Pedro Acosta Tak Sabar Jadi Rekan Setim Marc Marquez, Sebut Sebuah Kehormatan

Pedro Acosta sambut Antusias duet dengan Marc Marquez di Ducati.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Juli 2026, 20:30 WIB
Pedro Acosta dari tim Red Bull KTM Factory Racing merayakan posisi kedua di sesi sprint di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hungaria, pada 6 Juni 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Hungaria. (FERENC ISZA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pedro Acosta menyambut antusias kepindahannya ke Ducati pada musim 2027. Pembalap muda asal Spanyol itu mengaku merasa terhormat bisa menjadi rekan setim Marc Marquez.

Keduanya dipastikan memperkuat Ducati mulai musim 2027.

Advertisement

Jika melihat persaingan mereka pada balapan di Buriram dan Balaton Park musim ini, duel keduanya diperkirakan akan kembali menarik perhatian.

Kendati akan bersaing dalam satu tim, Acosta memandang kesempatan tersebut sebagai peluang berharga untuk belajar dari pengalaman Marquez, yang menjadi satu-satunya pembalap aktif yang pernah bersaing dan mengalahkan nama-nama besar seperti Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia.


Komentar Acosta

Pedro Acosta saat diperkenalkan sebagai pembalap tim Red Bull KTM Factory Racing. (X/KTM)

Menyambut duetnya dengan Marquez, Acosta bersuara.

"Merupakan sebuah kehormatan bisa berada dalam satu tim bersama Marc. Dia kurang lebih sudah berada di penghujung kariernya, sedangkan saya baru memulai perjalanan di MotoGP," kata Acosta.

"Karena itu, ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi saya untuk belajar darinya dan memanfaatkan pengalamannya," imbuh rider berusia 22 tahun tersebut.


Marquez Pembalap Istimewa

Pedro Acosta (kanan) dari Tim Red Bull KTM Factory Racing yang berada di posisi kedua memberi selamat kepada pemenang Marc Marquez dari Tim Ducati Lenovo setelah sesi sprint di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hungaria, pada 6 Juni 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Hungaria. (FERENC ISZA/AFP)

Acosta juga menyebut Marquez sebagai pembalap terakhir dari generasi sebelumnya yang pernah bersaing dengan Rossi, Pedrosa, dan Lorenzo di kelas utama.

Pada awal musim ini, Acosta sempat memimpin klasemen sementara setelah meraih kemenangan Sprint Race pertamanya di Buriram dengan mengalahkan Marquez.

Namun, setelah itu, Acosta turun ke posisi ketujuh klasemen. Hasil tersebut dipengaruhi serangkaian masalah teknis pada motor KTM serta gangguan carpal tunnel di pergelangan tangan kanannya yang membuatnya baru-baru ini menjalani operasi.

(Arif Anggara Mulya)

 

Sumber: Crash

Berita Terkait