Mode Hemat Energi, Pelatih Norwegia Ungkap Erling Haaland Tak Terlalu Bersemangat di Latihan, Beda saat Bertanding

Simpan tenaga saat latihan, duet Erling Haaland dan Alexander Sorloth bisa jadi mimpi buruk Inggris di perempat final Piala Dunia 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 11 Juli 2026, 14:00 WIB
Penyerang Norwegia #09, Erling Braut Haaland, merayakan gol kedua timnya bersama penyerang #07, Alexander Sorloth, selama pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Senegal di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 23 Juni 2026. (Angela WEISS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Satu di antara kaga perempat final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim Eropa, Norwegia melawan Inggris. Pertandingan ini dimainkan di Miami Stadium, Florida, Minggu (12-7-2026) dini hari WIB.

Kendati di atas kertas lebih diunggulkan, Inggris layak waspada dengan kekuatan Norwegia.

Advertisement

Satu di antara kekuatan Norwegia adalah duet Erling Haaland dan Alexander Sorloth di lini depan. Kedua pemain ini selalu menjadi andalan untuk membongkar pertahanan lawan.

Haaland merupakan mesin gol sekaligus top scorer Norwegia di Piala Dunia 2026 sampai saat ini. Dari lima pertandingan yang dijalani Norwegia, Haaland hanya sekali absen di fase grup melawan Prancis. Total ia sudah mengemas tujuh gol dari lima laga.

Sementara Sorloth belum mengemas gol maupun assist dari lima laga yang dimainkan, tetapi tenaga dan kemampuan striker Atletico Madrid itu sangat diperlukan dalam skema tandem Haaland.


Santai saat Latihan

Para pemain Norwegia berolahraga selama sesi latihan tiga hari menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia melawan Inggris, Rabu, 8 Juli 2026, di Fort Lauderdale, Florida (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Satu di antara kunci kebugaran dan stamina kedua pemain itu adalah ketika tidak membuang banyak energi saat sesi latihan, terutama Haaland yang kerap bermain tenang, tetapi meghanyutkan.

Pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, mengakui Haaland lebih memilih untuk menyimpan tenaganya demi pertandingan di tengah cuaca panas Amerika Utara.

"Sejujurnya, hasratnya tidak terlalu besar saat latihan. Saat berlatih atau ikut serta dalam permainan, dia memang haus akan gol, tapi pada beberapa sesi latihan, hasratnya tidak terlalu terlihat," ujar sang pelatih yang mengaku jujur dengan pernyataannya itu.

Haaland dibekali fisik prima, postur tinggi menjulang, badan kekar dan kuat, dan dilengkapi insting mencetak gol mematikan dari kaki kirinya, seperti ketika Norwegia menyingkirkan Brasil 2-1, Haaland mencetak brace.

Menariknya, gol Haaland tercipta dengan skema mudah, dengan berjalan santai sebelum menyelesaikan peluang menjadi gol.


Permainan Fisik

Bruno Guimaraes #8 dari Brasil bereaksi setelah gagal mengeksekusi penalti sementara Alexander Sorloth #7 dari Timnas Norwegia merayakan golnya selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Norwegia di Stadion New York New Jersey pada 6 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Elsa/Getty Images/Getty Images via AFP)

Solbakken juga meyakini Sorloth mampu keluar dari bayang-bayang Haaland dalam pertandingan perempat final Piala melawan Inggris nanti.

Meski masih kalah dari Haaland soal urusan mencetak gol di Piala Dunia kali ini, Sorloth tetap memegang peran penting di pertandingan nanti.

"Sorloth telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik untuk tim, dia juga membantu Erling," kata Solbakken.

"Terkadang permainannya saat menguasai bola tidak terlalu bagus, tapi kehadiran fisiknya sangat bermanfaat bagi tim. Dia selalu ingin mencetak gol, dan belum terlambat baginya untuk mewujudkan hal itu," imbuh pelatih berusia 58 tahun tersebut.


Antisipasi Cuaca Panas

Pemain Timnas Norwegia merayakan gol yang dicetak Erling Haaland ke gawang Brasil dalam laga 16 Besar Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium, Senin (6/7/2026) dini hari WIB. (Jewel SAMAD / AFP)

Di sisi lain, cuaca panas di Florida Selatan bisa menjadi hambatan besar bagi Norwegia di pertandingan versus Inggris. Tenaga para pemain di stadion terbuka akan mudah terkuras, tetapi Solbakken enggan menjadikannya sebagai alasan.

"Menurut saya, intensitas jelas menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola saat ini. Para pemain semakin bugar," katanya.

"Kami harus mempertimbangkan faktor cuaca di sini. Hal itu memengaruhi strategi pressing semua tim. Kedua negara ini memiliki kondisi awal yang sama terkait penerapan taktik," lanjut sang pelatih.

"Menurut saya, Inggris menghadapi tekanan yang lebih besar dibandingkan kami. Saya berharap skuad kami dalam suasana hati yang santai, tapi tetap kompetitif," ucap Solbakken.

 

Sumber: DPA

Berita Terkait