AFC Sambut Keputusan FIFA Batalkan Rencana Penjualan Piala Dunia, Tekankan Transparansi

FIFA batal jual saham Piala Dunia, AFC sambut baik dan tekankan pentingnya transparansi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 Agustus 2026, 07:15 WIB
Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menyambut baik keputusan FIFA membatalkan rencana penjualan sebagian kepemilikan Piala Dunia.

Pada Sabtu kemarin, ia juga menegaskan pentingnya setiap langkah serupa dibahas secara terbuka dan transparan di masa mendatang.

Advertisement

Sebelumnya, FIFA berencana menghimpun dana hingga 4,2 miliar dolar AS dengan menjual sekitar 20 persen saham pada unit baru yang akan mengelola berbagai ajang FIFA, termasuk Piala Dunia.

Rencana yang diumumkan pada Selasa lalu itu menuai penolakan dari sejumlah konfederasi regional, termasuk AFC.

AFC menyatakan tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya mengenai proposal tersebut.


Pernyataan AFC

Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim al-Khalifa, berbicara pada Kongres Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ke-35 di Kuala Lumpur pada 12 April 2025. (Mohd RASFAN/AFP)

Setelah mendapat banyak penolakan, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan bahwa badan sepak bola dunia itu membatalkan rencana tersebut setelah mendengarkan dengan saksama berbagai pandangan yang disampaikan.

Reuters melaporkan, dalam surat yang dipublikasikan di situs resmi AFC, Sheikh Salman mengatakan dirinya berharap setiap inisiatif yang berpotensi memengaruhi sepak bola dunia dipresentasikan dan dibahas bersama konfederasi, Dewan FIFA, asosiasi anggota, serta para pemangku kepentingan lainnya secara tepat waktu, transparan, dan bermakna.

"AFC juga menegaskan bahwa masa depan sepak bola dunia harus selalu dibentuk melalui konsultasi yang semestinya, dialog bersama, serta penghormatan terhadap struktur tata kelola yang telah berlaku dalam sepak bola," tulis Reuters.


Kritikan AFC

Logo baru AFC. Logo baru AFC yang resmi menggantikan logo lama pada 1 Januari 2025. (Bola.com/AFC)

Sebelumnya, pada Kamis, Sheikh Salman telah menyebut cara FIFA menyampaikan proposal tersebut sebagai sesuatu yang "sama sekali tidak dapat diterima" dalam surat yang dikirim kepada seluruh asosiasi anggota.

AFC yang bermarkas di Kuala Lumpur merupakan satu dari enam konfederasi di bawah FIFA. AFC bertanggung jawab menyelenggarakan berbagai kompetisi klub dan tim nasional di kawasan Asia, Timur Tengah, serta Australia.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait