Bellingham Klarifikasi Momen Ketegangan dengan Messi: Tidak Ada Perselisihan

Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, meluruskan anggapan bahwa dirinya terlibat adu argumen panas dengan Lionel Messi,

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 17 Juli 2026, 06:15 WIB
Gelandang Inggris, Jude Bellingham, bereaksi pada pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Ghana di Boston Stadium, Foxborough, pada 23 Juni 2026. (MAURO PIMENTEL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, meluruskan anggapan bahwa dirinya terlibat adu argumen panas dengan Lionel Messi saat Inggris takluk 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. 

Momen tersebut menjadi sorotan setelah kamera menangkap Bellingham dan Messi saling berbicara dengan gestur tangan serta ekspresi wajah yang cukup serius pada babak pertama. Banyak yang menduga keduanya terlibat perselisihan di tengah pertandingan.

Advertisement

Namun, Bellingham menegaskan perbincangan itu sama sekali bukan pertengkaran."Kami sebenarnya sedang membahas sebuah pelanggaran. Tidak ada masalah apa pun," kata Bellingham, seperti dikutip dari ESPN

"Saya yakin semua orang akan membuatnya seolah-olah menjadi sesuatu yang besar, padahal tidak seperti itu."

Bintang Real Madrid tersebut kemudian menjelaskan isi percakapannya dengan kapten Timnas Argentina itu.

"Saya merasa ada pelanggaran sebelumnya, lalu dia berkata, 'Bagaimana dengan pelanggaran terhadap saya?' Saya menjawab, 'Kamu cukup kuat untuk mengatasinya.' Kurang lebih seperti itu."

"Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain melawan dia. Sama sekali tidak ada masalah dengan Messi. Memang kami kalah dan itu sangat menyakitkan, tetapi bisa berhadapan dengan satu di antara pemain terbaik sepanjang masa adalah sebuah privilese," lanjut Bellingham.

 


Blunder Taktik Thomas Tuchel

Ekspresi Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, saat laga kontra Meksiko pada 16 besar Piala Dunia 2026, di Stadion Azteca, Mexico City, Senin (6/7/2026) pagi WIB. (Alfredo Estrella/AFP)

Inggris sebenarnya berada di atas angin setelah Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul lebih dulu atas Argentina.

Andaikan mampu mempertahankan keunggulan tersebut, Inggris akan melaju ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 1966.

Namun, perubahan strategi yang dilakukan Thomas Tuchel, termasuk memasukkan pemain-pemain bertahan, justru menuai kritik. Argentina memanfaatkan momentum itu dengan mencetak dua gol melalui Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.

 


Harry Kane Kecewa Berat

Harry Kane (9) dan Dan Burn (15) dari Timnas Inggris bereaksi setelah pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina di Atlanta, Kamis (16-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Stephanie Scarbrough)

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah mimpi timnya menuju final harus kandas.

"Saya sangat kecewa. Kecewa untuk para pemain, staf, suporter, semuanya. Kami memainkan pertandingan yang bagus hampir sepanjang laga," ujar Kane kepada BBC Sport.

"Setelah unggul 1-0, kami seperti hanya berusaha mempertahankan keunggulan. Pada level seperti ini, itu tidak cukup. Itulah yang membuat saya sangat kecewa."

Kane juga menegaskan seluruh pemain telah memberikan segalanya sepanjang turnamen.

"Kami bekerja sangat keras untuk bisa sampai di sini. Semua pemain sudah mengeluarkan tenaga, keringat, darah, dan air mata. Karena itu, tersingkir dengan cara seperti ini terasa sangat menyakitkan," tutur Kane. 

Meski demikian, Kane mengungkapkan instruksi dari Thomas Tuchel sebenarnya bukan untuk bertahan total setelah gol Gordon tercipta.

Sang pelatih meminta timnya tetap menekan. Namun, di atas lapangan Inggris justru bermain semakin dalam, memberi ruang kepada Argentina untuk terus menekan hingga akhirnya membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke final melawan Spanyol.   

Sumber: ESPN

Berita Terkait