. Kai Havertz membawa tim asuhan Mikel Arteta unggul cepat pada menit keenam. Serangan balik yang diselesaikan dengan tembakan keras sang penyerang membuat ribuan pendukung Arsenal di Budapest bersorak gembira.

Sepanjang satu jam pertama pertandingan, Arsenal tampil disiplin, terorganisasi, dan berbahaya saat menyerang balik, ciri permainan yang selama ini menjadi identitas tim racikan Arteta.

Namun, juara bertahan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-65.

Ousmane Dembele mencetak gol dari titik penalti setelah Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia di kotak terlarang.

Kekecewaan Arsenal makin besar saat babak tambahan waktu berlangsung. Mereka merasa seharusnya mendapat penalti setelah Noni Madueke dianggap dilanggar Nuno Mendes. Namun, wasit Daniel Siebert memutuskan untuk melanjutkan permainan.

Lantaran tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir, pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Eberechi Eze menjadi penendang Arsenal pertama yang gagal. Harapan sempat kembali muncul ketika David Raya menggagalkan eksekusi Mendes. Namun, peluang itu lenyap ketika tendangan Gabriel meluncur tinggi ke langit Budapest.

Saat bola melewati mistar, perjalanan Arsenal pun berakhir.


Kata-Kata Menyentuh Gabriel

Pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, tak mampu menutupi kekecewaan setelah gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan yang berujung pada kekalahan The Gunners dari PSG pada final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AP Photo/Andreea Alexandru)

Kendati masih dibayangi kekecewaan, para pemain Arsenal tetap memiliki satu agenda penting sehari setelah final, yakni parade juara Liga Inggris.

Momentum itulah yang dipilih Gabriel untuk memecah kebisuannya melalui akun Instagram pribadi.

"Rasanya menyakitkan, tetapi saya bangga terhadap tim ini dan semua yang kami capai bersama sepanjang musim," ucap pemain asal Brasil itu.

"Terima kasih kepada para suporter luar biasa yang selalu mendukung kami di setiap langkah. Kalian pantas merayakan perjalanan ini bersama kami dan menikmati parade hari ini," lanjutnya.

"Sampai jumpa musim depan!!! Salam sayang, Big Gabi."

Pesan tersebut mendapat respons positif dari pendukung Arsenal. Gabriel tidak menutupi rasa kecewanya, tetapi juga tidak larut dalam penyesalan.

Ia mengingatkan bahwa di balik kegagalan di Budapest, Arsenal baru saja mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjuarai Liga Inggris dan berhasil mencapai final Liga Champions untuk kedua kalinya dalam sejarah klub.


Pilar Penting di Era Arteta

Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes merayakan gol ke gawang Atletico Madrid di Liga Champions 2025-2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Sepanjang musim, Gabriel menjadi satu di antara fondasi utama pertahanan Arsenal. Kontribusinya di lini belakang merupakan bagian penting dari perkembangan tim yang dibangun Arteta dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusannya maju sebagai penendang kelima juga menunjukkan keberanian mengambil tanggung jawab dalam situasi dengan tekanan luar biasa besar.

Hasil akhirnya memang tidak sesuai harapan, tetapi langkah tersebut menggambarkan karakter yang dimiliki bek berusia 28 tahun itu.

Kekecewaan akibat kalah di final tidak menghapus pencapaian Arsenal sepanjang musim ini.

Perjalanan mereka di Liga Champions berjalan impresif sejak League Phase. Arsenal menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan dan hanya kebobolan empat gol.

Performa tersebut berlanjut di fase gugur. Bayer Leverkusen, Sporting Lisbon, dan Atletico Madrid berhasil disingkirkan tanpa Arsenal menelan satu kekalahan pun.

Karena itu, kalah melalui adu penalti di partai final setelah sempat unggul dan merasa dirugikan oleh keputusan wasit pada babak tambahan waktu menjadi satu di antara paling menyakitkan untuk mengakhiri musim.

Meski begitu, skuad Arsenal saat ini masih berusia relatif muda dan dipenuhi pemain yang memiliki ambisi besar.

Budapest memang meninggalkan luka. Namun, bagi Arsenal, itu tidak harus menjadi akhir dari cerita.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait