Bola.com, Jakarta - Peluang Arsenal merekrut bintang Real Madrid, Vinicius Junior, masih menjadi perbincangan. Koordinator situs Sportsmole, Ben Knapton, menilai transfer tersebut memang sulit diwujudkan, tetapi tetap memungkinkan dari sisi finansial.
Menurut Knapton, situasi kontrak Vinicius membuat posisi Real Madrid dalam negosiasi tidak sepenuhnya menguntungkan.
Pasalnya, kontrak pemain asal Brasil itu akan habis pada 2027 sehingga Los Blancos berisiko kehilangannya tanpa mendapatkan biaya transfer apabila tidak tercapai kesepakatan kontrak baru.
Vinicius kini berusia 26 tahun dan dinilai sedang berada di puncak performanya. Knapton juga meyakini sang winger masih memiliki ruang untuk berkembang.
Ia membandingkan Vinicius dengan Mohamed Salah yang tetap tampil impresif pada usia 33 tahun dan menyebut keduanya berada dalam kategori talenta istimewa.
Turunkan Tuntutan
Knapton menilai apabila Vinicius benar-benar tidak berniat memperpanjang kontraknya, Real Madrid kemungkinan harus melunak dalam proses negosiasi.
Meski begitu, ia menilai Real Madrid tetap dapat memasang harga yang sangat tinggi sebagai sinyal kepada klub-klub peminat.
Musim lalu, Vinicius mencatatkan 22 gol dan 14 assist di semua kompetisi bersama Real Madrid. Ia juga menyumbang empat gol dan satu assist untuk Timnas Brasil di Piala Dunia.
Menurut Knapton, kontribusi seperti itu akan membawa kualitas lini serang Arsenal ke level yang sudah lama tidak mereka miliki.
100 Juta Paun
Knapton berpendapat Arsenal tidak akan keberatan mengeluarkan dana lebih dari 100 juta paun untuk memboyong Vinicius, sekalipun kontraknya hanya menyisakan satu tahun.
Ia mencontohkan Eden Hazard yang dibeli Real Madrid dengan nilai sekitar 90 juta paun ketika memasuki tahun terakhir kontraknya bersama Chelsea.
Selain itu, Bayern Munchen mengeluarkan sekitar 80 juta paun untuk mendatangkan Harry Kane saat kontraknya di Tottenham Hotspur tinggal satu musim.
Menurut Knapton, untuk pemain dengan kualitas istimewa, situasi kontrak bukan menjadi pertimbangan utama. Klub akan lebih melihat nilai yang bisa diberikan pemain tersebut kepada tim.
Tantangan Terbesar
Kendati nilai transfer dinilai bukan masalah utama, Knapton menyebut besaran gaji bisa menjadi tantangan tersendiri.
Saat ini, pemain dengan bayaran tertinggi di Arsenal adalah Bukayo Saka yang menerima sekitar 300 ribu paun per pekan. Arsenal disebut bersedia menaikkan angka tersebut hingga 400 ribu paun per pekan untuk Vinicius.
Akan tetapi, sejumlah laporan menyebut Vinicius menginginkan gaji sekitar 30 juta euro per tahun dari Real Madrid, atau setara sekitar 450 ribu hingga 500 ribu paun per pekan.
Itulah mengapa, Knapton menilai kedua belah pihak kemungkinan harus mencapai kompromi apabila transfer tersebut benar-benar ingin diwujudkan.
Melepas Pemain
Knapton memperkirakan peluang transfer Vinicius ke Arsenal hanya sekitar lima persen. Meski demikian, ia menyebut Arsenal telah menghitung kemampuan finansial mereka dan menilai transfer tersebut memungkinkan.
Ia juga berpendapat Arsenal kemungkinan tidak akan melanjutkan rencana itu tanpa lebih dulu melepas beberapa pemain, mengingat klub sudah mengeluarkan hampir 70 juta paun untuk mendatangkan Piero Hincapie dan Christos Tzolis pada bursa transfer musim panas ini.
Sejauh ini, Arsenal memperoleh sekitar 32 juta paun dari penjualan Leandro Trossard, Jakub Kiwior, dan Karl Hein.
Namun, Knapton mempertanyakan apakah jumlah tersebut sudah cukup atau masih diperlukan penjualan pemain lain.
Menurutnya, Gabriel Martinelli yang berpotensi digantikan Vinicius di sisi kiri, serta Gabriel Jesus dan Christian Norgaard, dapat menghasilkan dana transfer yang cukup besar. Ethan Nwaneri juga disebut berpotensi dijual, meski langkah itu bisa memicu kontroversi.
Agresif di Bursa Transfer
Knapton turut menyinggung Kai Havertz dan Martin Odegaard yang kontraknya tersisa dua tahun serta sempat mengalami kendala cedera.
Ia mengakui penjualan keduanya tidak akan populer, tetapi menilai Arsenal mungkin perlu mempertimbangkannya apabila ingin lebih agresif di bursa transfer.
Ia juga menyoroti rekor penjualan termahal Arsenal yang masih dipegang Alex Oxlade-Chamberlain saat dilepas ke Liverpool dengan nilai 35 juta paun.
Sebagai perbandingan, Knapton menyebut Alejandro Garnacho dijual ke Aston Villa dengan nilai sekitar 43 juta paun, atau delapan juta paun lebih tinggi dari rekor penjualan Arsenal tersebut.
Menurut Knapton, jika Arsenal ingin merekrut pemain-pemain kelas Galactico, klub harus bersikap tegas dalam mengambil keputusan terkait penjualan pemain.
Sumber: Sportsmole