Francesco Bagnaia Bantah Anggapan Tak Ada yang Ingin Juara MotoGP 2026

Francesco Bagnaia menegaskan tidak ada yang tak ingin memenangkan gelar MotoGP 2026.

Bola.com, Jakarta - Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, menepis anggapan "tidak ada pembalap yang benar-benar ingin menjuarai MotoGP 2026".

Menurutnya, persaingan yang berlangsung ketat musim ini terjadi karena makin banyak motor yang mampu bersaing, bukan karena para kandidat gelar tampil tidak konsisten.

Hingga paruh musim, persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 menjadi satu di antara yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Delapan pembalap hanya dipisahkan 65 poin, sementara enam di antaranya masih berpeluang realistis menjadi juara.

Persaingan tersebut melibatkan Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio dari Ducati yang bersaing dengan empat pembalap Aprilia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kesalahan dan Kendala

Musim ini juga diwarnai berbagai kesalahan dan kendala yang dialami para pembalap papan atas. Marco Bezzecchi, misalnya, gagal meraih poin dalam empat balapan hari Minggu secara beruntun setelah menjadi pembalap paling menonjol pada awal musim.

Sementara itu, Jorge Martin mengalami kesulitan dari sisi kecepatan maupun kebugaran sejak meraih kemenangan dominan di MotoGP Prancis. Adapun Ai Ogura baru mulai menunjukkan perkembangan sebagai pembalap yang lebih komplet.

Di kubu Ducati, upaya Marc Marquez mempertahankan gelar sempat terganggu cedera sebelum menjalani operasi.

Fabio Di Giannantonio kehilangan poin akibat start yang kurang baik, sedangkan Alex Marquez gagal mengulangi performa impresifnya seperti musim 2025 sebelum akhirnya tersingkir dari persaingan karena cedera.

Kelakar Acosta

Sebelumnya, pembalap KTM, Pedro Acosta, sempat berkelakar bahwa situasi musim ini terlihat seperti tidak ada pembalap yang ingin memimpin klasemen. Meski begitu, ia tetap menjagokan Marc Marquez sebagai kandidat terkuat juara.

Namun, Bagnaia tidak sepakat dengan anggapan tersebut.

"Menurut saya, tidak benar jika dikatakan tidak ada yang ingin memenangi kejuaraan ini karena semua pembalap berusaha sangat keras," ujar Bagnaia di Sachsenring, Minggu lalu, dikutip dari Motorsport.

"Tahun ini, untuk pertama kalinya Ducati tidak lagi sedominan musim-musim sebelumnya. Kini lebih banyak motor yang kompetitif, seperti yang terjadi pada 2020. Itu membuat persaingan menjadi lebih ketat."

"Dalam satu balapan Anda bisa meraih 20 poin, di balapan lain mungkin hanya mendapat satu poin, atau bahkan kehilangan 20 poin. Banyak hal bergantung pada diri Anda sendiri dan bagaimana perasaan Anda saat mengendarai motor," jelas Bagnaia.

Tentang Para Rival

Rider asal Italia juga menilai hasil yang diraihnya dalam dua seri terakhir tetap menunjukkan perkembangan, meski sempat kehilangan poin.

"Meski saya kehilangan poin dalam dua grand prix terakhir, saya justru memperoleh tambahan 35 poin dibandingkan setelah Mugello. Jadi, secara keseluruhan hasilnya positif, tetapi kami tetap harus menyelesaikan masalah agar bisa terus bersaing memperebutkan gelar," ujar Bagnaia.

Pembalap berusia 29 tahun itu turut memberikan penilaian terhadap sejumlah rivalnya.

"Bezzecchi terus tampil maksimal. Dia memang kurang beruntung, tetapi menurut saya dia masih menjadi pembalap Aprilia tercepat."

"Ogura melakukan pekerjaan yang fantastis. Dia selalu kompetitif. Jika nanti dia mampu tampil kompetitif sejak lap-lap awal, saya rasa dia akan bersaing memperebutkan kemenangan setiap akhir pekan," lanjut juara dunia musim 2022 dan 2023 tersebut.

"Marc benar-benar sangat kuat. Namun, bersama Ducati situasinya berbeda. Pada satu balapan ada satu pembalap yang tampil kuat, lalu pada balapan berikutnya pembalap lain yang lebih menonjol. Hasilnya tidak sekonsisten Aprilia. Namun, kami terus bekerja dan saya yakin paruh kedua musim akan lebih stabil," imbuh Bagnaia.

Memasuki jeda musim panas, Jorge Martin memimpin klasemen dengan keunggulan 14 poin atas Ai Ogura. Sementara itu, Marc Marquez berada 18 poin di belakang Martin setelah sempat tertinggal lebih dari 100 poin empat seri sebelumnya di Mugello.

 

Sumber: Motorsport

Video Populer

Foto Populer