Penjelasan Resmi FIFA Mengapa Gol Menit Akhir Kroasia ke Gawang Portugal Dianulir

FIFA berikan penjelasan alasan VAR membatalkan gol Kroasia ke gawang Portugal pada laga 32 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Juli 2026, 12:00 WIB
Josko Gvardiol #4 dari Kroasia mencetak gol yang kemudian dianulir setelah tinjauan VAR selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kroasia di Stadion Toronto pada 3 Juli 2026 di Toronto, Ontario. (Mattia Ozbot/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya buka suara terkait keputusan kontroversial yang menganulir gol Timnas Kroasia saat menghadapi Portugal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat WIB kemarin.

FIFA menegaskan keputusan wasit sudah sesuai karena didukung teknologi bola resmi pertandingan.

Advertisement

Kroasia sempat merasa berhasil memaksakan laga berlanjut ke babak tambahan setelah Josko Gvardiol mencetak gol pada menit ke-13 masa injury time. Namun, gol tersebut dibatalkan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR).

Dalam proses serangan itu, Igor Matanovic dinilai lebih dulu menyentuh bola hasil umpan silang sebelum bola mengarah kepada Mario Pasalic yang berada dalam posisi offside. Sentuhan Pasalic kemudian membuat bola jatuh ke kaki Gvardiol yang berhasil menjebol gawang Portugal.

Dari tayangan ulang yang tersedia, sentuhan Matanovic sempat sulit dipastikan secara kasat mata. Meski begitu, wasit asal Norwegia, Espen Eskas, tetap meninjau tayangan di monitor pinggir lapangan sebelum mengambil keputusan.


Picu Kekecewaan

Gol Josko Gvardiol dianulir wasit saat Kroasia melawan Portugal di Piala Dunia 2026 (AFP)

Setelah proses peninjauan selesai, Eskas mengumumkan kepada penonton di Toronto Stadium bahwa pemain Kroasia bernomor punggung 20 menyentuh bola dengan kepala sebelum bola diteruskan kepada pencetak gol.

Itulah mengapa, keputusan akhir adalah offside dan gol dinyatakan tidak sah.

Keputusan tersebut memicu kekecewaan para pemain Kroasia. Luka Modric dan rekan-rekannya merasa perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 harus berakhir melalui situasi yang sangat kontroversial.

Portugal akhirnya memastikan langkah ke babak 16 besar. Tim asuhan Roberto Martínez itu menang berkat penalti Cristiano Ronaldo pada menit ke-68 dan gol penentu Goncalo Ramos pada akhir pertandingan.

Di babak berikutnya, Portugal akan menghadapi rival sesama Semenanjung Iberia, Spanyol, di Dallas Stadium.

Di tengah perdebatan mengenai keputusan tersebut, FIFA akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi untuk menjelaskan dasar dianulirnya gol Kroasia.


Pernyataan Resmi FIFA

Pemain Kroasia Igor Matanovic (AFP)

"Berdasarkan data yang diberikan Connected Ball Technology yang terdapat pada Trionda, bola resmi Piala Dunia FIFA, terbukti terjadi sentuhan oleh pemain Kroasia bernomor 20, Igor Matanovic, dalam proses terciptanya gol ke gawang Portugal. Hal itu memungkinkan wasit mengambil keputusan offside dengan benar dan menganulir gol tersebut," bunyi pernyataan FIFA.

FIFA juga menjelaskan bahwa sensor IMU yang tertanam di dalam bola Trionda mampu mendeteksi sentuhan sekecil apa pun.

Informasi tersebut ditampilkan kepada penonton dalam bentuk grafik "heartbeat" dan membantu perangkat pertandingan mengambil keputusan dengan lebih cepat serta akurat.

"Sensor IMU yang tertanam di dalam bola Trionda mampu mendeteksi setiap sentuhan kecil, memberikan perangkat pertandingan tingkat data yang belum pernah ada sebelumnya untuk menghasilkan keputusan yang cepat dan akurat," lanjut FIFA.


Teknologi Snicko

Kekecewaan pemain Kroasia usai didepak Portugal dari Piala Dunia 2026 (AFP)

Teknologi yang dikenal sebagai "Snicko", dan sebelumnya populer digunakan dalam kriket, menjadi alat yang memastikan Matanovic memang menyentuh bola sebelum bola diteruskan kepada Mario Pasalic.

Adidas sebelumnya menjelaskan saat memperkenalkan Trionda pada Oktober 2025 bahwa bola tersebut menggunakan chip IMU 500 Hz yang mengirimkan data pergerakan bola secara real-time ke sistem VAR.

Data itu dipadukan dengan posisi pemain serta kecerdasan buatan untuk membantu wasit mengambil keputusan offside dan mengidentifikasi setiap sentuhan bola, termasuk dalam dugaan handball.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait