Chris Paul Dirumorkan Masuk Struktur Lakers usai Akuisisi dari Bob Iger

Akuisisi Lakers $12,5 miliar oleh Bob Iger–Josh Kushner memicu rumor Chris Paul ke manajemen. Jeanie Buss tetap gubernur, persetujuan NBA masih ditunggu.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 17 Agustus 2026, 16:35 WIB
Phoenix Suns bangkit di kuarter kedua. Skuat asuhan Monty Williams berhasil ungguli Bucks dengan skor 31-13. Alhasil, Chris Paul (kiri) dkk berhasil unggli skor hingga selisih lima poin (47-42) atas Bucks. (Foto: AP/Aaron Gash)

Bola.com, Jakarta - Chris Paul kembali jadi buah bibir. Di tengah perubahan besar di Los Angeles Lakers, legenda NBA itu dirumorkan masuk jajaran manajemen tim setelah akuisisi oleh Bob Iger dan Joshua Kushner, dilaporkan Los Angeles Times dan Forbes.

Waralaba ikonik tersebut dilepas dengan valuasi $12,5 miliar, rekor tertinggi untuk waralaba olahraga di Amerika Serikat. Transaksi ini terjadi kurang dari setahun setelah Mark Walter membeli Lakers dari keluarga Buss seharga $10 miliar.

Advertisement

Kesepakatan kepemilikan anyar itu masih menanti persetujuan Dewan Gubernur NBA. Jeanie Buss akan tetap menjabat sebagai gubernur tim setidaknya selama lima tahun ke depan, memastikan jejak keluarga Buss tetap hadir dalam struktur organisasi.

Dari kubu ESPN, Dave McMenamin menyebut sejumlah sumber liga mengaitkan Paul dengan proyek baru Lakers. "Beberapa sumber di liga menyarankan kepada ESPN bahwa Chris Paul yang baru pensiun dapat memiliki peran," ujar McMenamin. Ramona Shelburne juga menandai nama Paul sebagai sosok yang patut diperhatikan pasca-pengambilalihan oleh Iger dan Josh Kushner.


Akuisisi Lakers dan Agenda Kepemilikan Baru

Masuknya Bob Iger dan Joshua Kushner membawa rekor valuasi $12,5 miliar bagi Lakers, mengungguli kesepakatan waralaba olahraga lain di AS. Angka tersebut menegaskan status Lakers sebagai salah satu aset paling bernilai di liga.

Transisi ini terjadi tidak lama setelah Mark Walter mengakuisisi tim dari keluarga Buss seharga $10 miliar. Meski kepemilikan beralih, kesinambungan tetap dijaga dengan mandat Jeanie Buss sebagai gubernur tim minimal lima tahun.

Iger diperkirakan akan terlibat lebih aktif dalam pengelolaan dibanding Kushner, yang cenderung berperan di balik layar. Pemosisian ini berpotensi mempercepat penentuan arah tim, termasuk pengisian peran di level front office.


Kedekatan Chris Paul dan Bob Iger

Guard Phoenix Suns Chris Paul saat melawan Los Angeles Lakers dalam pertandingan NBA di Staples Center, Sabtu, 23 Oktober 2021. (AP Photo/Marcio Jose Sanchez)

Koneksi personal antara Paul dan Iger menjadi salah satu faktor yang memantik spekulasi. Iger diketahui pemegang tiket musiman LA Clippers dan membangun kedekatan saat Paul memperkuat waralaba tersebut.

Hubungan itu kian erat ketika Iger menjadi tuan rumah peluncuran buku memoar Paul, "Sixty-One," pada 2023. Momentum tersebut menegaskan relasi yang melampaui sekadar perkenalan di ranah profesional.

Pada Maret, Paul juga menyambangi Iger di kantor Disney untuk mendukung temannya itu saat membereskan barang-barangnya setelah 52 tahun bekerja di perusahaan tersebut. Jalinan personal inilah yang kini dikaitkan dengan peluang Paul di struktur Lakers.


Peran yang Dibidik Chris Paul di Manajemen Lakers

Belum ada diskusi formal yang dilaporkan, namun skenarionya mengarah pada posisi konsultan atau kapasitas front office. Seorang anggota manajemen tim Wilayah Timur bahkan menilai Paul bisa memulai sebagai konsultan, menjadi suara basket tepercaya bagi pemilik, eksekutif, pelatih, dan pemain.

ESPN mencatat peluang tersebut melalui laporan McMenamin. "Beberapa sumber di liga menyarankan kepada ESPN bahwa Chris Paul yang baru pensiun dapat memiliki peran," tegasnya. Ramona Shelburne sebelumnya turut mengidentifikasi Paul sebagai nama yang patut dicermati dalam rencana kepengurusan Lakers.

Paul dikenal luas memiliki kecerdasan basket tinggi. Selama 21 musim karier NBA yang berakhir dengan pensiun pada Februari, ia terbiasa membaca permainan dan menuntut pertanggungjawaban rekan setimnya. Dengan Iger diperkirakan lebih aktif dalam kepemilikan baru ini, lintasan Paul menuju jajaran pengambil keputusan Lakers dinilai kian terbuka.


Memori Gagal Gabung Lakers dan Nuansa Ironi

Lima belas tahun lalu, Paul nyaris berseragam Lakers. Saat itu, kesepakatan pertukaran dengan New Orleans Pelicans telah disetujui sehingga ia berpeluang berduet dengan almarhum Kobe Bryant.

Namun, trade tersebut diveto oleh Komisaris NBA saat itu, David Stern, sehingga transfer urung terjadi. Episode itu menjadi salah satu bab tersengit dalam dinamika transaksi pemain di liga.

Bergabung ke Lakers di tahun 2026 akan menjadi sebuah ironi bagi Paul. CP3 baru bisa mewujudkan membela Lakers usai pensiun.

Berita Terkait