Sir Jim Ratcliffe Perkenalkan Slogan Baru MU: Terdiri 3 Kata, Jadi Identitas Baru Klub

Manchester United (MU) memperkenalkan slogan baru yang terdiri dari tiga kata, yakni Badge, Bravery, Spirit.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 07 Juli 2026, 09:00 WIB
Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) memperkenalkan slogan baru yang terdiri dari tiga kata, yakni "Badge, Bravery, Spirit", yang berarti Lambang, Keberanian, dan Semangat. Slogan tersebut menjadi identitas baru klub dalam membangun budaya kerja.

Seperti dikutip dari The Sun, Senin (6/7/2026), perubahan ini menjadi bagian dari proses rebranding yang dilakukan sejak Sir Jim Ratcliffe, melalui grup INEOS, resmi menjadi pemegang saham minoritas MU pada Februari 2024.

Advertisement

Sejak saat itu, sejumlah perubahan signifikan dilakukan. Omar Berrada ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO), sementara Marc Armstrong dipercaya menjadi Chief Business Officer pertama dalam sejarah klub.

Di bawah kepemimpinan Ratcliffe, Setan Merah juga memangkas sekitar sepertiga jumlah karyawannya sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi.

Selain itu, klub telah menyepakati kerja sama dengan Amazon Prime untuk serial dokumenter All or Nothing, yang akan mengikuti perjalanan Setan Merah sepanjang musim 2026/2027 saat bersaing di Premier League dan Liga Champions.

Sebelumnya, mantan wakil CEO Manchester United, Ed Woodward, sempat memperkenalkan konsep "cultural reset" pada 2019 dengan tiga pilar utama, yakni meraih trofi, memainkan sepak bola menyerang, dan memberi kesempatan kepada pemain muda.

Kini, INEOS membawa filosofi baru yang dianggap lebih mencerminkan identitas klub. Selain slogan "Badge, Bravery, Spirit", MU juga mengadopsi prinsip "best in class" atau menjadi yang terbaik di setiap bidang.

 

 


Detail Arti Slogan Baru

Dua pemain Manchester United (MU) asal Portugal, Bruno Fernandes dan Diogo Dalot, merayakan gol ketiga ke gawang Leicester City dalam laga pekan ke-29 Premier League 2024/2025 di King Power Stadium, Senin (17/3/2025) dini hari WIB. MU menang telak 3-0 atas Leicester City dalam laga ini. (Adrian Dennis / AFP)

Dalam dokumen internal klub, tiga nilai utama tersebut dijelaskan secara rinci.

Badge (Lambang), berarti setiap individu harus membuktikan dirinya layak mengenakan lambang MU setiap hari. Seluruh elemen klub dituntut menghormati sejarah dan warisan klub, bekerja dengan standar tertinggi, serta memahami bahwa tidak ada satu pun individu yang lebih besar daripada Manchester United.

Bravery (Keberanian) menekankan pentingnya keberanian mengambil keputusan, berani berinovasi, serta bersedia mengambil risiko yang telah diperhitungkan. Seluruh staf juga diminta menjadi teladan dan selalu mengutamakan kepentingan klub, bahkan dalam situasi yang sulit.

Sementara itu, Spirit (Semangat), mengajak seluruh elemen klub untuk menunjukkan karakter kuat, bekerja penuh gairah, dan tidak pernah menyerah dalam kondisi apa pun.

 


Bukan Sekadar Klub Sepak Bola

Bruno Fernandes merayakan gol Matheus Cunha di laga Chelsea vs Manchester United di pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026 di Stamford Bridge, Minggu (19/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bagi Ratcliffe, MU bukan sekadar klub sepak bola, melainkan sebuah bisnis bernilai miliaran dolar yang harus dikelola secara profesional.

"Sepak bola memang olahraga, tetapi pada saat yang sama ini juga sebuah bisnis. Manchester United adalah bisnis bernilai miliaran dolar," katanya.

Meski demikian, Ratcliffe menegaskan kesuksesan finansial klub tidak akan tercapai tanpa prestasi di lapangan.

"Kalau ingin Manchester United sukses sebagai bisnis, maka tim sepak bolanya juga harus sukses. Prestasi di lapangan akan mendorong kesuksesan di sisi komersial," tegas pria asal Inggris tersebut.

Saat ini, Direktur Teknik Jason Wilcox, Direktur Rekrutmen Christopher Vivell, dan Direktur Negosiasi Sepak Bola Matt Hargreaves tengah fokus menyusun strategi transfer musim panas demi membangun skuad yang mampu mengembalikan Manchester United ke papan atas sepak bola Eropa.

Sumber: The Sun

Berita Terkait