Bola.com, Jakarta - Bertarung di kasta teratas jelas bukan misi yang enteng bagi tim mana pun, terlebih bagi tim promosi Garudayaksa FC.
Garudayaksa FC sukses mengamankan satu tempat di Super League 2026/2027 setelah musim lalu menyegel gelar juara Grup A Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026.
Jelang datangnya musim yang berat, tim berjuluk Spirit of Garuda terus mematangkan persiapan. Sejumlah pemain anyar didatangkan dengan harapan bisa memberikan kontribusi besar dalam perburuan gelar atau paling tidak bertahan di kasta teratas.
Dengan kata lain, tim yang musim lalu berkandang di Stadion Pakansari di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tak hanya sekadar numpang lewat.
Meski harus bersaing dengan tim-tim beken yang sudah lebih dulu mapan macam Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Borneo FC, dan juara bertahan Persib Bandung, Garudayaksa FC siap membuktikan diri memang layak naik level.
Sejauh ini, sudah ada sejumlah amunisi anyar yang resmi bergabung dengan Spirit of Garuda. Di antaranya adalah Septian David Maulana, Alfharezzi Buffon, Daffa Fasya, dan Alfriyanto Nico.
Keempatnya merupakan nama yang cukup terkenal di kalangan penikmat sepak bola nasional. Menarik untuk mengulik sepak terjang keempat pemain itu dan sejauh mana kontribusi mereka kepada Garudayaksa FC.
1. Septian David Maulana
Septian David Maulana sosok gelandang serang kaya pengalaman. Usianya 29 tahun. Ia sudah mencuri perhatian saat mendapat kesempatan berguru sepak bola modern ke Uruguay, dari 2012 hingga 2014.
Sepulagnya dari negara Luis Suarez, kelahiran Semarang, 2 September 1996, bergabung dengan Mitra Kukar. Empat musim dari 2015 sampai 2019, Septian membukukan 71 laga dengan torehan 16 gol.
Namanya semakin berkibar saat hijrah ke PSIS Semarang (2019–2025). Bareng Laskar Mahesa Jenar, Septian tampil dalam 135 pertandingan dengan tuaian 20 gol.
Hanya saja, kepindahannya ke Malut United tak berjalan seperti yang ia harapkan. Persaingan yang sangat ketat di lini tengah membuat mantan pemain Timnas U-23 yang ikut mempersembahkan medali perunggu SEA Games 2017 itu hanya sebatas pemain pelapis.
Kini, bersama Garudayaksa FC, Septian David Maulana siap membuka lembaran baru dengan performa yang lebih memesona.
2. Alfharezzi Buffon
Alfharezzi Buffon disebut-sebut sebagai salah pemain muda yang paling berbakat. Bagi fans setia Timnas Indonesia, nama Alfharezzi Buffon tak asing lagi di telinga.
Ia langganan dipanggil Timnas Indonesia U-20 dan kini naik pangkat ke Timnas Indonesia U-23. Tatkala Timnas Indonesia U-19 merengkuh gelar juara Piala AFF U-19 2024, Alfharezzi Buffon sosok krusial di balik kedigdayaan Garuda Muda saat itu.
Kenyang pengalaman di level atas bersama timnas dan Borneo FC, pemain yang masih berusia 20 tahun tersebut kini memulai petualangan barunya di Garudayaksa FC.
Alfharezzi Buffon bek serba bisa. Ia bisa dimainkan di mana saja, bergantung skema yang diterapkan pelatih. Tak cuma mumpuni bertahan, anak Jakarta kelahiran 28 April 2006 juga punya naluri dan intuisi menyerang yang mumpuni.
3. Daffa Fasya
Indonesia punya banyak kiper muda potensial dan satu di antaranya yang jadi buah bibir, siapa lagi kalau bukan Daffa Fasya.
Serupa Alfharezzi Buffon, Daffa Fasya juga eks Borneo FC. Pemain kelahiran Majalengka 7 Mei 2004 tersebut pernah menimba ilmu di Inggris, saat terpilih masuk program Garuda Select, pada 2021-2022.
Selama di sana, Daffa Fasya langsung dibimbing duo legenda Inggris, Dennis Wise dan Des Walker. Performa yang terus memesona mengantarkan Daffa Fasya ke Timnas Indonesia U-20.
Pada 2023, ketika Timnas Indonesia masih ditukangi Shin Tae-yong, Daffa Fasya pernah dipercaya dalam dua laga saat uji coba kontra Burundi.
Manajemen dan fans setia Garudayaksa FC, pengalaman dan jam terbang Daffa Fasya bisa menjadi suntikan magis bagi misi suci yang diemban Spirit of Garuda.
4. Alfriyanto Nico
Nama besar Persija Jakarta yang melekat di diri Alfriyanto Nico membuat para petinggi Garudayaksa FC kepincut untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 23 tahun tersebut.
Akademi Persija merupakan salah satu candradimuka yang kerap mengentaskan bakat-bakat belia, termasuk Alfriyanto Nico.
Bakat yang di atas rata-rata itulah yang membuat tukang gedor kelahiran Solo, 3 April 2003, terpilih masuk program Garuda Select pada 2019 lalu. Setahun di Inggris, Alfriyanto Nico mendapat banyak pengalaman berharga.
Tak lama setelah kembali ke Indonesia, Alfriyanto Nico langsung naik kelas ke tim senior Persija pada 2021. Meski bukan pilihan utama, tapi kesempatan bermain dengan pemain-pemain senior membuktikan pengagum Bambang Pamungkas itu sosok pemain yang layak mendapat kesempatan.
Kini, bersama Garudayaksa FC, Alfriyanto Nico pastinya semain tertantang untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Kita tunggu!