Kelakar Mehdi Taremi dalam Preskon Jelang Iran Vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Tak Ada yang Tanya Sepak Bola

Konferensi pers Timnas Iran menjelang partai pertamanya di Grup G Piala Dunia 2026 kontra Selandia Baru diwarnai oleh banyak pembahasan di luar dunia sepak bola.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 15 Juni 2026, 18:30 WIB
Timnas Iran. (Bola.com/Dok.Harry How / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP).

Bola.com, Los Angeles - Konferensi pers Timnas Iran menjelang partai pertamanya di Grup G Piala Dunia 2026 kontra Selandia Baru diwarnai oleh banyak pembahasan di luar dunia sepak bola.

Kapten Iran, Mehdi Taremi, menjadi suara paling vokal di sesi jumpa pers itu. Mantan striker Inter Milan tersebut tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap situasi yang menyelimuti keikutsertaan negaranya di Piala Dunia 2026.

Advertisement

Taremi menyoroti kasus penolakan masuk wasit asal Somalia, Omar Artan, sebagai bukti bahwa dampak kebijakan imigrasi tuan rumah tidak hanya dirasakan oleh Iran semata. Persoalan ini disebutnya menyentuh integritas turnamen secara keseluruhan.

"Kami tidak mendapatkan pengalaman indah yang selalu kita bicarakan, kedamaian, kegembiraan itu," ujar Taremi dinukil dari Al Jazeera.

"Sensasi yang biasa dirasakan orang-orang saat menyambut Piala Dunia, saya rasa kali ini berbeda... Ketegangan semacam ini merusak kegembiraan itu. Ini merusak pesan yang ingin disampaikan FIFA," jelasnya.


Pesan Lebih Dalam

Pelatih kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei (C), berbicara kepada para pemainnya selama sesi latihan di markas mereka di Antalya, pada 19 Mei 2026. Timnas Iran tiba di Turki pada 19 Mei 2026 untuk kamp pelatihan dan menyelesaikan aplikasi visa menjelang Piala Dunia 2026, kata koresponden AFP. (Satu SAN/AFP)

Di luar kritik terhadap tuan rumah, Taremi juga menyampaikan pesan yang lebih dalam soal kehadiran timnya di Amerika Serikat.

Di tengah ancaman demonstrasi dari kelompok oposisi Iran di Los Angeles, ia memastikan bahwa armada berjuluk Team Melli itu datang bukan untuk berpihak, melainkan untuk mewakili semua lapisan masyarakat Iran.

"Kami menghormati semua orang Iran, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri," tutur Taremi.

"Kami di sini untuk bermain sepak bola, dan sepak bola selalu bisa menyatukan semua golongan," ucapnya.


Perjalanan Iran

Perjalanan Taremi dan rekan-rekannya menuju Los Angeles bukan tanpa hambatan. Iran diwajibkan bermarkas di Meksiko selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Team Melli hanya diizinkan masuk ke wilayah Amerika Serikat pada menjelang pertandingan, skema yang lahir dari ketegangan diplomatik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Ironisnya, di balik semua kekacauan itu, performa Iran di atas lapangan justru tengah berada di puncak. Team Melli menjadi satu di antara negara pertama yang mengunci tiket Piala Dunia 2026, mendominasi kualifikasi Zona Asia dengan hanya sekali kalah dan dua kali imbang dari sepuluh pertandingan.

Iran melanjutkan tren positif itu lewat serangkaian kemenangan dalam uji coba menuju Piala Dunia 2026. Namun, semua pencapaian itu seolah tenggelam di balik polemik yang terus mengiringi keberadaan Team Melli.


Ungkapan Mehdi Taremi

Konferensi pers itu pun ditutup dengan kalimat yang menjadi semacam cermin dari seluruh situasi absurd yang terjadi.

Taremi, dengan nada sedikit berkelakar namun penuh makna, mengakui bahwa sesi jumpa media yang seharusnya berisikan pembahasan menghadapi Selandia Baru itu nyaris tidak menyinggung sepak bola meski masih ada penjelasan tentang persiapan.

"Tidak ada yang menanyakan pertanyaan seputar sepak bola," ungkap Taremi seraya bercanda.

"Kami sangat menghormati Selandia Baru, dan kami berharap ini akan menjadi pertandingan yang baik," paparnya.

Sumber: Al Jazeera

Berita Terkait