Enzo Maresca Reset Man City: Semua Pemain Punya Peluang yang Sama

Pelatih asal Italia itu menerapkan konsep 'reset', yang berarti seluruh pemain memulai dari titik yang sama dan harus membuktikan kualitasnya selama pramusim.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 Agustus 2026, 22:00 WIB
Enzo Maresca, pelatih Manchester City. (Dok. X @ManCity)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Enzo Maresca, memberikan sinyal tegas kepada semua pemain asuhannya menjelang musim baru. Setelah era Pep Guardiola berakhir setelah satu dekade di Etihad Stadium, Enzo Maresca memastikan tak ada pemain yang otomatis mendapatkan tempat di skuadnya.

Pelatih asal Italia itu menerapkan konsep 'reset', yang berarti seluruh pemain memulai dari titik yang sama dan harus membuktikan kualitasnya selama pramusim.

Advertisement

Maresca mengatakan dirinya telah menyampaikan pesan yang sama kepada seluruh anggota skuad, baik pemain yang musim lalu menjadi pilihan utama maupun mereka yang lebih sering berada di bangku cadangan.

“Satu-satunya hal yang saya katakan sejak mulai bekerja kepada para pemain adalah ini merupakan sebuah reset. Semuanya memulai dari level yang sama dan pramusim akan sedikit menentukan bursa transfer,” ujar Maresca.

Pernyataan itu membuka peluang bagi sejumlah pemain yang sebelumnya masa depannya dipertanyakan. Mateo Kovacic dan Nico Gonzalez, misalnya, diyakini memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan memperjuangkan tempat di skuad.

Bagi Maresca, performa selama pramusim menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan siapa yang masuk dalam rencananya.

 
 

Persaingan Ketat Membuat Beberapa Pemain Belum Tampil

Enzo Maresca resmi diperkenalkan sebagai manajer baru Manchester City (Dok. Man City Official)

Namun, konsep kesempatan yang sama bukan berarti semua pemain mendapatkan menit bermain yang cukup. Jumlah pemain Man City yang besar membuat Maresca kesulitan memberikan kesempatan kepada seluruh anggota skuad.

Divine Mukasa menjadi salah satu pemain yang belum mendapatkan menit bermain dalam dua pertandingan persahabatan di bawah Maresca.

Pemain muda tersebut sebelumnya sudah menjalani debut bersama City di era Guardiola dan sempat dipinjamkan ke Leicester City pada paruh kedua musim lalu.

“Divine adalah pemain bagus. Masalahnya kami memiliki begitu banyak pemain sehingga kami sudah melakukan banyak rotasi dan kesulitan menemukan menit bermain untuknya, untuk Floyd [Samba], untuk Xavi [Parker],” jelas Maresca.

Menurutnya, ada tiga atau empat pemain yang belum tampil dalam laga uji coba, tetapi tetap berlatih setiap hari bersama tim utama.

“Mereka terus berkembang. Satu-satunya masalah bagi mereka saat ini adalah jumlah pemain yang kami miliki,” tambahnya.


Pramusim Jadi Penentu Masa Depan Pemain

Ilustrasi Enzo Maresca, Manchester City. (Foto by Gemini AI)

Konsep reset yang diterapkan Maresca juga membuat pramusim memiliki arti penting. Pemain yang sebelumnya bukan pilihan utama kini memiliki kesempatan untuk mengubah hierarki skuad melalui performa mereka.

Sebaliknya, pemain senior yang selama ini menjadi bagian penting Manchester City juga tidak bisa menganggap posisi mereka aman.

Situasi tersebut membuat persaingan internal semakin menarik. Maresca ingin membangun tim berdasarkan apa yang ia lihat secara langsung, bukan semata-mata berdasarkan reputasi atau performa pemain pada era Guardiola.

Dengan banyaknya pemain yang tersedia, tantangan terbesar Maresca justru bagaimana menentukan kombinasi terbaik sekaligus mengelola skuad yang gemuk.


Man City Bersiap Hadapi Arsenal di Community Shield

Manchester City saat ini menjalani tur pramusim di Asia. Mereka mengalahkan K-League All Stars dengan skor 3-1 di Seoul melalui gol Rayan Ait-Nouri, Tijjani Reijnders, dan Divin Mubama.

Namun, kondisi cuaca ekstrem di Asia menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Setelah menghadapi Atletico Madrid, City akan langsung kembali ke Inggris. Mereka kemudian menghadapi Arsenal dalam laga Community Shield di Cardiff.

Sepekan setelahnya, Maresca akan menjalani pertandingan Premier League pertamanya sebagai pelatih City ketika Bournemouth bertandang ke Etihad Stadium.

Dengan prinsip “reset” yang telah diterapkan sejak awal, pertandingan-pertandingan itu akan menjadi kesempatan bagi para pemain City untuk menunjukkan mereka layak menjadi bagian dari proyek baru Maresca.

Sumber: Manchester Evening News

Berita Terkait