6 Pelatih Top yang Masih Menganggur pada Musim Panas 2026: Ada Guardiola hingga Conte

6 Pelatih Top yang Masih Menganggur pada Musim Panas 2026: Ada Guardiola hingga Conte

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 10 Agustus 2026, 16:15 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (AFP/Darren Staples)

Bola.com, Jakarta - Bursa transfer pemain bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian menjelang musim 2026/2027. Sejumlah pelatih papan atas juga masih belum memiliki klub dan berpotensi menjadi incaran klub-klub besar Eropa.

Nama-nama besar seperti Pep Guardiola, Antonio Conte, Arne Slot hingga Didier Deschamps masuk dalam daftar pelatih elite yang saat ini tersedia.

Advertisement

Mereka memiliki rekam jejak berbeda. Ada yang baru saja meninggalkan klub, ada pula yang sengaja mengambil waktu istirahat sebelum kembali ke pinggir lapangan.

Berikut enam pelatih top yang masih berstatus tanpa klub dan berpotensi menjadi incaran klub-klub besar.


1. Pep Guardiola

Pelatih Manchester City Pep Guardiola memantau dari pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa di Manchester, Minggu, 24 Mei 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

 

Pep Guardiola menjadi nama terbesar dalam daftar ini.

Pelatih asal Spanyol tersebut saat ini belum diketahui akan langsung kembali menangani klub setelah meninggalkan Manchester City.

Selama bertahun-tahun di Etihad Stadium, Guardiola membawa City menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa.

Ia mempersembahkan berbagai gelar, termasuk Premier League dan Liga Champions, serta membangun gaya permainan yang menjadi identitas Manchester City.

Guardiola memang diyakini membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum menentukan langkah berikutnya.

Tim nasional bisa menjadi salah satu opsi menarik jika Guardiola kembali ke dunia kepelatihan.

Meski demikian, dengan reputasinya, nama Guardiola hampir pasti akan terus dikaitkan dengan setiap posisi pelatih bergengsi yang tersedia.

 


2. Antonio Conte

Antonio Conte ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia setelah tiga musim bersama Si Nyonya Tua. Ia mampu membuat Timnas Italia tampil impresif dengan skema 3-5-2 ala Juventus. Sayangnya, Conte harus terhenti di perempatfinal Euro 2016 bersama Gli Azzurri. (AFP/Marcello Paternostro)

Antonio Conte berada di posisi kedua dalam daftar ini.

Pelatih asal Italia tersebut baru meninggalkan Napoli setelah membawa klub itu meraih kesuksesan. Namun, masa depannya kemungkinan besar tidak akan lama tanpa pekerjaan.

Conte disebut-sebut berpeluang kembali menangani Timnas Italia. Kendati demikian, belum ada kepastian sehingga secara status ia masih tersedia.

Rekam jejak Conte di level klub tidak perlu diragukan.

Ia pernah membawa Juventus, Chelsea, Inter Milan, dan Napoli meraih gelar liga.

Karakter Conte yang mampu memberikan dampak instan membuatnya menjadi pilihan menarik bagi klub yang memiliki ambisi besar tetapi membutuhkan perubahan cepat.


3. Didier Deschamps

Pelatih kepala Timnas Prancis, Didier Deschamps, tiba menjelang pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia di Philadelphia pada 23 Juni 2026. (Mauro PIMENTEL / AFP)

Didier Deschamps juga masuk dalam daftar pelatih yang masih tersedia setelah masa tugasnya bersama Timnas Prancis berakhir.

Deschamps memiliki pengalaman luar biasa sebagai pemain maupun pelatih. Ia pernah menangani Monaco, Juventus, dan Marseille di level klub.

Berbagai trofi berhasil diraihnya, sebelum kemudian membawa Prancis meraih kesuksesan besar di level internasional.

Meski sudah berusia 57 tahun, Deschamps masih memiliki kapasitas untuk menangani klub besar Eropa.

Pengalamannya membuatnya menjadi kandidat kuat jika ada klub elite yang membutuhkan pelatih dengan mental juara.


4. Arne Slot

Manajer Liverpool, Arne Slot, bereaksi saat final FA Community Shield antara Liverpool dan Crystal Palace di Stadion Wembley, London, Minggu, 10 Agustus 2025. (AP Photo/Dave Shopland)

Arne Slot juga masuk dalam daftar pelatih elite yang tersedia.

Pelatih asal Belanda tersebut memiliki reputasi setelah membawa Liverpool meraih kesuksesan sebelum akhirnya berpisah dengan klub tersebut.

Nama Slot kemudian dikaitkan dengan sejumlah posisi bergengsi, termasuk Timnas Belanda.

Namun, ia diprediksi belum akan terburu-buru kembali ke sepak bola internasional. Slot masih memiliki banyak waktu untuk menentukan proyek berikutnya.

Dengan pengalaman menangani klub besar, Slot diyakini tidak akan kesulitan mendapatkan tawaran menarik.

 


5. Filipe Luis

Filipe Luis menjadi kandidat paling menarik dalam daftar ini. Pelatih asal Brasil itu tengah naik daun setelah sukses bersama Flamengo. Hal ini sesuai dengan arah rekrutmen Chelsea dalam beberapa tahun terakhir. (AFP/Mauro Pimentel)

Filipe Luis menjadi salah satu nama yang cukup mengejutkan dalam daftar ini.

Mantan bek Atletico Madrid tersebut telah menunjukkan potensi besar sejak beralih profesi menjadi pelatih. Bersama Flamengo, ia berhasil mengoleksi tujuh trofi, termasuk gelar Liga Brasil dan Copa Libertadores.

Flamengo juga pernah mengalahkan Chelsea pada ajang Piala Dunia Antarklub serta memberikan perlawanan sengit kepada Bayern Munchen.

Keberhasilannya tersebut membuat Filipe Luis menarik perhatian klub-klub Eropa.

Meski belum memiliki pengalaman melatih di Eropa, usia yang masih 40 tahun dan pendekatan sepak bolanya membuatnya menjadi kandidat menarik untuk proyek jangka panjang.


6. Julian Nagelsmann

Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, memperlihatkan ekspresi gembira setelah tim asuhannya berhasil memastikan tiket Piala Dunia 2026 menjadi milik mereka usai kemenangan telak 6-0 atas Slowakia di Red Bull Arena, Leipzig, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. (Ronny HARTMANN / AFP)

Julian Nagelsmann menjadi salah satu nama menarik dalam daftar ini. Pelatih asal Jerman tersebut masih berusia 38 tahun, tetapi sudah memiliki pengalaman menangani sejumlah klub besar.

Nagelsmann pernah membawa RB Leipzig melaju hingga semifinal Liga Champions. Ia kemudian dipercaya menangani Bayern Munchen dan sukses meraih gelar Bundesliga.

Namun, reputasinya sedikit menurun setelah dua turnamen besar bersama Timnas Jerman tidak berjalan sesuai harapan.

Pekerjaan berikutnya akan menjadi kesempatan penting bagi Nagelsmann untuk kembali membuktikan kualitasnya di level klub. Premier League juga bisa menjadi destinasi menarik bagi sang pelatih.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait