Presiden La Liga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA usai Piala Dunia 2026

Presiden La Liga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA usai Piala Dunia 2026

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 22 Juli 2026, 05:45 WIB
Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik keras kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Bahkan, Tebas secara terbuka meminta Infantino mundur dari jabatannya.

Tebas hadir langsung menyaksikan final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, ketika Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 untuk merebut gelar juara dunia.

Advertisement

Namun, ia menilai banyak keputusan FIFA selama turnamen lebih mengutamakan kepentingan komersial dibanding sepak bola.

"Semuanya diatur FIFA sesuai keinginan mereka sendiri, bukan demi sepak bola. Jika mereka membutuhkan jeda 27 menit, mereka akan menciptakannya," ujar Tebas.


Sorotan Kebijakan di Piala Dunia

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Salah satu sorotan utamanya adalah aturan cooling break atau jeda hidrasi. Menurut Tebas, kebijakan tersebut tidak masuk akal karena sejumlah stadion tuan rumah menggunakan pendingin udara.

"Jeda hidrasi itu lelucon. Di La Liga kami hanya melakukannya saat cuaca benar-benar panas. Di stadion Dallas, Los Angeles, dan Atlanta justru saya harus mengenakan jaket karena dingin. Itu hanya alasan untuk menambah jeda iklan," tegasnya.

Tebas juga menyinggung kontroversi yang melibatkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Ia menilai FIFA beruntung karena Amerika Serikat tersingkir oleh Belgia sehingga polemik tersebut tidak berkembang menjadi skandal yang lebih besar.

"Mereka beruntung Belgia menyingkirkan Amerika Serikat. Kalau tidak, bisa saja muncul skandal yang membuat Infantino kehilangan jabatannya. Kasus itu hanya puncak gunung es," katanya.


Sudah Waktunya Ganti

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan Spanyol merayakan kemenangan setelah mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)

Di akhir pernyataannya, Tebas menegaskan sudah waktunya terjadi pergantian kepemimpinan di FIFA.

"Infantino harus pergi. Waktunya sudah habis. Namun, dia masih mendapat dukungan dari federasi-federasi nasional. Tidak ada kandidat yang mau maju karena sistemnya memang sudah bermasalah sejak awal," ujar Tebas.

Ia juga mengklaim banyak pihak di Amerika Serikat yang menyampaikan ketidaksetujuan terhadap cara Infantino memimpin FIFA selama Piala Dunia 2026.

Berita Terkait