Jorge Martin Sudah Berubah: Fokus Gelar MotoGP 2026, Tak Lagi Terobsesi Menang di Setiap Balapan

Pembalap Aprilia, Jorge Martin, mengungkap perubahan besar pola pikirnya dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 14 Agustus 2026, 09:45 WIB
Pembalap Spanyol dari tim Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez (kiri), menyemprotkan sampanye untuk merayakan kemenangannya di podium bersama pembalap Spanyol dari tim Aprilia Racing yang menduduki posisi kedua, Jorge Martin (kanan), usai balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Aprilia, Jorge Martin, mengungkap perubahan besar pola pikirnya dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Ia mengaku kini tidak lagi terobsesi untuk selalu memenangkan balapan atau mempertahankan posisi terdepan di klasemen.

Martin justru menunjukkan kematangan dalam menghadapi persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini. Setelah melewati periode sulit pada 2025, pembalap asal Spanyol tersebut kembali menjadi salah satu kandidat kuat juara MotoGP.

Advertisement

Pada MotoGP Inggris di Silverstone akhir pekan lalu, Martin tampil impresif. Ia merebut pole position dalam sesi kualifikasi sebelum finis di posisi pertama dan kedua pada dua balapan yang digelar.

Hasil tersebut membuat Martin semakin kukuh di puncak klasemen dengan keunggulan 31 poin.

Meski demikian, Martin tidak ingin terbebani statusnya sebagai pemimpin klasemen. Ia mengaku pengalaman pada 2024, ketika berhasil menjadi juara dunia, membuatnya menyadari bahwa terlalu terobsesi berada di posisi terdepan justru menguras energi.

"Untuk saya sekarang, saya tidak terlalu peduli apakah berada di posisi pertama, kedua, atau lainnya. Saya hanya berusaha terus berkembang," ujar Martin, seperti dikutip dari Motorsport, Jumat (14/8/2026). 

"Saya selalu berpikir bagaimana bisa lebih baik dan memiliki kesempatan untuk bertarung memperebutkan gelar hingga akhir musim. Jika saya punya kesempatan untuk memperjuangkan gelar, itu sudah cukup bagi saya."

 


Sempat Pesimistis

Jorge Martin beraksi di MotoGP Prancis 2026 (AFP)

Martin mengakui dirinya memiliki pola pikir berbeda ketika menjalani persaingan menuju gelar juara dunia dua tahun lalu.

"Saat itu, saya benar-benar terobsesi untuk selalu berada di depan dan memimpin. Namun, hal tersebut sebenarnya menguras banyak energi," katanya.

"Sekarang, saya tidak fokus pada hasil, tetapi bagaimana menjadi atlet yang lebih baik dan menjadi Jorge yang lebih baik. Konsekuensinya, kami melakukan hal-hal yang tepat dan saya berada di posisi terdepan."

Martin sempat pesimistis dengan peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia memasuki paruh kedua musim 2026. Rentetan hasil kurang memuaskan sebelum jeda musim panas membuat kepercayaan dirinya menurun.

Namun, performa impresif di Silverstone mengubah situasi. Martin kembali menemukan setelan motor yang sesuai dengan gaya balapnya.

Ia kembali menggunakan arah setup yang membantunya meraih kemenangan dominan pada MotoGP Prancis di Le Mans pada Mei lalu. Selain itu, Martin juga menjadi satu-satunya pembalap yang menggunakan paket aerodinamika baru Aprilia di Inggris.

 

 


Berharap Jadi Titik Balik

Jorge Martin dari Tim Aprilia Racing memeriksa rem motornya saat meninggalkan pit selama sesi latihan bebas kedua di Grand Prix MotoGP Catalunya di sirkuit Catalunya di Montmelo, dekat Barcelona, ​​pada 16 Mei 2026. (Lluis GENE/AFP)

Martin berharap performanya di Silverstone menjadi titik balik dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.

"Hal yang paling penting bagi saya, jauh lebih penting daripada poin atau hasil, adalah kami kembali memiliki kecepatan," ujar Martin.

"Saya lebih memilih bertarung untuk kemenangan dan melakukan kesalahan ketika berada di depan daripada finis keenam setiap akhir pekan."

"Saya sangat, sangat senang bisa kembali memiliki kecepatan dan saya akan menikmati seluruh musim ini."

Saat ini, Jorge Martin memimpin klasemen pembalap MotoGP 2026 dengan raihan 240 poin. 

Posisi kedua ditempati Marco Bezzhecci dengan torehan 209 poin, sedangan Ai Ogura menduduki peringkat ketiga dengan 203 poin. 

Sumber: Motorsport

 

Berita Terkait