Cerita dari Amerika Serikat: Membayangkan Bahasa Indonesia Hadir di Piala Dunia, Andai Saja Tim Garuda Bisa Lolos

Piala Dunia 2026 menyajikan level yang berbeda terutama terkait dengan profesionalisme penyelenggaraan turnamen.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 09 Juli 2026, 18:30 WIB
Pelatih Prancis, Didier Deschamps memberikan keterangan saat sesi konferensi pers di Metlife Stadium, New Jersey, Senin (15/6/2026). Prancis akan menghadapi Senegal pada laga Grup I Piala Dunia 2026 Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak cerita terutama bagi para jurnalis yang hadir untuk melakukan peliputan langsung di lokasi. Para awak media itu benar-benar merasakan peliputan level atas di dunia olahraga.

Misalnya yang dialami oleh jurnalis Bola.com, Hery Kurniawan yang melakukan peliputan Piala Dunia 2026 secara langsung di Amerika Serikat. Ajang itu menghadirkan cerita tersendiri. 

Advertisement

Salah satu hal menarik yang ditemui adalah bagaimana FIFA dan panitia pelaksana setempat menciptakan suasana sangat profesional pada sesi konferensi pers Piala Dunia 2026. 

Setiap sesi konferensi pers ada paling tidak empat penerjemah bahasa alias interpreter yang terlibat. Mereka bisa menerjemahkan secara langsung setiap kalimat yang keluar dari mulut pelatih atau pemain dengan cepat dan akurat. 


Menyesuaikan

Declan Rice menjawab pertanyaan awak media dalam konferensi pers Timnas Inggris di Media Center Boston, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026). Rice memastikan telah pulih dari cedera hamstring yang dialaminya saat Inggris mengalahkan Kroasia dan siap tampil menghadapi Ghana pada laga kedua Grup Piala Dunia 2026, Selasa (23/6/2026). (KLY Sports/Hery Kurniawan)

Interpreter yang bekerja di setiap konferensi pers pun menyesuaikan siapa tim yang bertanding. Penyesuaian juga dilakukan terhadap apa bahasa mayoritas yang dikuasai oleh jurnalis yang hadir.

Interpreter dengan Bahasa Inggris adalah hal wajib. Kemudian ada bahasa lain yang bisa dikatakan cukup banyak penuturnya yakni Bahasa Spanyol, Prancis, dan Portugis. 

Selain itu ada beberapa interpreter bahasa yang lebih spesifik seperti Jepang, Swedia, Norwegia, atau Arab. Bahasa itu digunakan oleh beberapa peserta di Piala Dunia 2026. 


Jika Timnas Indonesia Lolos

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan Rizky Ridho berfoto bersama setelah konferensi pers menjelang FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (04/09/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Jika Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 tentu akan menjadi sejarah sendiri. Bisa jadi akan ada interpreter Bahasa Indonesia di ajang level global tersebut.

Sayangnya, Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Tim berjulukan Merah Putih itu terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat itu mereka kalah dari Timnas Irak dan Timnas Arab Saudi. 

Namun, mimpi itu tidak pernah pudar. Sebab, masih ada peluang untuk Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2030, atau pada edisi selanjutnya. 

Berita Terkait