Marquinhos Ungkap Isi Percakapannya dengan Gabriel usai Penalti Gagal di Final Liga Champions

Di tengah euforia para pemain PSG yang merayakan keberhasilan mempertahankan trofi Liga Champions, kapten tim Marquinhos justru melakukan sesuatu yang berbeda. Bek asal Brasil itu terlihat menghampiri Gabriel yang tampak terpukul setelah kegagalan penaltinya.

Bola.com, Jakarta - Paris Saint-Germain kembali menorehkan sejarah di pentas sepak bola Eropa. Les Parisiens sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah menundukkan Arsenal melalui adu penalti dramatis dengan skor 4-3 pada partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest.

Laga berlangsung sengit sejak menit pertama. Arsenal sempat unggul lebih dahulu lewat Kai Havertz, sebelum PSG menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele yang menaklukkan David Raya pada babak kedua.

Kedua tim terus saling menekan hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir dengan skor 1-1. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti yang akhirnya menghadirkan drama emosional bagi kedua kubu.

Momen paling menyakitkan bagi Arsenal terjadi saat Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo terakhir. Tendangan kaki kirinya melambung di atas mistar dan memastikan PSG keluar sebagai juara Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Marquinhos Pilih Menghibur Gabriel

Di tengah euforia para pemain PSG yang merayakan keberhasilan mempertahankan trofi Liga Champions, kapten tim Marquinhos justru melakukan sesuatu yang berbeda.

Bek asal Brasil itu terlihat menghampiri Gabriel yang tampak terpukul setelah kegagalan penaltinya. Keduanya berpelukan di tengah lapangan, sementara para pemain PSG lainnya masih larut dalam selebrasi kemenangan.

Momen tersebut langsung menarik perhatian publik. Banyak yang penasaran dengan apa yang diucapkan Marquinhos kepada rekan senegaranya itu di tengah situasi yang begitu emosional.

Belakangan, Marquinhos akhirnya mengungkapkan isi percakapan singkat tersebut dan alasan mengapa dirinya merasa perlu mendatangi Gabriel sesaat setelah pertandingan berakhir.

 

Teringat Luka Piala Dunia 2022

Menurut Marquinhos, kegagalan Gabriel langsung membawanya kembali pada salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya bersama Timnas Brasil.

Ia mengaku teringat saat gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan melawan Kroasia pada perempat final Piala Dunia 2022. Kekalahan itu membuat Brasil tersingkir lebih cepat dari turnamen yang sangat mereka impikan.

"Begitu dia gagal mengeksekusi penalti, saya langsung teringat bagaimana perasaan saya ketika gagal melawan Kroasia yang membuat kami tersingkir dari Piala Dunia terakhir," ujar Marquinhos.

Bek berusia 32 tahun tersebut memahami betul beban mental yang harus ditanggung seorang pemain setelah melakukan kesalahan dalam momen sepenting itu.

"Itu adalah momen yang sangat sulit baginya, sebuah tanggung jawab yang besar. Saya pernah mengalaminya sendiri dan tahu betapa beratnya ketika hal seperti itu terjadi kepada seorang pemain."

 

Berusaha Meringankan Beban Rekannya

Marquinhos menjelaskan bahwa dirinya sengaja menyisihkan beberapa menit dari perayaan gelar juara untuk memberikan dukungan kepada Gabriel.

Ia tidak ingin bek Arsenal itu harus menanggung seluruh kesedihan seorang diri setelah kegagalan yang berujung pada hilangnya kesempatan meraih gelar Liga Champions.

"Anda harus sangat kuat untuk bisa bangkit dari momen seperti itu, dan saya tahu betapa sulitnya."

"Gabriel benar-benar ingin memenangkan gelar ini dan merasakan semua tekanan itu. Dia tahu jika gagal, maka mimpi tersebut akan hilang dan kami yang akan menjadi juara."

Karena alasan itulah, Marquinhos memilih mendekatinya sebelum kembali merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya.

"Saya hanya ingin meluangkan beberapa menit dari perayaan saya untuk dirinya, memeluknya dan mendoakan yang terbaik untuknya."

 

Pesan Khusus Jelang Piala Dunia 2026

Dalam pelukannya, Marquinhos memberikan pesan yang sangat sederhana namun penuh makna kepada Gabriel.

Ia mengingatkan bahwa kegagalan tersebut bukanlah akhir dari segalanya dan seorang pemain hebat harus mampu bangkit dari momen terburuk dalam kariernya.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa saya pernah melalui momen seperti itu dan tahu betapa sulitnya, tetapi dia bisa bangkit kembali."

"Gabriel menjalani musim yang luar biasa bersama Arsenal. Dia membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu bek terbaik di dunia dan menunjukkan kepada semua orang bahwa dia pemain hebat."

Marquinhos juga merasa Gabriel tidak layak dijadikan kambing hitam atas kekalahan Arsenal di final.

"Dia tidak pantas memikul seluruh beban dari kekalahan itu di pundaknya."

Selain itu, Marquinhos mengungkapkan alasan lain yang membuat dirinya begitu peduli terhadap kondisi mental Gabriel. Keduanya akan kembali bertemu di pemusatan latihan Timnas Brasil untuk persiapan Piala Dunia 2026.

"Dan di Timnas Brasil, kami membutuhkan dirinya untuk Piala Dunia. Saya hanya ingin memeluknya, menunjukkan bahwa dia sangat dihargai oleh kami dan memberi selamat atas semua yang telah dia lakukan musim ini."

 

Video Populer

Foto Populer