Jorge Martin Yakin Aprilia Akan Mati-matian Membantunya Rebut Gelar MotoGP 2026

Jorge Martin yakin Aprilia akan melakukan segalanya agar bisa membantunya memenangkan gelar MotoGP 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Juli 2026, 20:45 WIB
Jorge Martin dari Tim Aprilia Racing menghadiri konferensi pers di sirkuit Catalunya di Montmelo, dekat Barcelona, ​​pada 14 Mei 2026, menjelang Grand Prix Moto GP Catalunya. (Lluis GENE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Aprilia, Jorge Martin, optimistis timnya akan memberikan dukungan penuh untuk membantunya meraih gelar juara dunia MotoGP 2026, meski ia dipastikan meninggalkan pabrikan asal Noale tersebut pada akhir musim.

Juara dunia MotoGP 2024 itu memimpin klasemen sementara hingga paruh musim 2026. Martin juga telah mempersembahkan kemenangan perdana bagi Aprilia musim ini saat menjuarai MotoGP Prancis.

Advertisement

Situasi yang dihadapi Martin kali ini mengingatkan pada musim 2024. Saat itu, ia tetap memperjuangkan gelar bersama Ducati melalui tim Pramac, meski sudah lebih dulu sepakat bergabung dengan Aprilia untuk musim berikutnya.

Musim ini, Martin kembali menjalani persaingan perebutan gelar sebelum pindah ke tim lain. Setelah kontraknya bersama Aprilia berakhir, ia akan bergabung dengan Yamaha pada MotoGP 2027.


Persaingan Internal

Jorge Martin beraksi di MotoGP Prancis 2026 (AFP)

Dalam perebutan gelar musim ini, Martin bersaing ketat dengan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, serta pembalap Trackhouse Racing, Ai Ogura.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana Aprilia akan menyikapi persaingan di antara para pembalapnya. Namun, Martin mengaku tidak meragukan dukungan yang akan diberikan tim.

"Kalau saya bisa bertarung memperebutkan gelar hingga akhir musim, itu akan menjadi keuntungan. Namun, saya harus bisa sampai ke titik itu dan untuk mewujudkannya saya membutuhkan konsistensi," ujar Martin kepada Motosprint.

Menurut pembalap asal Spanyol itu, setiap rival memiliki karakter berbeda. Ia juga menilai Marco Bezzecchi sedang tampil pada level yang sangat tinggi, sementara Marc Marquez tetap menjadi pesaing yang harus diperhitungkan.

"Setiap lawan berbeda. Marco membuktikan bahwa dia berada di level yang sangat tinggi, dan masih ada juga Marc Marquez," katanya, dikutip dari Crash.


Yakin Dapat Dukungan Aprilia

Jorge Martin dari Tim Aprilia Racing berkompetisi pada balapan Sprint Grand Prix MotoGP Ceko di Brno, Republik Ceko, pada 20 Juni 2026. (Michal Cizek/AFP)

Martin meyakini CEO Aprilia, Massimo Rivola, memiliki tujuan untuk menempatkannya dalam posisi terbaik agar bisa meraih gelar juara.

"Saya rasa tujuan Rivola adalah membuat saya berada dalam posisi untuk menang."

"Pada akhirnya saya fokus kepada diri sendiri. Saya yakin dia akan melakukan segala yang dia bisa agar saya bisa menang, jadi saya tenang," ucap pembalap berusia 28 tahun itu.

Martin juga memuji kerja keras seluruh tim Aprilia, baik yang berada di markas Noale maupun di lintasan balap.

Menurutnya, mampu bersaing dengan Ducati menjadi tantangan yang menyenangkan, meski Aprilia tetap harus terus meningkatkan performa.

"Pekerjaan yang dilakukan di Noale maupun di lintasan sungguh luar biasa. Bisa bersaing dengan Ducati sangat menyenangkan, tetapi kami harus terus berkembang," ujar Martin.


Perlakuan Sama

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, merayakan kemenangannya di podium setelah memenangkan balapan Sprint Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 9 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Pada musim perebutan gelar 2024, Ducati memberikan perlakuan yang sama kepada Martin dan Francesco Bagnaia sepanjang musim.

Pabrikan asal Italia itu tetap membuka akses data seluruh pembalap Ducati serta memutuskan tidak menggunakan sasis baru karena jumlahnya tidak cukup untuk dibagikan kepada kedua kandidat juara.

Martin akhirnya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2024 dengan keunggulan 10 poin atas Bagnaia, meski hanya meraih tiga kemenangan grand prix, sedangkan rivalnya mencatatkan 11 kemenangan.

Menjelang MotoGP Inggris, persaingan di kubu Aprilia masih berlangsung sangat ketat. Martin, Ai Ogura, dan Marco Bezzecchi hanya terpaut 22 poin dalam klasemen sementara.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait