Bola.com, Kudus - Audisi Umum PB Djarum dikenal sebagai satu jalan besar menuju perwujudan mimpi anak-anak Indonesia untuk jadi pebulutangkis dunia. Digelar setiap tahun, banyak peserta yang menolak menyerah mengejar mimpinya.
Satu di antaranya adalah Lusia Maheswari Gracia Pengajeng. Pebulutangkis putri ini mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 untuk kategori KU12.
Menariknya, keikutsertaannya di Audisi Umum PB Djarum 2026 bukan yang pertama dilaluinya. Lusia juga sempat mengikuti audisi yang digelar pada 2025, tetapi terhenti di tahap turnamen.
"Saya mau membuktikan diri, makanya mau ikut lagi tahun ini. Jadi saya persiapannya lebih keras, latihan yang kencang dan tidak boleh kendor," ujar Lusia.
"Saya latihan sekali sehari setelah pulang sekolah. Selama mempersiapkan diri ke Kudus, saya juga mengurangi penggunaan hape, agar bisa lebih fokus dan lebih siap secara fisik," lanjutnya.
Mimpi Besar
Semangat pantang menyerah yang diperlihatkan Lusia tak lepas dari mimpi besar di dunia bulutangkis.
Bahkan bukan tanpa alasan ia memilih mengikuti Audisi Umum PB Djarum hingga dua tahun berturut-turut.
"Mimpi terbesar saya pastinya mau menjadi pemain dunia," ujar Lusia.
"Makanya saya mau masuk PB Djarum, karena banyak yang berhasil menjadi pemain kelas dunia dari sini," lanjutnya.
Mengejar Super Tiket
Setelah tahap screening dilakukan selama dua hari, rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus akan berlanjut ke fase turnamen yang dihelat selama tiga hari, yakni sejak Jumat (11/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026).
Pada hari terakhir turnamen, akan diumumkan peserta yang berhak meraih Super Tiket dan meneruskan perjuangannya ke tahap karantina.
Untuk mengamankan Super Tiket, peserta putra wajib menembus babak semifinal. Sedangkan untuk pebulutangkis putri, Super Tiket akan diberikan bagi pebulutangkis muda yang sukses mencapai babak final.
Selain melalui jalur kemenangan di lapangan, peluang peserta bergabung dengan PB Djarum masih terbuka melalui Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat yang diberikan kepada peserta dengan potensi menjanjikan guna diasah lebih lanjut, meski gagal lolos ke semifinal ataupun final pada Tahap Turnamen.
Super Tiket bukan akhir dari perjuangan bergabung dengan PB Djarum. Para peserta akan menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.
Selama itu, mereka akan menjalani kehidupan sehari-hari sebagai atlet PB Djarum dan memperoleh penilaian atas kedisiplinan, teknik serta kualitas yang dimiliki sebelum akhirnya dinyatakan sebagai atlet binaan PB Djarum.