Bola.com, Jakarta - Liga Inggris 2026/27 segera bergulir pada Jumat (21/8/2026) waktu setempat, dibuka dengan Arsenal menjamu Coventry City di Emirates Stadium.
Start positif di pekan-pekan awal selalu diincar seluruh peserta untuk membangun momentum, baik dalam perburuan gelar, perebutan tiket Eropa, maupun upaya menghindari zona degradasi.
Namun, jalur awal tidak merata. Sejumlah klub langsung bertemu lawan-lawan tangguh sebelum jeda internasional pertama.
Fulham termasuk yang paling terjal. The Cottagers menatap lima lawan pembuka yang menuntut kesiapan tinggi di bawah komando pelatih anyar.
Pembukaan Liga Inggris 2026/27 dan Rute Sulit Fulham
Rangkaian pertandingan sebelum jeda internasional pertama berpotensi menjadi tolok ukur ambisi klub-klub musim ini. Bagi tim yang memasuki fase transisi, periode pendek ini bisa menentukan arah performa berikutnya.
Di antara peserta, Fulham berpotensi memiliki salah satu jadwal tersulit pada pekan-pekan awal. Penentuan ritme sejak kick-off musim bakal krusial untuk menjaga laju.
Dengan lawan-lawan yang menantang menunggu di depan, margin kesalahan The Cottagers pada fase awal kompetisi terbilang tipis.
Era Baru Fulham di Bawah Alvaro Arbeloa
Fulham menatap musim baru bersama pelatih anyar, Alvaro Arbeloa, yang ditunjuk menggantikan Marco Silva. Marco Silva meninggalkan klub untuk menangani Benfica.
Arbeloa kini ditantang menerapkan gaya bermainnya sekaligus memastikan para pemain beradaptasi cepat. Dalam situasi seperti ini, jadwal awal yang ringan lazimnya membantu tim menemukan ritme.
Yang terjadi justru sebaliknya. Pada laga pembuka, Fulham akan menjamu rival sekota, Chelsea, di Craven Cottage—sebuah duel London Barat yang jarang jadi panggung ideal bagi awal era baru.
Setelah itu, Fulham harus bertandang ke Stadium of Light menghadapi Sunderland. Meski mungkin tidak seberat Chelsea, lawatan ini tetap menantang karena Sunderland tidak terkalahkan dalam 15 dari 19 pertandingan kandang pada musim lalu.
Derbi London Lain, Ujian Anfield, dan Tekanan Kontra United
Ujian berlanjut pada pekan ketiga. Fulham kembali berduel dengan rival ibu kota, kali ini Crystal Palace, di Craven Cottage untuk menjaga konsistensi di kandang.
Rangkaian sulit tersebut naik level ketika The Cottagers melawat ke Anfield menantang Liverpool. The Reds diperkirakan kembali menjadi salah satu kandidat dalam persaingan gelar Premier League, sehingga meraih poin di markas Liverpool akan menjadi tantangan besar bagi tim asuhan Arbeloa.
Jika empat pertandingan pertama sudah berat, partai terakhir sebelum jeda internasional juga tidak kalah menuntut. Fulham kembali ke Craven Cottage untuk menghadapi Manchester United.
Statistik historis menambah konteks duel ini: kemenangan kandang terakhir Fulham atas Setan Merah di Premier League terjadi pada Desember 2009.
Start yang Bisa Menentukan Momentum
Dengan Chelsea, Sunderland, Crystal Palace, Liverpool, dan Manchester United sebagai lima lawan pertama, Fulham harus langsung menunjukkan kesiapan di bawah Arbeloa sejak pekan perdana.
Hasil dari rangkaian tersebut belum tentu menentukan perjalanan sepanjang musim, tetapi performa sebelum jeda internasional pertama dapat menjadi indikator penting mengenai seberapa cepat Fulham beradaptasi dengan perubahan pelatih.
Bagi Arbeloa, tantangannya jelas: membawa Fulham melewati periode sulit tersebut tanpa kehilangan terlalu banyak poin sekaligus membangun fondasi untuk menjalani musim Premier League 2026/27 dengan lebih percaya diri.