Bola.com, Jakarta - Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP pada era mesin 1.000cc masih terbuka lebar. Selisih antara enam pembalap teratas hanya 56 poin, sementara musim masih menyisakan 10 seri.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai seri berikutnya di Aragon dapat memberikan gambaran mengenai pembalap yang benar-benar berpeluang menjadi juara dunia.
Tiga posisi teratas klasemen sementara ditempati pembalap Aprilia, Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura. Setelah itu, ada dua pembalap Ducati, Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, yang merupakan pemenang di Silverstone, melengkapi enam besar.
Faktor Marquez
Jika pola persaingan sebelumnya berlanjut, persaingan Aprilia dan Ducati dapat kembali bergantung pada kecocokan motor masing-masing dengan karakter setiap sirkuit.
Selain itu, ada faktor Marc Marquez.
Juara dunia sembilan kali itu tampil dominan di Balaton Park dan Sachsenring, dua sirkuit yang memiliki arah berlawanan jarum jam serta banyak tikungan yang membutuhkan pengereman dan akselerasi.
Karakter tersebut dinilai sesuai gaya balap Marquez sekaligus kondisi bahu kanannya saat ini.
Aragon Bisa Jadi Penentu
Seri Aragon pada akhir pekan mendatang juga menjadi satu di antara sirkuit yang memiliki catatan bagus bagi Marquez.
Ia telah tujuh kali memenangi grand prix di sana dan selalu menang dalam empat balapan yang diikutinya bersama Ducati.
Dua kemenangan diraih bersama Gresini pada 2024 dan dua lainnya bersama tim pabrikan Lenovo tahun lalu.
"Kami tahu bahwa Aragon adalah sirkuit Marc," kata Rivola.
"Masih ada 370 poin yang bisa diperebutkan, tetapi Aragon dapat memberi kami gambaran mengenai siapa yang akan menjadi kandidat juara sebenarnya pada masa mendatang," imbuhnya.
Performa Paruh Kedua
Aprilia memiliki catatan kurang baik pada paruh kedua musim 2023 dan 2024, terutama ketika menjalani seri-seri di luar Eropa.
Namun, catatan itu membaik pada musim lalu setelah Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez meraih kemenangan pada penghujung musim, meski Marc Marquez saat itu absen karena cedera.
"Secara statistik, kami bisa mengatakan bahwa pada masa lalu kami tampil buruk pada paruh kedua musim, sedangkan tahun lalu kami cukup kuat," ujar Rivola.
Rivola berharap performa Aprilia pada paruh kedua musim lalu bisa menjadi gambaran yang lebih baik untuk masa depan dibandingkan catatan mereka sebelumnya.
Ia juga menilai bukan berarti performa Aprilia otomatis berubah hanya karena memasuki paruh kedua musim.
"Menurut saya, yang paling penting adalah bagaimana kondisi fisik para pembalap. Akhirnya, kami mulai melihat Jorge dalam kondisi yang baik, dan Marco sekarang memiliki waktu satu pekan lagi untuk memulihkan kondisinya sebelum Aragon," lanjut Rivola.
Sumber: Crash