Bola.com, Jakarta - Manchester United kembali mengambil langkah dalam rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton senilai 2 miliar paun (sekitar Rp48,4 miliar). MU juga untuk pertama kalinya mengungkap lokasi calon markas anyar yang akan menggantikan Old Trafford.
Pengumuman tersebut dilakukan setelah MU mengakuisisi lahan seluas 25 acre di dekat Old Trafford, bulan lalu.
Sebelumnya, MU menghentikan negosiasi dengan Freightliner terkait rencana pembangunan di kawasan terminal angkutan barang di belakang Stretford End.
Daily Mail melaporkan, stadion baru MU akan dibangun sekitar 350 meter di sebelah barat laut Old Trafford. Stadion tersebut akan menjadi pusat kawasan baru bernama Stadium District sekaligus disebut sebagai ikon utama dalam proyek pengembangan Trafford Wharfside.
Menurut rencana, stadion itu menjadi pemicu proyek yang diperkirakan menciptakan 48.000 lapangan kerja dan 15.000 unit rumah baru, serta memberikan tambahan 7,3 miliar paun per tahun bagi perekonomian Inggris.
Rencana tersebut diperkenalkan di Old Trafford pada Kamis pagi waktu setempat sebagai bagian dari masterplan yang diterbitkan Trafford Council dengan dukungan Old Trafford Regeneration Mayoral Development Corporation (OTR MDC), Greater Manchester Combined Authority (GMCA), dan Transport for Greater Manchester (TfGM).
Tonggak Penting
CEO Pengembangan Stadion Baru MU, Collette Roche, menyebut penerbitan masterplan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya membangun markas baru berkelas dunia bagi Setan Merah.
"Penerbitan Masterplan Wharfside menjadi tonggak penting dalam perjalanan kami untuk menciptakan markas baru Manchester United berkelas dunia di pusat kawasan yang dinamis dan transformatif bagi Trafford serta Greater Manchester," kata Roche.
"Bersama para mitra, kami memiliki kesempatan yang hanya datang sekali dalam satu generasi untuk menghadirkan destinasi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi suporter, masyarakat lokal, dan kawasan ini selama beberapa dekade."
Roche mengatakan lokasi stadion dipilih karena berada di samping Old Trafford sehingga warisan, tradisi, dan kebiasaan para suporter pada hari pertandingan tetap dapat dipertahankan.
Ia juga menegaskan MU ingin membangun stadion bersama para suporter, bukan sekadar untuk mereka.
"Atmosfer, keterjangkauan, dan aksesibilitas akan tetap menjadi inti dari rencana kami. Kami menantikan kelanjutan dialog dengan para suporter dan pemangku kepentingan lainnya saat memasuki tahap berikutnya dalam proses desain dan pembangunan," ujarnya.
Perlu Disempurnakan
Ketua Old Trafford Regeneration Mayoral Development Corporation, Lord Sebastian Coe, menyambut positif pengumuman tersebut.
"Ini adalah hari yang luar biasa dan langkah penting dalam perjalanan kami untuk menghadirkan kawasan terbaik di Old Trafford, baik untuk olahraga, rekreasi, permukiman, maupun bisnis," kata Coe.
Menurutnya, masterplan tersebut membuat transformasi kawasan Old Trafford kini terasa makin nyata, meski masih banyak aspek yang akan disempurnakan melalui proses konsultasi dengan berbagai pihak.
Setan Merah sebelumnya telah memperlihatkan desain stadion baru di kantor Foster + Partners, tahun lalu. Namun, desain tersebut belum menjadi bentuk final dan suporter akan dilibatkan dalam proses penentuannya.
Masa Depan Old Trafford
MU juga belum mengambil keputusan mengenai masa depan Old Trafford yang telah menjadi markas klub selama 116 tahun. Meski begitu, sejumlah elemen penting dari stadion lama disebut akan dipertahankan dalam proyek baru tersebut.
Pemimpin Trafford Council, Tom Ross, mengatakan masterplan itu menjadi awal dari proses panjang untuk mewujudkan kawasan olahraga dan budaya bertaraf dunia.
Ross menambahkan Trafford Council akan melibatkan sebanyak mungkin warga dan pelaku usaha dalam proses konsultasi agar ikut membentuk visi pengembangan kawasan tersebut.
Menurutnya, Wharfside dirancang menjadi kawasan yang nyaman untuk ditinggali, bekerja, bersantai, berbelanja, hingga menikmati hiburan.
Ia juga mengatakan kawasan tersebut akan dilengkapi taman, ruang terbuka di tepi perairan, berbagai pilihan hunian termasuk rumah terjangkau, fasilitas kesehatan dan pendidikan baru, transportasi umum yang terintegrasi, serta area untuk berjalan kaki, bersepeda, dan beraktivitas.
Sumber: Daily Mail