Belajar dari Euro 2024, Jude Bellingham Ingin Skuad Inggris Merasa Dihargai di Piala Dunia 2026

Jude Bellingham ingin semua pemain The Three Lions bisa merasa penting saat bertanding di turnamen besar.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 13 Juni 2026, 09:15 WIB
Pelatih kepala timnas Inggris asal Jerman, Thomas Tuchel (kanan), berbicara kepada gelandang Inggris nomor 10, Jude Bellingham, saat ia bersiap memasuki lapangan dalam pertandingan persahabatan internasional antara Inggris dan Senegal di stadion City Ground, Nottingham, pada 10 Juni 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, mengungkapkan suasana di dalam skuad Inggris saat Euro 2024 tidak berjalan sesuai harapan. Berhasil mencapai final dan kalah dari Spanyol, ia merasa hubungan antarpemain tidak terjalin sekuat yang seharusnya.

Pemain Real Madrid itu mengakui ada beberapa masalah yang memengaruhi keharmonisan tim di luar lapangan selama turnamen berlangsung.

Advertisement

"Saya merasa kelompok ini tidak terhubung sebaik yang seharusnya karena sejumlah alasan," kata Bellingham.

Menurut pemain berusia 22 tahun tersebut, ekspektasi tinggi yang mengiringi Inggris setelah tampil impresif dalam beberapa turnamen sebelumnya turut memengaruhi atmosfer tim.

Nikmati liputan ekslusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)


Tekanan Besar Membuat Inggris Sulit Menikmati Kemenangan

(Dari kiri ke kanan) Bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, gelandang Inggris #17 Curtis Jones, gelandang Inggris #10 Jude Bellingham, dan penyerang Inggris #11 Marcus Rashford, (dari kiri ke kanan) gelandang Inggris #04 Declan Rice, penyerang Inggris #09 Harry Kane, bek Inggris #23 Myles Lewis-Skelly, dan gelandang Inggris #07 Phil Foden, berpose untuk foto bersama sebelum kick-off pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K antara Inggris dan Albania, di stadion Wembley di London, Sabtu dini hari WIB (22-3-2025). (Glyn KIRK/AFP)

Bellingham menjelaskan Inggris datang ke Euro 2024 sebagai salah satu favorit juara. Namun performa tim yang kurang meyakinkan membuat para pemain kesulitan menikmati setiap kemenangan yang diraih.

"Kami dianggap sebagai salah satu dari dua atau tiga tim yang seharusnya memenangkan turnamen itu," ujarnya.

Ia menilai tekanan untuk terus menang membuat para pemain tidak benar-benar menikmati momen positif yang mereka raih.

"Kami tidak bermain terlalu baik, dan itu tidak membantu. Jadi bahkan ketika kami menang, rasanya tidak mendapatkan perasaan bahagia sebagaimana seharusnya."

"Memang harus ada unsur ketidakpuasan dan keinginan untuk terus menang. Namun dalam sepak bola, terutama di level ini, kemenangan cepat sekali terlupakan. Saya pikir kami seharusnya menikmati momen-momen itu sedikit lebih lama."


Semua Pemain Harus Merasa Dicintai dan Penting

Pemain Timnas Inggris, Jude Bellingham, selama pertandingan kualifikasi Grup K Piala Dunia 2026 antara Albania dan Inggris, di Tirana, Albania, Senin (17-11-1025) dini hari WIB. (Foto AP/Vlasov Sulaj)

Menjelang Piala Dunia 2026, Bellingham berharap pengalaman dari Euro 2025 menjadi pelajaran berharga bagi skuad Inggris. Ia menekankan setiap pemain, baik starter maupun pelapis, harus merasa dihargai dan memiliki peran penting.

Menurutnya, kesuksesan di turnamen besar tidak selalu ditentukan oleh pemain yang paling diunggulkan.

"Kali ini kami memiliki pengalaman tersebut. Kami tahu bahwa pemain yang mencetak gol di final Piala Dunia tidak selalu orang yang paling Anda unggulkan."

Ia kemudian menegaskan pentingnya membangun rasa kebersamaan di dalam skuad.

"Jadi semua orang harus siap, semua orang harus merasa dicintai, dan semua orang harus merasa bahwa mereka memainkan peran besar dalam tim."

Pernyataan tersebut sejalan dengan visi pelatih Thomas Tuchel yang ingin membangun "persaudaraan" di dalam tim saat berupaya membawa Inggris meraih gelar Piala Dunia pertama sejak 1966.


Morgan Rogers Puji Kekompakan Skuad Inggris

Harry Kane (Inggris) menyapa para suporter di akhir laga kualifikasi Piala Dunia Grup K melawan Serbia di Rajko Mitic Stadium, Beograd, Serbia, 9 September 2025. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Penyerang Aston Villa, Morgan Rogers, yang berpotensi bersaing dengan Bellingham untuk posisi gelandang serang, juga menyoroti kuatnya kebersamaan di dalam skuad Inggris saat ini.

Menurut pemain berusia 23 tahun itu, seluruh anggota tim dapat berbaur tanpa memandang usia, klub, atau latar belakang mereka.

"Kami benar-benar kompak, benar-benar sejalan, dan sangat mudah beradaptasi dengan siapa pun di dalam kelompok ini, tidak peduli dari mana Anda berasal, di mana Anda bermain, atau berapa usia Anda."

Rogers menggambarkan suasana tim yang sangat terbuka dan penuh kebersamaan.

"Kami duduk di satu meja besar dan bisa melakukan satu perdebatan besar bersama-sama, dan semua orang bisa ikut terlibat. Begitulah suasana di sini, dan rasanya menyenangkan berada di dalam tim ini."

Inggris akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia pada pertandingan pembuka yang digelar di Arlington, Texas.

Dengan suasana skuad yang lebih solid dibanding dua tahun lalu, The Three Lions berharap dapat mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali menjadi juara dunia.

Sumber: Gulf Times

Berita Terkait