Gianni Infantino Kena Tamparan dari Negara Asalnya, Swiss Cabut Dukungan untuk Pilpres FIFA 2027

Gianni Infantino telah kehilangan dukungan dari negara asalnya, Swiss, menjelang pemilihan presiden FIFA tahun 2027.

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Swiss (SFV) resmi mencabut dukungannya terhadap pencalonan Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA.

Keputusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam meningkatnya tekanan terhadap Presiden FIFA menjelang pemilihan 2027.

SFV sebelumnya menyatakan dukungan kepada Infantino pada Juni 2026.

Namun, laporan terbaru dari JapanToday menyebutkan, setelah melakukan evaluasi terhadap berbagai perkembangan dalam beberapa bulan terakhir, komite pusat federasi Swiss memutuskan menarik dukungan tersebut pada 25 September. Keputusan itu diumumkan secara resmi pada 30 September.

SFV menyebut persoalan kepemimpinan, tata kelola, transparansi, proses pengambilan keputusan, serta integritas kompetisi sebagai sejumlah isu yang menimbulkan pertanyaan mendasar.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Swiss Soroti Integritas dan Tata Kelola FIFA

SFV menegaskan bahwa kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, serta keterlibatan lembaga yang memiliki kewenangan secara efektif merupakan syarat penting untuk membangun kepercayaan terhadap tata kelola sepak bola internasional.

Menurut laporan JapanToday, Presiden SFV Peter Knabel mengatakan masih terdapat pertanyaan penting mengenai latar belakang, tanggung jawab, dan proses pengambilan keputusan di FIFA yang belum terjawab secara meyakinkan.

Karena itu, federasi Swiss menyatakan bahwa tidak dapat lagi mempertanggungjawabkan dukungannya terhadap pencalonan Infantino.

Rencana Komersialisasi Piala Dunia Jadi Sorotan

Salah satu persoalan utama yang membuat dukungan terhadap Infantino melemah adalah rencana FIFA Forward Enterprise.

Rencana tersebut sempat membuka kemungkinan pembentukan entitas komersial yang mengelola hak atas sejumlah kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan peluang masuknya investor swasta.

Proposal tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak dan akhirnya dibatalkan tidak lama setelah terungkap ke publik pada akhir Juli 2026.

UEFA kemudian menjadi salah satu pihak yang paling keras menentang rencana tersebut. Disisi lain, bulan Agustus kemarin UEFA juga dilaporkan menyiapkan pengaduan hukum di Swiss terkait dugaan persoalan pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan rencana tersebut.

Jadwal Pemilihan Presiden FIFA

Infantino sebelumnya telah mengumumkan akan mencalonkan diri untuk kembali menjadi Presiden FIFA pada 2027. Ia menyampaikan niat tersebut dalam Kongres FIFA di Vancouver pada Mei 2026.

Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko, dengan 211 federasi anggota FIFA memiliki hak suara.

Sementara itu, UEFA dijadwalkan bertemu dengan 55 federasi anggotanya di Berlin untuk membahas kemungkinan menghadirkan kandidat penantang sebelum batas waktu pendaftaran pada 18 November.

 

Sumber: Japan Today

Video Populer

Foto Populer