MotoGP Resmi Perbarui Aturan Masuk Pitlane, Buntut Celah yang Dimanfaatkan Marc Marquez di Jerez

MotoGP resmi memperbarui regulasi terkait prosedur masuk dan keluar pitlane, menutup celah abu-abu yang sempat dieksploitasi Marc Marquez secara sah dalam sprint race Grand Prix Spanyol di Jerez pada April lalu.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 05 Juni 2026, 18:45 WIB
Pembalap MotoGP Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, memperhatikan monitor saat duduk di pit-nya selama sesi latihan Grand Prix Moto GP Italia di sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 29 Mei 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Bola.com, Jakarta - MotoGP resmi memperbarui regulasi terkait prosedur masuk dan keluar pitlane, menutup celah abu-abu yang sempat dieksploitasi Marc Marquez secara sah dalam sprint race Grand Prix Spanyol di Jerez pada April lalu. Pembaruan ini kini telah ditulis secara resmi ke dalam buku regulasi setelah sebelumnya hanya disampaikan lewat panduan pra-event menjelang Grand Prix Prancis.

Insiden di Jerez itu memicu perdebatan panas di paddock. Marquez mengalami crash di tikungan terakhir saat sprint berlangsung dalam kondisi hujan, lalu menyeberangi rumput untuk masuk pitlane dan mengganti motornya dengan yang berspesifikasi basah, sebelum akhirnya bangkit dan memenangkan sprint race tersebut.

Advertisement

Meski tidak melanggar satu pun aturan yang berlaku saat itu, tindakan Marquez dinilai tidak fair oleh sebagian kalangan di paddock. Desakan untuk memperketat regulasi pun menguat, dan MotoGP akhirnya merespons dengan memformalisasi aturan yang sudah diberlakukan sejak Prancis ke dalam ketentuan resmi.

Pengumuman resmi datang dari FIM Grand Prix Commission pada Jumat pagi, mengonfirmasi bahwa Pit Lane Procedures kini telah diperbarui secara formal dalam regulasi.

 


Aturan Baru: Hanya Satu Jalur Masuk yang Diizinkan

Pembalap MotoGP Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (bawah), diikuti oleh pembalap MotoGP Spanyol dari tim Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, dan pembalap MotoGP Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengikuti sesi Kualifikasi untuk Grand Prix MotoGP Italia di sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 30 Mei 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Pernyataan resmi FIM Grand Prix Commission menjabarkan ketentuan baru ini dengan sangat spesifik. Tidak ada lagi ruang interpretasi yang bisa dimanfaatkan para pembalap untuk masuk atau keluar pitlane melalui jalur mana pun selain yang telah ditetapkan.

"Dalam semua sesi lintasan termasuk balapan, satu-satunya pintu masuk dan keluar pitlane yang diizinkan adalah melalui titik dan rute masuk/keluar yang telah ditentukan, yang didefinisikan oleh garis putih putus-putus, mengikuti jalan masuk pitlane dan melewati titik waktu masuk pitlane yang telah ditentukan," bunyi pernyataan resmi FIM Grand Prix Commission.

"Dalam semua kasus, informasi spesifik yang dikeluarkan oleh Race Direction untuk setiap sirkuit berlaku, mendefinisikan rute yang dilarang."

Aturan ini juga memberikan kewenangan penuh kepada steward untuk menjatuhkan penalti jika garis putih putus-putus tidak dilintasi atau jalan masuk pitlane tidak digunakan sepenuhnya.

 


Kenapa Marquez Lolos dari Hukuman di Jerez?

Untuk memahami mengapa aturan ini perlu diperbarui, perlu dilihat kembali apa yang terjadi di Jerez. Regulasi sebelumnya hanya menyatakan bahwa pembalap tidak boleh melintasi garis putih ke pitlane dari sisi kiri di Jerez. Marquez masuk dari sisi kiri, namun caranya melalui rumput dan bukan melalui jalur resmi.

Ia juga tidak kembali ke lintasan dengan cara yang berbahaya, tidak melanggar batas kecepatan pitlane, dan tidak mengabaikan instruksi marshal karena motornya masih dalam kondisi menyala saat insiden terjadi. Secara teknis, tidak ada satu pun pasal yang dilanggar Marquez, dan itulah yang membuat posisinya tak bisa disentuh secara hukum oleh Race Direction saat itu.

Reaksi di paddock setelah insiden Jerez tidak bulat. Beberapa pembalap merasa Marquez telah melampaui batas regulasi dan seharusnya mendapat penalti, mengingat ia sebelumnya sudah melewati pintu masuk pitlane untuk berkomitmen menjalani satu lap lagi dengan ban slick dalam kondisi lintasan yang semakin memburuk.

Namun sebagian pembalap lainnya justru bersikap jujur dan mengakui bahwa mereka kemungkinan besar akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Marquez. Respons yang terpecah ini mencerminkan kompleksitas situasi yang dihadapi, dan pada akhirnya mendorong MotoGP untuk mengambil keputusan tegas dengan memperbarui regulasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Berita Terkait