Francesco Bagnaia Berharap Podium Mugello Jadi Akhir dari Mimpi Buruknya di MotoGP

Francesco Bagnaia berharap podium di Mugello jadi titik balik setelah masa sulit di MotoGP.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Juni 2026, 13:45 WIB
Pembalap MotoGP Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (bawah), diikuti oleh pembalap MotoGP Spanyol dari tim Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, dan pembalap MotoGP Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengikuti sesi Kualifikasi untuk Grand Prix MotoGP Italia di sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 30 Mei 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Francesco Bagnaia berharap finis podium pada Grand Prix Italia di Mugello lalu menjadi awal kebangkitannya setelah menjalani periode yang sulit dalam dua musim terakhir MotoGP.

Rider Ducati Lenovo itu menampilkan satu di antara performa terbaiknya sepanjang musim 2026.

Advertisement

Memulai balapan dari posisi keenam, Bagnaia sempat memimpin jalannya lomba pada paruh pertama sebelum akhirnya mengakhiri balapan di posisi ketiga, di belakang dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.

Hasil tersebut memiliki arti penting bagi Bagnaia. Untuk pertama kalinya musim ini, juara dunia dua kali MotoGP itu naik podium pada balapan utama hari Minggu.

Sebelumnya, ia tercatat finis ketiga di Barcelona, tetapi posisi tersebut baru didapat setelah Joan Mir dijatuhi penalti pelanggaran tekanan ban beberapa jam setelah balapan berakhir.

Sejak awal musim 2025, Bagnaia kesulitan menemukan konsistensi performa. Sejumlah kemenangan dan podium yang sempat diraih belum mampu menutupi rangkaian hasil yang berada di bawah standar yang biasa ia tampilkan.


Perkembangan Mulai Terlihat

Pembalap Aprilia Racing asal Italia, Marco Bezzecchi (kiri), memimpin pembalap Ducati Lenovo Team asal Italia, Francesco Bagnaia (kanan), selama balapan Sprint Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 9 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Meski begitu, perkembangan mulai terlihat. Dalam lima seri terakhir musim 2026, Bagnaia selalu mampu finis di tiga besar, baik pada balapan sprint maupun balapan utama.

Ketika ditanya apakah akhir pekan di Mugello menandai berakhirnya "mimpi buruk panjang" yang dialaminya di MotoGP, pembalap asal Italia itu berharap jawabannya adalah ya.

"Saya sangat berharap memang seperti itu," kata Bagnaia.

"Sejak awal musim, kami mulai bekerja dengan pola pikir yang berbeda. Saya memberikan segalanya di rumah, dalam setiap sesi latihan, untuk kembali mencapai level yang pernah kami miliki."

"Motor kami bekerja dengan cara yang berbeda dibandingkan sebelumnya, dan kami sedang berusaha mengaturnya agar saya bisa tampil 100 persen sebagai diri saya sendiri. Sekarang kami mulai mencapai level tersebut," tuturnya.

Bagnaia mengakui karakteristik Sirkuit Mugello selalu cocok dengan gaya balapnya. Namun, ia merasa hasil kali ini bisa menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh.

"Memang benar, Grand Prix ini selalu sangat baik bagi saya karena karakter lintasannya sangat sesuai dengan gaya balap saya. Namun, hasil seperti ini bisa menjadi titik awal," ujar pembalap kelahir Turin, Italia, 29 tahun silam itu.

"Jika kami terus melangkah seperti ini, saya janji kami akan kembali ke sana dan kembali bersaing untuk meraih kemenangan," imbuhnya.


Bangkit Setahap demi Setahap

Pembalap MotoGP Italia dari Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mendengarkan seorang mekanik selama sesi latihan menjelang Grand Prix MotoGP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 15 November 2025. (Jose Jordan/AFP)

Alih-alih mencari solusi instan, Bagnaia memilih pendekatan bertahap bersama Ducati untuk mengembalikan performanya ke level teratas.

Menurutnya, beberapa kemajuan sudah mulai terlihat, meski masih ada masalah teknis yang perlu diselesaikan sebelum ia benar-benar mampu bertarung memperebutkan kemenangan secara konsisten.

"Cukup jelas bahwa kami sedang kesulitan," ujar Bagnaia.

"Kami kehilangan cengkeraman ban belakang, bahkan dibandingkan Ducati lainnya. Karena itu kami mencoba mencari pendekatan yang berbeda."

"Dalam dua musim terakhir, motor saya mulai memiliki keseimbangan yang berbeda. Sekarang kami berusaha mengembalikan keseimbangan tersebut ke posisi yang paling saya sukai, dan hasilnya mulai terlihat," imbuhnya.

"Kami terus bergerak maju sedikit demi sedikit. Selangkah demi selangkah. Kami sedang menuju ke sana, dan saya sangat yakin suatu saat nanti kami akan kembali bertarung bersama mereka," lanjut Bagnaia.


Masalah Utama Ada pada Ban Belakang

Pembalap Italia dari Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menikung saat sesi latihan pertama menjelang Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 8 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Saat diminta menjelaskan aspek yang paling menghambat performanya, terutama dibandingkan Aprilia yang tampil dominan di Mugello, Bagnaia kembali menyoroti kurangnya cengkeraman pada roda belakang.

"Saya pikir kami kekurangan cengkeraman ban belakang," katanya.

"Dengan Aprilia, terlihat mereka bisa masuk tikungan dengan kecepatan lebih tinggi karena motor mereka mampu berbelok lebih baik."

Meski begitu, Bagnaia optimistis masalah tersebut tidak akan terlalu terasa pada seri-seri berikutnya yang memiliki tingkat grip lintasan lebih tinggi.

"Kami sedang mengerjakannya dan terus berusaha memperbaikinya,"

"Balapan berikutnya di Balaton memiliki tingkat grip yang tinggi, jadi mungkin kami akan menghadapi lebih sedikit masalah. Setelah itu ada Brno yang memiliki grip luar biasa dan Assen yang juga punya grip bagus. Jadi , saya pikir kami bisa tampil kompetitif," tambah juara MotoGP 2022 dan 2023 itu.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait