FIFA Pecat Pejabat Senior, Gara-gara Mengkritik Keras Gianni Infantino

Chief Operating Officer (COO) Kevin Lamour resmi diberhentikan dari jabatannya, kurang dari tiga pekan setelah melontarkan kritik keras terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 18 Agustus 2026, 09:45 WIB
Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA kembali diguncang kabar mengejutkan. Chief Operating Officer (COO) Kevin Lamour resmi diberhentikan dari jabatannya, kurang dari tiga pekan setelah melontarkan kritik keras terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Seperti dikutip dari BBC, Selasa (18/8/2026), Lamour diketahui secara terbuka menentang rencana Infantino terkait Fifa Forward Enterprise (FFE), proyek yang sempat disiapkan untuk menjual sebagian kepemilikan dalam kompetisi FIFA kepada investor swasta.

Advertisement

BBC Sport mendapat informasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Lamour berakhir pada 17 Agustus 2026.

"FIFA mengonfirmasi bahwa hubungan kerja dengan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer telah berakhir pada 17 Agustus 2026. FIFA berterima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya," demikian pernyataan FIFA.

Kabar tersebut disampaikan kepada para staf FIFA melalui email yang dikirim Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, pada Senin (17/8/2026) malam.

Grafstrom menyebut FIFA dan Lamour telah sepakat untuk berpisah setelah melalui sejumlah pembahasan.

 


Tudingan Proyek Satu Orang

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Pemecatan Lamour terjadi tidak lama setelah dirinya menyampaikan kritik terbuka terhadap proyek FFE.

Bulan lalu, Lamour menyebut rencana tersebut sebagai proyek satu orang. Ia juga meminta para pemimpin sepak bola dunia untuk mulai mempertanyakan keputusan yang diambil FIFA.

"Ini adalah proyek satu orang. Kini waktunya bagi para pemimpin politik sepak bola untuk mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengambil keputusan yang tepat," ujar Lamour.

Ia bahkan menuding administrasi FIFA telah ditipu terkait proyek yang akhirnya dibatalkan tersebut.

"Misi kami, misi ratusan pegawai FIFA yang penuh semangat, berdedikasi, dan luar biasa, adalah melayani sepak bola," katanya.

"Seorang presiden harus menyatukan orang-orang, mempersatukan mereka, dan menginspirasi mereka. Hari ini, kami justru mengalami hal yang sebaliknya."

 


Tak Diundang dalam Pertemuan Penting

Lamour menyadari pernyataannya bisa berdampak terhadap posisinya di FIFA. Namun, ia menegaskan memiliki tanggung jawab bukan hanya kepada institusi tempatnya bekerja, tetapi juga terhadap nilai-nilai yang diyakininya serta rekan-rekan kerjanya.

"Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan tersebut. Setidaknya, saya bisa tidur nyenyak malam ini," tegasnya.

Lamour bergabung dengan FIFA pada November 2024 setelah sebelumnya menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal UEFA. Dalam struktur organisasi FIFA, posisinya berada dua tingkat di bawah Infantino.

Awal bulan ini, Infantino mendapat dukungan dari sejumlah pejabat senior FIFA dalam sebuah pertemuan di Maroko.

Namun, BBC Sport melaporkan Lamour tidak diundang dalam pertemuan tersebut.

Kini, setelah hubungan kerjanya dengan FIFA berakhir, Lamour belum memberikan komentar terkait pemecatan tersebut.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait