Marc Marquez Tak Lagi Menyangkal, Kini Akui Jadi Penantang Gelar MotoGP 2026

Marc Marquez akui kembali masuk perburuan gelar MotoGP 2026, Assen jadi ujian berat.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Juni 2026, 21:45 WIB
Marc Marquez dari Tim Ducati Lenovo merayakan kemenangannya di podium dengan anggur bersoda setelah memenangkan Grand Prix MotoGP Ceko di Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Michal Cizek/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mulai mengakui dirinya kembali masuk persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini.

Namun, pembalap Ducati itu mengingatkan bahwa tantangan berat masih menantinya, terutama saat balapan di Sirkuit Assen pekan depan.

Advertisement

Kemenangan yang diraih Marquez pada MotoGP Ceko 2026 membuat posisinya makin dekat dengan para pesaing di papan atas klasemen. Ia kini hanya terpaut 40 poin dari pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, pemuncak klasemen.

Situasi tersebut sangat berbeda dibandingkan setelah MotoGP Italia. Saat itu, Marquez tertinggal 102 poin dari Bezzecchi setelah absen pada MotoGP Prancis dan seluruh rangkaian MotoGP Barcelona karena harus menjalani operasi untuk mengatasi masalah lama pada bahu kanannya.

Namun, dalam dua seri terakhir, Marquez berhasil memangkas selisih poin secara signifikan berkat kemenangan beruntun di Balaton Park dan Brno.

Perjuangannya juga terbantu oleh absennya Bezzecchi pada balapan utama di Brno. Pembalap Italia tersebut mendapat larangan tampil pada hari Minggu setelah terlibat insiden dengan seorang marshal pada Sabtu sore.

Menjelang seri Brno, Marquez sebenarnya tidak memasang target tinggi. Kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih membuatnya merasa finis dengan selisih 10 detik dari pemenang sudah merupakan hasil yang bisa diterima.


Penantang Gelar

Tim Ducati Tim Lenovo, Marc Marquez (kanan), bersaing untuk memenangkan Grand Prix MotoGP Ceko di Brno, Republik Ceko, di depan Francesco Bagnaia dari Tim Ducati Lenovo (kiri, posisi ketiga), pada 21 Juni 2026. (Michal Cizek/AFP)

Ketika ditanya apakah dirinya kini benar-benar menjadi penantang gelar juara, Marquez menjawab tegas.

"Ya. Saya tidak bisa mengatakan 'tidak'," ujar Marquez.

"Saya sebenarnya sudah tersingkir. Saya benar-benar merasa sudah habis di Mugello, terutama sebelum Mugello ketika saya masih berada di rumah sakit."

"Pada saat itu, ketika kehilangan dua balapan, saya merasa semuanya sudah berakhir. Namun, saya tidak tahu bagaimana bisa terjadi, sekarang saya hanya tertinggal 40 poin dari pemimpin klasemen," katanya.

Meski begitu, Marquez menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru memikirkan perebutan gelar.

"Saya harus tetap tenang. Saya harus bertahan di Assen terlebih dahulu, terutama karena itu adalah sirkuit yang bahkan ketika kondisi saya fit pun selalu menyulitkan," katanya.

"Di sana, saya harus tenang dan mencoba memahami apakah di Sachsenring, serta setelah jeda musim panas, kami bisa beralih ke mode menyerang," ucap pembalap asal Spanyol itu.


Dianggap di Luar Dugaan

(Kiri-Kanan) Pembalap Trackhouse Racing MotoGP peringkat kedua, Ai Ogura, Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo (pemenang) dan peringkat ketiga Marc Marquez (Ducati Lenovo) berpose di podium usai balapan Sprint Grand Prix MotoGP Ceko di Brno, Republik Ceko, pada 20 Juni 2026. (Michal Cizek/AFP)

Marquez mengakui kemenangan di Brno sama sekali tidak masuk perkiraannya. Sepanjang akhir pekan balapan, kondisi fisiknya belum ideal karena karakter lintasan memberikan tekanan besar pada bahu kanan yang masih dalam masa pemulihan.

Menurutnya, target paling optimistis sebelum balapan hanyalah naik podium.

"Kemenangan ini tidak saya duga, benar-benar tidak saya duga," kata Marquez.

"Hari ini target saya, bahkan target yang sangat optimistis sekalipun, hanyalah podium."

"Saya tahu di atas kertas kecepatan balap saya berada di posisi keempat, sangat dekat dengan Pecco," imbuhnya.

"Namun, terlihat Fabio Di Giannantonio dan Ai Ogura lebih cepat daripada kami," lanjutnya.


Jaga Ritme

Pembalap MotoGP Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengendalikan motornya selama sesi latihan kedua menjelang Grand Prix MotoGP Italia di sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 29 Mei 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Meski demikian, Marquez mampu menjaga ritme sejak awal lomba.

"Kami langsung menekan sejak awal. Kami berada di posisi ketiga pada lap pertama."

"Lalu, ketika saya berada di belakang Pecco, saya melihat kecepatan saya sebenarnya bagus, tetapi saya terjebak di belakangnya dan tidak mampu menyalip," ungkapnya.

"Saat akhirnya berhasil melewatinya, saya bisa melaju lebih cepat lagi."

"Saya terlalu banyak menggunakan ban belakang pada awal balapan untuk menyalip Pecco, tetapi meski begitu saya tetap bisa tampil cepat," tamba h pembalap berusia 33 tahun tersebut.


Sempat Tidak Pede

Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo merayakan kemenangannya dalam kompetisi Sprint di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hungaria, pada 6 Juni 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Hungaria. (FERENC ISZA/AFP)

Marquez memulai balapan dari posisi keempat dan berhasil mengambil alih pimpinan pada lap ke-16 dari total 21 lap. Namun, pekerjaannya belum selesai karena pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, terus memberikan tekanan hingga lap-lap terakhir.

"Saya sama sekali tidak merasa percaya diri ketika Ogura berada di belakang saya," ujar Marquez.

"Saya melakukan sedikit kesalahan saat keluar dari Tikungan 12 dan berkata kepada diri sendiri, 'Saya tidak tahu dia ada di mana'."

"Lalu saya berpikir, 'Tidak masalah bagaimana kami menyerang'. Saya masuk ke Tikungan 13 sedikit terlalu cepat, tetapi saya juga membuka gas lebih besar."

"Saya melihat di Moto2 ada banyak manuver salip-menyalip di tikungan chicane terakhir, dan saya berkata, 'Hal itu tidak boleh terjadi kepada saya'," ucapnya.

"Setelah itu saya membuka gas lebih besar lagi dan kehilangan sedikit cengkeraman roda belakang, tetapi itu masih cukup untuk membawa saya melintasi garis finis di posisi pertama," katanya lagi.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait