Piala Dunia 2026 Kelar, Wakil Ketua Federasi Sepak Bola AS Tuding Gianni Infantino Mencoreng Reputasi FIFA

Crenier mengecam Gianni Infantino karena mencoreng citra sepak bola demi mendapatkan dukungan Presiden AS, Donald Trump.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 20 Juli 2026, 17:15 WIB
Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan Spanyol merayakan kemenangan setelah mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Pergelaran Piala Dunia 2026 baru saja berakhir. Namun, tudingan terhadap FIFA terkait apa yang terjadi sepanjang Piala Dunia di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat itu sudah muncul.

Timnas Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026, setelah mengalahkan Argentina 1-0 dalam laga final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi WIB.

Advertisement

Setelah turnamen sepak bola akbar di Amerika Utara selesai, kinerja Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA, kembali mendapat sorotan. Kali ini datang dari Wakil Ketua Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, Nathan Goldberg Crenier.

Crenier mengecam Gianni Infantino karena mencoreng citra sepak bola demi mendapatkan dukungan Presiden AS, Donald Trump.

Hubungan akrab antara Infantino dengan Trump, seperti menjadi pemandangan sehari-sehari selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Crenier menulis sebuah artikel opini untuk The Guardian yang menyerukan kepada para pemimpin federasi sepak bola di seluruh dunia untuk menentang keputusan manajerial Infantino di FIFA.

Crenier berpendapat arah kepemimpinannya yang egois dan transaksional mengancam jiwa olahraga sepak bola.


Keputusan-Keputusan Kontroversial

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Crenier, yang terpilih untuk jabatan tersebut pada 2024, menyoroti upaya Infantino untuk mengambil hati Donald Trump dengan segala cara demi mendapatkan dukungan dari pemerintah AS selama masa kepresidenan Trump.

Contoh terbaru yang dikutip Crenier adalah keputusan FIFA untuk menangguhkan hukuman kartu merah yang diberikan kepada pemain tim nasional AS, Folarin Balogun, sebelum bertanding melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Balogun menerima kartu merah dalam pertandingan AS melawan Bosnia-Herzegovina karena menginjak pergelangan kaki Tarek Muharemovic.

Namun, banyak pengamat menilai pelanggaran Balogun itu tidak disengaja dan seharusnya tidak diganjar hukuman seberat itu.

Trump dilaporkan menelepon Infantino secara pribadi dan memintanya meninjau kembali hukuman larangan bermain satu pertandingan bagi Balogun. Presiden AS itu kemudian melakukan intervensi agar Balogun tetap bisa bermain.

Namun, The Times of London melaporkan ketua komite disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali, yang mengambil keputusan tersebut secara mandiri.


Cara PDKT Infantino

Presiden AS, Donald Trump, berpose dnegan jersey yang diberikan presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pertemuan di Oval Office Gedung Putih, Selasa (28/8). Presiden FIFA bertemu Trump untuk membahas kesiapan Piala Dunia 2026. (AFP/Mandel Ngan)

Nathan Goldberg Crenier kemudian menyoroti tindakan Gianni Infantino yang memberikan FIFA Peace Prize (Penghargaan Perdamaian FIFA) edisi perdana kepada Trump pada Desember 2025, saat pengundian grup Piala Dunia di Washington, D.C.

Gianni Infantino memberikan penghargaan itu kepada Trump tanpa persetujuan Dewan FIFA.

Beberapa anggota dewan mengatakan mereka tidak dimintai pendapat mengenai pembentukan penghargaan itu, apalagi mengenai keputusan untuk memberikannya kepada Trump, demikian dilaporkan oleh The Athletic.

Anggota lainnya mengaku baru mengetahui perihal penghargaan itu melalui pemberitaan media. Dampak dari keputusan-keputusan itu, menurut pandangan Crenier, pihak yang paling dirugikan adalah integritas sepak bola.


Masih Bisa Diperbaiki

Crenier menyoroti gagasan Trump menyerahkan trofi Piala Dunia 2026 kepada Timnas Spanyol yang menjadi juara bersama Infantino, seraya menyebut hal itu sebagai tindakan yang terus-menerus merendahkan olahraga sepak bola.

Nathan Goldberg Crenier mengakhiri artikel opininya dengan menyatakan rasa optimistis melihat pihak-pihak lain di dunia sepak bola yang mulai angkat bicara menentang tindakan dan etika Infantino.

UEFA, badan induk sepak bola Eropa, pada Mei lalu mengkritik sang Presiden FIFA itu karena lebih mengutamakan kepentingan politik pribadi dibandingkan kepentingan terbaik olahraga ini.

Federasi tersebut bahkan dikabarkan tengah mencari kandidat pengganti Infantino, sebagaimana dilaporkan oleh talkSPORT.

Sumber: Yahoo Sports

Berita Terkait