Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih yang berhasil mengantarkan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010, Vicente del Bosque, memberikan prediksi yang sangat menarik menjelang partai final Piala Dunia 2026.
Partai yang dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey, AS, Senin (20-7-2026) pukul 02.00 WIB itu, memang sangat ditunggu-tunggu.
Del Bosque optimistis Spanyol bisa melumpuhkan sang juara bertahan di laga puncak.
Menurutnya, La Roja memiliki keseimbangan yang sangat mumpuni untuk meredam Lionel Messi dkk. Selain karena punya pertahanan yang kukuh di Piala Dunia 2026 ini, Spanyol juga kuat ketika menguasai bola dan menyerang.
"Saya tidak bisa bersikap untuk tidak memihak, tetapi berdasarkan bagaimana jalannya pertandingan bagi kedua tim, saya percaya pada kekuatan sepak bola Spanyol,” ujar Vicente del Bosque saat berbicara di stasiun radio Spanyol, Onda Cero.
"Pertahanan mereka jarang sekali mendapat ancaman serius dan mereka tampil sangat baik di lini belakang, serta mereka juga merupakan tim yang sangat kuat dalam menyerang," lanjutnya.
Kekuatan La Roja
Seperti yang ditunjukkan Del Bosque, Spanyol telah mengukuhkan diri sebagai satu di antara skuad paling seimbang dan efisien di kedua lini lapangan.
Di sektor pertahanan, La Roja hanya kebobolan satu gol sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia ini. Satu-satunya kebobolan itu terjadi di babak perempat final melawan Belgia.
Di saat yang bersamaan, mereka mampu meredam serangan mematikan Prancis dalam kemenangan clean sheet yang dominan di babak semifinal.
Kendati bintang muda berbakat Lamine Yamal bermain dalam kondisi cedera otot kambuhan yang menghambat performa eksplosifnya, lini serang Spanyol telah terbukti memiliki kedalaman skuad yang mumpuni.
La Roja menempati peringkat kelima sebagai negara dengan gol terbanyak di Piala Dunia 2026 dengan koleksi 13 gol. Mikel Oyarzabal mencetak gol terbanyak tim dengan lima gol, dibantu oleh gol-gol krusial dari Pedro Porro, Mikel Merino, Alex Baena, Yamal, dan Fabian Ruiz.
Tidak Boleh Jemawa
Sembari menekankan bahwa ini adalah kesempatan emas bagi Spanyol untuk mengukir babak emas lainnya, Del Bosque mengingatkan agar tetap waspada. Dia menyinggung kebangkitan dramatis Argentina di semifinal saat melawan Inggris sebagai sebuah peringatan.
"Oleh karena itu, tampaknya Spanyol memiliki kesempatan luar biasa untuk memenangkan Piala Dunia kedua. Namun, kita tidak boleh jemawa dan saya rasa apa yang terjadi hari ini dalam pertandingan Inggris-Argentina adalah sebuah pelajaran, sebuah contoh," ujarnya.
Saat menghadapi Mesir di babak 16 besar, Argentina berhasil bangkit dari ketertinggalan di menit-menit akhir dengan melakukan gebrakan mengejutkan di masa injury time. Padahal, mereka sempat tertinggal dua gol, tetapi akhirnya menang 3-2.
Dengan mentalitas pantang menyerah yang menjadi ciri khas skuad asuhan Lionel Scaloni itu, peringatan Del Bosque menjadi pengingat krusial bagi Spanyol untuk menjaga intensitas pertahanan mereka hingga peluit panjang berbunyi.
Berburu Rekor Bersejarah
Vicente del Bosque dianggap sebagai manajer paling sukses dalam sejarah Spanyol, setelah berhasil memimpin menuju kejayaan dengan raihan gelar juara Euro 2012 dan juga trofi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Pelatih Spanyol saat ini, Luis de la Fuente, kini berada di ambang pintu untuk bergabung dalam jajaran legenda tersebut, dengan modal trofi UEFA Nations League dan mahkota Euro 2024 yang sudah diraihnya.
Di bawah arahan De la Fuente, Spanyol telah menyusun rekor tak terkalahkan yang menakjubkan sebanyak 37 pertandingan, secara resmi melampaui rekor milik Del Bosque sebelumnya dengan 35 pertandingan.
Catatan ini juga menyamai rekor internasional sepanjang masa yang dicetak Italia di bawah asuhan Roberto Mancini.
Jika Spanyol terhindar dari kekalahan melawan Argentina, La Roja akan berada di kelas tersendiri dengan rekor 38 pertandingan tak terkalahkan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sumber: World Soccer Talk