Bola.com, Jakarta - Balapan sprint MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park menyisakan keluhan dari Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo itu menilai kondisi lintasan belum ideal setelah sebagian area sirkuit menjalani pelapisan ulang menjelang akhir pekan balapan.
Bagnaia mengungkapkan salah satu masalah terbesar yang ia rasakan bukan hanya minimnya grip di beberapa tikungan, tetapi juga batu-batu kecil yang terlepas dari permukaan aspal ketika berada di belakang pembalap lain.
Menurut juara dunia MotoGP dua kali tersebut, situasi itu sangat terasa terutama di Tikungan 7. Saat mengikuti motor di depannya, Bagnaia mengaku berkali-kali terkena hantaman kerikil yang terlempar dari lintasan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena Balaton Park memang melakukan resurfacing parsial setelah menggelar putaran World Superbike beberapa waktu lalu. Sejumlah pembalap sebelumnya juga telah mengeluhkan karakter aspal baru, khususnya di Tikungan 1 yang dinilai memiliki tingkat cengkeraman rendah.
Bagnaia: Rasanya Seperti Ditembaki Minigun
Bagnaia menjelaskan bahwa persoalan terbesar justru muncul ketika dirinya berada dalam rombongan pembalap lain saat sprint race berlangsung.
"Masalah yang lebih besar ada di Tikungan 7."
"Saat Anda berada di belakang pembalap lain, rasanya seperti ada minigun di depan Anda karena batu-batu yang keluar dari aspal."
Pembalap asal Italia itu menilai pekerjaan pelapisan ulang yang dilakukan terlalu dekat dengan jadwal balapan membuat permukaan lintasan belum benar-benar stabil.
"Biasanya jika aspal dibuat terlalu dekat dengan waktu balapan, hasilnya tidak akan bertahan lama karena dalam kondisi seperti ini Anda bisa merasakan batu-batu kecil keluar dari permukaannya."
"Mungkin ke depannya kami perlu mengetahui hal seperti ini lebih awal," lanjut Bagnaia.
Start yang Berantakan Bikin Posisi Melorot
Selain mengeluhkan kondisi lintasan, Bagnaia juga menyoroti insiden yang terjadi pada tikungan pertama setelah start.
Pembalap Ducati itu memulai akhir pekan dari Q1 sebelum berhasil merebut posisi kelima di grid. Namun saat sprint race berlangsung, ia akhirnya harus puas finis kesembilan.
Bagnaia menilai dirinya kehilangan banyak posisi akibat situasi di Tikungan 1 yang melibatkan pembalap BK8 Gresini Racing, Fermin Aldeguer.
"Saya sebenarnya melakukan start yang sangat baik."
"Tetapi saya mengalami kesulitan saat masuk tikungan pertama karena Aldeguer terlalu fokus bertahan dari saya dan tidak benar-benar menyalip pembalap lain di sisi dalam."
Menurut Bagnaia, keduanya justru sama-sama kehilangan momentum akibat duel tersebut.
"Mungkin jika dia lebih fokus ke sisi dalam, kami bisa keluar dari tikungan pertama di posisi ketiga dan keempat."
"Tetapi dia berusaha agar saya tidak melewatinya, sementara saya juga tidak sedang mencoba menyalipnya. Kami kehilangan banyak posisi dan saya kehilangan lebih banyak daripada dia," ujar Bagnaia.
Cari Solusi dari Setelan Marc Marquez
Sepanjang akhir pekan di Hungaria, Bagnaia juga mengaku masih kesulitan menemukan traksi yang optimal pada motornya.
Meski demikian, ia melihat performa rekan setimnya, Marc Marquez, yang sukses meraih pole position dan kemenangan sprint bisa menjadi petunjuk penting untuk menemukan solusi.
"Saya memberikan 200 persen kemampuan saya untuk bisa cepat di sini, tetapi gaya balap saya tidak terlalu cocok dengan karakter lintasan ini."
Bagnaia mengakui Marquez memiliki keunggulan besar pada tikungan-tikungan sempit yang menjadi ciri khas Balaton Park.
"Saya tahu Marc adalah yang terbaik di tikungan seperti itu. Dia adalah master di tikungan sempit."
"Saya terus berusaha meningkatkan performa. Saya memang berkembang, tetapi masih kehilangan banyak saat akselerasi."
Bagnaia pun berharap data yang dimiliki tim Ducati bisa membantunya menemukan setelan yang lebih kompetitif untuk balapan utama.
"Kami harus memahami apa yang dia lakukan karena kemarin Marc juga mengalami kesulitan, tetapi hari ini dia membuat langkah besar terutama dalam hal akselerasi."
"Mungkin solusi itu sudah ada di garasi kami dan kami akan mencoba menemukannya," kata Bagnaia.