Inggris Kandas di Semifinal Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Bakal Dipecat Gara-Gara Klausul Ini?

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dapat memecat Thomas Tuchel setelah gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 16 Juli 2026, 14:15 WIB
Ekspresi pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, sepanjang laga kontra Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu (12/6/2026) pagi WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dapat memecat Thomas Tuchel setelah gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026. Hal itu sesuai dengan klausul kontrak yang disepakati oleh kedua pihak.

Sebelumnya Thomas Tuchel ditunjuk untuk menangani Timnas Inggris pada awal tahun lalu dengan tugas memenangkan Piala Dunia 2026. Kontrak awal itu dijadwalkan berakhir setelah final Piala Dunia 2026.

Advertisement

Namun, FA memberikan perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun kepada Tuchel pada bulan Februari hingga Euro 2028. Chief Executive Officer (CEO) FA, Mark Bullingham, mengonfirmasi di awal turnamen bahwa ada klausul performa yang tercantum dalam kesepakatan tersebut.

Artinya, Tuchel bisa dicopot dari kursi pelatih jika The Three Lions mengalami kampanye Piala Dunia yang mengecewakan. Inggris berhasil mencapai babak semifinal, tetapi menyia-nyiakan keunggulan 1-0 hingga akhirnya tersingkir oleh Argentina.

Padahal, performa Harry Kane dkk cukup mengesankan di bawah asuhan juru taktik asal Jerman itu. Sayangnya, lagi-lagi Inggris harus gagal lolos ke final sejak terakhir kali mencapainya pada 1996. Lantas, bagaimana nasib Tuchel seusai kegagalan ini?

 


Klausul Performa di Kontrak

Thomas Tuchel menjawab pertanyaan awak media dalam konferensi pers Timnas Inggris di Media Center Boston, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026). Pelatih The Three Lions itu membahas kesiapan tim menghadapi Ghana pada laga kedua Grup Piala Dunia 2026, sekaligus menanggapi berbagai pertanyaan dari jurnalis dengan suasana yang santai. (KLY Sports/Hery Kurniawan)

Mark Bullingham menjelaskan soal klausul kontrak yang disepakati oleh FA dengan Thomas Tuchel saat memulai kerja sama. Dia mengatakan setiap perjanjian ini menyelipkan klausul mengenai performa.

Namun demikian, Bullingham enggan menjelaskan secara detail mengenai klausul tersebut. Dia juga tidak bersedia berkomentar soal peluang mengaktifkan klausul pemutusan kontrak Tuchel setelah kegagalan ini.

"Ada klausul performa di setiap kontrak yang disusun oleh FA. Akan tetapi saya tidak akan membahas detail mengenai apa saja klausul tersebut. Kami bisa menuntutnya untuk mematuhi kontrak tersebut.

 


Kontraknya Sempat Diperpanjang

Thomas Tuchel, manajer Inggris, bereaksi selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images melalui AFP)

Bullingham juga menjelaskan keputusan untuk memberikan perpanjangan kontrak kepada Tuchel sebelum Piala Dunia dimulai. Jika kontraknya tidak diperpanjang, pria asal Jerman tersebut akan berstatus tanpa kontrak setelah turnamen berakhir.

Oleh karena itu, FA ingin menghindari ketidakpastian apa pun terkait masa depannya yang dapat membayangi kampanye skuad The Three Lions selama mengarungi Piala Dunia 2026 ini.

"Kenyataannya adalah dia merupakan manajer tingkat atas yang akan banyak diminati, dan kami tahu kami memiliki seseorang yang melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” ujar Mark Bullingham.

“Kami tidak bisa begitu saja mengharapkan seseorang untuk menunggu dan membiarkannya begitu saja demi melihat bagaimana hasil yang Anda peroleh,”ia menambahkan.

 


Menuju Euro 2028

Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Grup L Piala Dunia antara Inggris dan Kroasia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Kamis 18 Juni 2026. (AP Photo/Jessica Tobias)

Bullingham menegaskan Tuchel sudah bekerja dengan cukup baik sebagai nakhoda Timnas Inggris. Dia tampaknya masih akan dipercaya untuk mengasuh Harry Kane dkk menuju ajang Euro 2028.

“Itu bukan realitas kehidupan dalam profesi apa pun. Kami memiliki seseorang yang melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” ujar lelaki yang menjabat sebagai CEO FA sejak Agustus 2019 tersebut.

“kami pikir kami bisa mengikatnya untuk dua tahun lagi. Ini adalah Euro 2028 di mana tekanannya bahkan lebih besar, dan kami memiliki manajer yang sudah berpengalaman dan pernah melakukannya,” lanjut dia.

Sumber: Talk Sport

Berita Terkait