Raul Fernandez Sebut Dirinya Bodoh usai Jatuh, Amarahnya Berbuah Kemenangan di MotoGP Inggris

Raul Fernandez salurkan Amarah untuk bangkit dan menang di MotoGP Inggris 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pembalap Spanyol dari tim Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez, berpose di podium setelah memenangkan Grand Prix Inggris MotoGP di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Raul Fernandez berhasil mengubah rasa frustrasi setelah mengalami akhir pekan yang buruk menjadi energi positif. Pembalap Trackhouse itu bangkit dengan meraih kemenangan dominan pada MotoGP Inggris 2026.

Hasil pada sprint sehari sebelumnya sempat menjadi pukulan bagi Fernandez. Start dari baris depan tidak berjalan baik, kemudian ia terjatuh pada lap keempat. Kegagalan finis itu terasa makin mengecewakan karena tiga pembalap Aprilia lainnya justru mengisi posisi podium.

Advertisement

Fernandez mengaku sangat kecewa kepada dirinya sendiri setelah insiden tersebut.

"Apa yang saya katakan kepada diri sendiri setelah terjatuh? Bahwa saya bodoh," ujar Fernandez.

Ia mengingat kembali percakapannya dengan Team Principal Trackhouse, David Brivio, sebelum sprint. Mereka telah membicarakan pentingnya menghindari kesalahan, tetapi Fernandez justru melakukan kesalahan yang membuatnya gagal finis.

"Karena kami sudah berbicara dengan David untuk tidak melakukan kesalahan, tetapi saya justru melakukan kesalahan bodoh," katanya.


Start Buruk

Raul Fernandez beraksi di MotoGP Inggris 2026 (AFP)

Fernandez menyadari masalah tersebut berawal dari start yang buruk. Namun, ia menilai dirinya tidak mampu menangani situasi dengan baik setelah itu sehingga makin frustrasi.

Pembalap asal Spanyol tersebut kemudian berusaha mengembalikan kondisi mentalnya pada sesi warm-up Minggu pagi. Ia menggunakan sesi tersebut untuk melampiaskan rasa frustrasinya sekaligus memahami batas kemampuan ban Michelin.

"Saya sangat fokus hari ini karena yang bisa saya kendalikan adalah hal-hal yang bergantung kepada diri saya sendiri. Jadi, saya fokus kepada diri saya," tutur Fernandez.

"Seperti yang sudah saya katakan berkali-kali, ketika sesuatu membuat saya marah, saya bisa menyalurkan kemarahan itu menjadi energi positif."


Agresif di Warm-Up

Raul Fernandez beraksi di MotoGP Inggris 2026 (AFP)

Fernandez mengatakan dirinya tampil agresif pada sesi warm-up untuk meluapkan amarah sekaligus menghindari kesalahan pada balapan utama.

"Saya keluar saat warm-up untuk melampiaskan emosi agar tidak melakukan kesalahan dalam balapan. Saya cukup marah kepada diri sendiri dan mungkin terlalu memaksakan diri," ujarnya.

Dari sesi tersebut, Fernandez mendapatkan pemahaman mengenai batas ban belakang. 

"Di sana saya memahami bahwa mungkin batas ban adalah mencoba mencatat 1 menit 58,4 detik atau 1 menit 58,5 detik. Jadi, dalam balapan saya langsung mencoba berada di kisaran 1 menit 59 detik rendah," ungkap Fernandez.

Menurut Fernandez, pemahaman tersebut membuatnya tidak terlalu memikirkan performa ban pada bagian akhir balapan. Ia juga mengakui pilihan ban belakang soft turut berperan dalam insiden yang dialaminya pada sprint, meski ia sudah memperkirakan degradasinya akan tinggi.


Kredit ke Brivio

Pemenang balapan, pembalap Spanyol dari tim Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez (tengah), merayakan kemenangannya di podium bersama pembalap Spanyol dari tim Aprilia Racing yang finis di posisi kedua, Jorge Martin (kiri), dan pembalap Italia dari tim Aprilia Racing yang finis di posisi ketiga, Marco Bezzecchi, usai gelaran MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Fernandez turut memberikan kredit kepada Brivio, yang membantunya mengubah rasa frustrasi menjadi sesuatu yang lebih positif.

"Sehari sebelumnya, saya masih berpikir untuk menggunakan ban belakang medium hingga saat-saat terakhir. Jadi, ada kompromi dan saya sebenarnya tidak terlalu yakin dengan keputusan itu," ungkapnya.

"Ketika menjalani sprint, saya mungkin frustrasi dan mungkin karena alasan itu juga saya terjatuh kemarin."

Namun, Fernandez merasa senang karena tim, khususnya Brivio, mampu memberinya sesuatu untuk mengubah frustrasi tersebut menjadi energi positif.

"Ketika saya mengalami frustrasi seperti ini, tim memberikan sesuatu yang bisa mengubahnya menjadi energi yang baik. Saya menggunakan frustrasi itu untuk menjadi lebih cepat, jadi mungkin itu membantu," tutur Fernandez.


Jaga Peluang Juara

Pembalap Spanyol dari tim Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez (kiri), menyemprotkan sampanye untuk merayakan kemenangannya di podium bersama pembalap Spanyol dari tim Aprilia Racing yang menduduki posisi kedua, Jorge Martin (kanan), usai balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Pada balapan utama, Fernandez mampu menunjukkan respons yang jauh berbeda. Ia langsung mengambil alih posisi terdepan sejak awal dan kemudian melaju meninggalkan para pesaing.

Fernandez finis sebagai pemenang dengan keunggulan lebih dari 2,5 detik atas pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keduanya di kelas premier sekaligus kemenangan pertamanya pada musim 2026.

Hasil di MotoGP Inggris itu sekaligus menghidupkan kembali harapan Fernandez untuk bersaing dalam perebutan gelar juara.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait