Arsenal vs Coventry City: Statistik Jelang Duel di Pekan Pembuka Liga Inggris

Statistik Arsenal vs Coventry City jelang pekan pertama Liga Inggris 2026-27, termasuk rekor kandang, laga pembuka, dan catatan Mikel Arteta.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 21 Agustus 2026, 08:52 WIB
Gelandang Arsenal nomor punggung 29, Kai Havertz (kiri), merayakan gol keduanya bersama rekan-rekan setim setelah mencetak gol dalam pertandingan sepak bola FA Community Shield Inggris antara Arsenal dan Manchester City di Principality Stadium, Cardiff, Wales Selatan, pada 16 Agustus 2026. (Glyn KIRK / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pertandingan Arsenal vs Coventry City menandai awal perjalanan kedua tim di Premier League 2026-27 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Pertandingan pekan pembuka Liga Inggris di Emirates Stadium tersebut dijadwalkan kick-off pukul 02.00 WIB.

Arsenal mengawali misi mempertahankan gelar setelah musim lalu menjadi juara Premier League. The Gunners juga membawa modal kemenangan 3-0 atas Manchester City pada Community Shield.

Advertisement

Coventry hadir dengan status juara Championship 2025-26 setelah mengoleksi 95 poin, unggul 11 angka dari Ipswich Town. Tim asuhan Frank Lampard itu kembali ke kasta tertinggi Inggris setelah terakhir tampil pada musim 2000-01.


Rekor Arsenal di Laga Pembuka

Pemain Arsenal Martin Odegaard (kiri) mencetak gol ketiga timnya dalam laga final FA Community Shield antara Arsenal vs Manchester City di Cardiff, Wales, Minggu, 16 Agustus 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Arsenal memenangkan empat pertandingan pembuka Premier League secara beruntun. Rentetan tersebut dimulai setelah mereka kalah 0-2 dari Brentford pada laga pembuka musim 2021-22.

Jika kembali meraih kemenangan, Arsenal akan menyamai catatan terbaik klub berupa lima kemenangan beruntun pada laga pertama musim. Rekor tersebut sebelumnya tercipta pada periode 2001-02 hingga 2005-06.

Arsenal juga memiliki catatan impresif menghadapi tim promosi. Sejak musim 2023-24, mereka memenangkan 17 dari 18 pertandingan Premier League melawan tim yang baru naik kasta, dengan satu-satunya pengecualian berupa hasil imbang 2-2 melawan Sunderland musim lalu.


Coventry Dibayangi Catatan Negatif

Pelatih Coventry City, Frank Lampard memeluk pemainnya Jack Rudoni setelah timnya kalah dari Sunderland dalam laga leg 2 babak semifinal play off Championship di Stadium of Light, Sunderland, Inggris, Selasa (13/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/Owen Humphreys)

Coventry belum pernah memainkan pertandingan liga di Emirates Stadium. Dua kunjungan mereka sebelumnya ke markas Arsenal berakhir dengan kekalahan telak, yakni 1-6 di Piala Liga pada 2012 dan 0-4 di Piala FA pada 2014.

Pertandingan ini juga menjadi laga Premier League pertama Coventry setelah jeda 25 tahun 94 hari. Jarak tersebut menjadi jeda terpanjang antara dua pertandingan sebuah klub dalam sejarah kompetisi.

The Sky Blues juga memiliki catatan kurang baik saat menghadapi juara bertahan di kandang lawan. Mereka kalah dalam tujuh laga tandang liga terakhir menghadapi juara kasta tertinggi Inggris, termasuk kekalahan 2-4 dari Manchester United pada April 2001.


Arteta Memburu Kemenangan ke-150

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memegang trofi saat merayakan gelar Liga Inggris mereka setelah pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace dan Arsenal di London, Inggris, Minggu, 24 Mei 2026. (AP Photo/Kin Cheung)

Arsenal memenangkan lima pertandingan liga terakhir musim lalu dalam perjalanan menuju gelar juara. Sebagai juara bertahan, mereka juga memenangi tiga laga pembuka Premier League sebelumnya, termasuk dua pertandingan menghadapi tim promosi.

Pertandingan ini turut menjadi kesempatan bagi Mikel Arteta untuk mencatat kemenangan ke-150 di Premier League. Pelatih Arsenal tersebut telah meraih 149 kemenangan dari 248 pertandingan dan akan menjadi manajer kelima yang mencapai 150 kemenangan dalam kurang dari 250 laga jika berhasil mengalahkan Coventry.

Arteta juga memiliki rekor positif dalam pertemuannya dengan Lampard setelah kalah pada pertemuan pertama pada Desember 2019. Sejak saat itu, Arteta tidak terkalahkan dalam lima pertemuan berikutnya dan memenangkan empat pertandingan terakhir secara beruntun.

Sumber: BBC

Berita Terkait