Casey Stoner Dukung Pedro Acosta Gabung Ducati, Yakin Bakal Jadi Ancaman Besar

Casey Stoner mendukung keputusan Ducati merekrut Pedro Acosta untuk mendampingi Marc Marquez mulai MotoGP 2027.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 05 Agustus 2026, 15:45 WIB
Pedro Acosta dari tim Red Bull KTM Factory Racing merayakan posisi kedua di sesi sprint di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hungaria, pada 6 Juni 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Hungaria. (FERENC ISZA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Casey Stoner mendukung keputusan Ducati merekrut Pedro Acosta untuk mendampingi Marc Marquez mulai MotoGP 2027. Menurut juara dunia MotoGP dua kali itu, Acosta memiliki potensi menjadi ancaman besar setelah bergabung dengan tim pabrikan asal Italia tersebut.

Meski demikian, Stoner menilai pembalap muda Spanyol itu masih perlu menunjukkan kesabaran lebih jika ingin bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Ia menilai Acosta terkadang terlalu memaksakan diri untuk berada di depan pembalap tertentu.

Advertisement

Selain membahas Acosta, Stoner juga mengaku merasa kasihan kepada Francesco "Pecco" Bagnaia yang akan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Aprilia. Menurutnya, Bagnaia mendapat situasi yang tidak menguntungkan dalam beberapa waktu terakhir.

Stoner menilai Ducati membuat keputusan yang tepat dengan memasangkan Acosta dan Marc Marquez untuk MotoGP 2027. Menurutnya, Marquez sudah terbukti sebagai pembalap yang konsisten dan selalu mampu bangkit dari berbagai kesulitan.

"Anda tidak bisa memperdebatkan susunan pembalap Ducati untuk 2027. Marc sangat bisa diandalkan. Anda tahu apa yang akan ia hasilkan. Dia talenta luar biasa dan apa pun cedera yang dialaminya, dia selalu terus berjuang dan menemukan cara untuk meraih hasil," kata Stoner kepada MotoGP.com, Rabu (5/8/2026). 

 

 


Harus Belajar Lebih Sabar

Pedro Acosta saat diperkenalkan sebagai pembalap tim Red Bull KTM Factory Racing. (X/KTM)

Mengenai Acosta, Stoner mengakui bakat besar pembalap asal Spanyol tersebut. Namun, ia merasa Acosta masih perlu belajar lebih sabar karena terkadang terlalu berambisi untuk selalu berada di depan pembalap tertentu. 

Menurut Stoner, pendekatan seperti itu tidak akan efektif jika targetnya adalah menjadi juara dunia karena seorang pembalap harus mampu menerima bahwa ada balapan yang memang tidak bisa dimenangi.

Stoner juga menilai kemampuan Acosta akan lebih mudah diukur setelah membela Ducati. Menurutnya, selama masih mengendarai KTM, cukup sulit mengetahui level sebenarnya dari pembalap asal Spanyol tersebut.

"Saya rasa Pedro terkadang perlu sedikit lebih sabar. Dengan begitu kita akan melihat bakatnya berkembang lebih maksimal. Ketika waktunya tiba, dia pasti akan menjadi ancaman besar, terutama dengan motor yang sudah terbukti kompetitif," tuturnya.

 


Stoner Prihatin dengan Nasib Bagnaia

Pembalap MotoGP Italia dari Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mendengarkan seorang mekanik selama sesi latihan menjelang Grand Prix MotoGP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 15 November 2025. (Jose Jordan/AFP)

Selain membahas Acosta, Stoner juga menyoroti situasi Bagnaia yang akan hengkang ke Aprilia. Ia menilai banyak orang kehilangan kepercayaan kepada juara dunia MotoGP dua kali itu karena dianggap terlalu sering mengeluhkan motornya.

"Saya sangat kasihan kepada Pecco karena dalam beberapa waktu terakhir dia memang sedikit kesulitan. Semua orang kehilangan kepercayaan kepadanya karena mereka mengatakan dia hanya mengeluh bahwa motornya sama, dan sebagainya," ujar Stoner.

Stoner menegaskan melihat dari luar bahwa motor yang digunakan Bagnaia memang tidak sama. Menurutnya, gaya balap Bagnaia yang sangat halus membuat perubahan pada motor sangat memengaruhi performanya.

Stoner juga mengingatkan bahwa Bagnaia merupakan pembalap yang membawa Ducati kembali menjadi juara dunia setelah dirinya melakukannya pada 2007. Bagnaia kemudian mempersembahkan dua gelar dunia secara beruntun dan juga beberapa kali finis sebagai runner-up.

"Saya antusias melihat apa yang bisa terjadi. Semoga dia menemukan motivasi baru, keluarga baru di Aprilia, dan kembali menjadi pembalap yang percaya diri seperti sebelumnya," tambah Stoner.

Sumber: Crash

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait