Gagal di Final Liga Champions, Eberechi Eze Tetap Siap Ambil Penalti untuk Inggris di Piala Dunia 2026

Eberechi Eze tak trauma, tetap mau jadi eksekutor penalti Inggris di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 15 Juni 2026, 17:00 WIB
Pemain Arsenal, Eberechi Eze, berjalan meninggalkan lapangan usai pertandingan Liga Premier melawan Tottenham di London, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

Bola.com, Jakarta - Eberechi Eze memastikan dirinya tidak akan menghindar jika Inggris harus menjalani adu penalti di Piala Dunia 2026.

Gelandang Arsenal itu tetap siap maju sebagai eksekutor, meski baru saja mengalami kekecewaan besar pada final Liga Champions.

Advertisement

Eze menjadi satu di antara pemain Arsenal yang gagal menuntaskan tugas dari titik putih saat timnya kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) dalam adu penalti pada final Liga Champions 2025/2026.

Namun, kegagalan tersebut tidak membuat pemain berusia 27 tahun itu kehilangan keberanian untuk mengambil tanggung jawab serupa di masa depan.

Saat ditanya apakah ia bersedia menjadi eksekutor jika Inggris harus menjalani adu penalti di Piala Dunia, Eze memberikan jawaban tegas.

"Jika diminta, tentu saja. Kenapa saya tidak mau mengambilnya?" kata Eze.


Tak Mau Terjebak Kegagalan

Ekspresi Eberechi Eze usai Erling Haaland mencetak gol di laga Manchester City vs Arsenal di pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (19/04/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Menurut Eze, sepak bola selalu menghadirkan momen manis maupun pahit. Itulah mengapa, ia memilih menerima pengalaman buruk sebagai bagian dari perjalanan karier.

"Sepak bola berisi banyak hal dan Anda harus mencoba menerima semuanya apa adanya, lalu menikmatinya semaksimal mungkin," ujarnya.

"Bermain di final Liga Champions adalah tempat yang ingin saya capai. Itulah yang ingin saya lakukan."

Eze menegaskan dirinya akan kembali mengambil penalti jika kesempatan serupa datang musim depan.

"Kami akan mencobanya lagi musim depan. Jika ada penalti yang harus diambil, saya akan berada di sana lagi," tegasnya.

"Semua pemain besar pernah gagal mengeksekusi penalti penting. Mereka semua pernah mengalami momen seperti ini."


Pesan Banyak Orang

Selebrasi gol Eberechi Eze pada laga Timnas Inggris vs Serbia pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa - AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain berusia 27 tahun itu juga mengungkapkan banyak orang menghubunginya setelah kegagalan di final Liga Champions.

"Saya mendapat pesan dari banyak orang yang ingin membahas momen itu," ungkapnya. 

"Bagi saya, itu bukan sesuatu yang saya harap tidak pernah terjadi."

"Saya justru bersyukur itu terjadi. Saya akan berkembang dari pengalaman tersebut, belajar darinya, lalu melangkah maju."


Tidak Akan Ubah Gaya Eksekusi

Eberechi Eze dari Arsenal meninggalkan lapangan setelah laga Liga Premier kontra Tottenham, Minggu 23 November 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

Eze juga menegaskan kegagalannya saat menghadapi PSG tidak akan mengubah cara dirinya mengambil penalti. Sebelumnya, ia juga pernah gagal ketika Arsenal kalah adu penalti dari Liverpool pada Community Shield 2025.

Satu di antara ciri khas Eze saat mengeksekusi penalti adalah awalan lari yang terputus-putus sebelum melepaskan tendangan. Gaya itu pula yang digunakan ketika menghadapi PSG, tetapi bola justru melenceng dari sasaran.

Meski begitu, Eze mengaku tetap mendapat banyak dukungan dari sesama pemain dan tidak merasa kepercayaan dirinya terganggu.

"Saya sudah mengambil penalti selama bertahun-tahun dan itu bagian dari perjalanan," ucapnya.

"Anda harus terus berkembang dan mencari cara baru untuk menjadi lebih baik."

"Saya tidak akan terlalu memikirkannya karena saya tahu saya berada di posisi ini karena suatu alasan, dan saya tahu latihan yang sudah saya jalani untuk sampai ke titik ini," kata mantan pemain Crystal Palace itu.


Contoh Terbaik

Penyerang Arsenal, Eberechi Eze merayakan golnya ke gawang Newcastle, Minggu (26/4/2026) (AP Photo/Ian Walton)

Eze mengatakan mentalitas pemain besar menjadi contoh terbaik dalam menghadapi tekanan setelah kegagalan.

"Sejujurnya, bahkan sebelum berbicara dengan pemain lain, Anda bisa melihat bagaimana pemain-pemain besar membawa diri mereka."

"Anda maju dan melakukan apa yang harus dilakukan."

"Kalau gagal, ya gagal. Kalau gol, ya gol," katanya.

"Yang terpenting adalah memiliki mentalitas untuk terus melangkah. Itu bagian dari perjalanan," kata Eze lagi.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait