Spanyol Vs Belgia: De La Fuente Tak Sabar Lihat Aksi Lamine Yamal 2.0

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyebut Lamine Yamal sudah siap menunjukkan performa terbaik menghadapi Belgia

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 10 Juli 2026, 09:30 WIB
Pemain Spanyol Lamine Yamal berselebrasi setelah mencetak gol pembuka bagi timnya dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026. (AP Photo/Erik S.Lesser)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyebut Lamine Yamal sudah siap menunjukkan performa terbaik menghadapi Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu(11/7/2026) dini hari WIB, di Los Angeles.

Yamal sempat diragukan tampil maksimal setelah pulih dari cedera hamstring. Bintang Barcelona itu dinilai belum mencapai performa terbaiknya.

Advertisement

Namun, De la Fuente optimistis pemain berusia 18 tahun tersebut kini telah berada dalam kondisi ideal untuk membantu Spanyol memburu tiket ke semifinal. 

"Ini adalah Lamine yang berbeda, versi yang lebih baik. Kalau meminjam istilah anak-anak muda, sekarang kita melihat Lamine versi dua koma sekian," kata De La Fuente, seperti dikutip dari ESPN, Kamis (10/7/2026). 

"Kami juga harus ingat dia baru pulih dari cedera. Kini, memasuki pekan yang sangat penting, dia siap tampil dalam performa terbaiknya dan secara mental juga sangat siap," imbuh sang arsitek. 

Yamal baru kembali tampil sejak April 2026 ketika tampil sebagai pemain pengganti dalam laga pembuka Spanyol melawan Tanjung Verde. Pada pertandingan berikutnya, ia langsung mencetak gol saat La Roja menang telak 4-0 atas Arab Saudi.

 

 


Bikin Lawan Waspada

Bintang Spanyol Lamine Yamal merayakan gol ke gawang Arab Saudi pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB. (AFP/Justin Setterfield)

Sejak saat itu, Yamal selalu menjadi starter. Meski belum menambah koleksi golnya, De la Fuente menegaskan kontribusi pemain muda Barcelona tersebut tetap sangat besar. 

"Lamine adalah pemain yang membutuhkan banyak sentuhan dengan bola. Dia memiliki kemampuan melewati satu, dua, bahkan tiga lawan," kata De la Fuente.

Menurutnya, kehadiran Yamal membuat lawan terpaksa memberikan perhatian ekstra.

"Ini sebenarnya sederhana, seperti matematika. Ketika beberapa pemain lawan fokus menghentikan satu pemain, otomatis ada ruang lain yang terbuka," ujar De la Fuente. 

"Karena itu kami harus mengalirkan bola dengan cepat agar pemain lain bisa memanfaatkan ruang yang tercipta."

Setelah membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 di Jerman, Yamal diprediksi menjadi salah satu bintang terbesar di Piala Dunia 2026.

Meski Spanyol masih berpeluang melangkah jauh, sorotan sejauh ini justru lebih banyak tertuju kepada Lionel Messi, yang tampil luar biasa bersama Argentina.

 

 

 


Masih Dibayangi Lionel Messi

Lionel Messi terharu setelah membawa Argentina melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026. (AP Photo/Mike Stewart)

Penyerang Inter Miami itu telah mengoleksi delapan gol untuk membawa Argentina melaju ke perempat final. Di usia 39 tahun, Messi bahkan dinilai masih berada di level terbaiknya.

"Dia luar biasa. Pemain seperti Messi hanya muncul sekali dalam seumur hidup. Bahkan mungkin sekarang kita sedang menyaksikan versi terbaik Messi," tutur De la Fuente. 

Menurut De la Fuente, banyak orang mengira karier Messi mulai menurun. Namun kenyataannya, sang megabintang masih mampu tampil di level tertinggi.

"Orang-orang sempat berpikir dia sudah menurun, tetapi dia membuktikan bahwa kita masih akan menikmati permainan Messi untuk beberapa waktu lagi."

"Saya sangat menghormati kualitas, bakat, dan kelasnya. Di usia seperti itu dia masih memiliki motivasi dan hasrat yang luar biasa," imbuh De La Fuente. 

 

 


Dedikasi Messi dan Ronaldo

Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo beraksi dalam pertandingan melawan RD Kongo di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ashley Landis)

De la Fuente juga menyamakan dedikasi Messi dengan Cristiano Ronaldo.

"Saya juga mengatakan hal yang sama tentang Cristiano beberapa hari lalu. Mereka adalah contoh bagi generasi muda, masyarakat, dan dunia olahraga," tutur pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut. 

Perbandingan Yamal dengan Messi dan Ronaldo sudah mulai bermunculan. Namun, De la Fuente meminta publik tidak terburu-buru memberikan ekspektasi berlebihan kepada pemain berusia 18 tahun tersebut.

Menurutnya, Yamal memiliki bakat luar biasa, tetapi masih membutuhkan waktu untuk berkembang.

Sumber: ESPN

Berita Terkait