Bola.com, Jakarta - Como 1907 mengawali perjalanan bersejarah di Liga Champions dengan luar biasa. Tampil di kandang sendiri, Stadio Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, Como menghancurkan RB Leipzig dengan skor telak 4-1.
Tadi malam terasa semakin spesial bagi Nico Paz. Gelandang asal Argentina itu sebelumnya membuat keputusan penting dengan bertahan di Como 1907, meski memiliki keterkaitan dengan Real Madrid.
Kini, keputusan itu terasa makin tepat. Nico Paz mengakui salah satu alasan dirinya memilih tetap berseragam Como adalah demi menikmati malam-malam besar seperti pertandingan melawan Leipzig.
Como menjalani pertandingan Liga Champions pertama dalam sejarah klub dengan penuh percaya diri.
Mereka bahkan mampu tampil tanpa rasa gentar meski menghadapi Leipzig dalam ajang paling bergengsi di Eropa.
Martin Baturina menjadi pemain yang membuka keunggulan Como. Tidak berhenti sampai di situ, Baturina kembali memberi kontribusi penting dengan menciptakan assist untuk Tasos Douvikas.
Pada babak kedua, Como semakin menggila. Assane Diao menambah keunggulan sebelum Maxi Perrone yang masuk sebagai pemain pengganti ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Leipzig hanya mampu membalas melalui tembakan keras Andrija Maksimovic. Namun, gol itu tidak cukup untuk menghentikan pesta Como yang akhirnya menang 4-1.
Menariknya, seluruh pencetak gol Como merupakan pemain yang sudah berada di klub tersebut pada musim sebelumnya.
Mereka pun seolah membuktikan bahwa keberhasilan menembus Liga Champions bukan sebuah kebetulan.
Nico Paz: Saya Memilih Bertahan untuk Malam seperti Ini
Nico Paz menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan Como meraih kemenangan besar tersebut. Meski tidak mencetak gol, pemain Argentina itu menyumbangkan dua assist.
Usai pertandingan, Nico Paz mengungkapkan betapa spesialnya malam tersebut.
"Ini malam yang bersejarah. Kami menjalani laga yang luar biasa, kami sangat bersemangat untuk memainkan laga ini dan kami sangat bahagia," ujar Paz kepada Sky Sport Italia.
Nico Paz kemudian menegaskan bahwa keputusan untuk bertahan di Como memang sudah dipertimbangkan matang-matang.
"Ini adalah malam-malam seperti inilah yang membuat saya ingin bertahan. Saya tahu di sinilah saya akan berkembang paling banyak dan saya sangat senang dengan keputusan saya. Saya membuat pilihan yang tepat," ujarnya.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Paz tidak menyesali keputusannya untuk melanjutkan karier di Como.
Real Madrid memang masih memiliki opsi untuk membawanya kembali. Namun, Nico Paz tetap memilih bertahan di Italia karena yakin Como merupakan tempat terbaik untuk perkembangan kariernya.
Baturina Jadi Bintang, Paz Kerja Keras di Balik Layar
Nico Paz juga memberikan pujian khusus kepada Baturina yang tampil luar biasa melawan Leipzig.
Menurutnya, Baturina mampu membaca ruang dengan sangat baik dan memanfaatkannya untuk memberikan ancaman kepada pertahanan lawan.
"Baturina adalah pemain yang luar biasa. Dia melihat ruang yang bisa dimanfaatkan untuk menyakiti Leipzig dan dia melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Paz.
Como memang harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keunggulan setelah unggul 3-1. Paz mengakui timnya harus lebih banyak bertahan pada babak kedua.
Bahkan, ia sendiri tidak mengetahui dari mana datangnya tenaga tambahan ketika memberikan assist untuk gol keempat Como.
"Kami harus lebih banyak bertahan di babak kedua karena unggul 3-1. Saya tidak tahu dari mana mendapatkan energi pada menit-menit akhir untuk memberikan assist, tetapi saya mengerahkan seluruh tenaga."
Dua assist itu membuat Paz menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam kemenangan bersejarah Como.
Sempat Dinilai Belum 100 Persen Fit
Meski tampil impresif, performa Nico Paz ternyata tidak luput dari sorotan. Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, yang menjadi analis di studio Sky Sport Italia, menilai sang gelandang belum berada dalam kondisi kebugaran terbaik.
Nico Paz sendiri mengakui pertandingan itu memang tidak mudah baginya. Ia mendapat pengawalan ketat sepanjang pertandingan sehingga ruang geraknya cukup terbatas.
"Itu pertandingan yang sulit karena saya selalu dikawal pemain nomor 27 mereka sepanjang pertandingan. Hal itu membuka ruang untuk rekan-rekan setim saya," ujar Paz.
Kondisi tersebut membuat Paz tidak mendapatkan bola sebanyak biasanya. Namun, situasinya sedikit berubah setelah jeda pertandingan.
"Saya tidak mendapatkan bola sebanyak biasanya, tetapi setelah jeda saya mendapatkannya sedikit lebih banyak. Tentu saja, saya selalu bisa melakukan lebih baik."
Kemenangan atas RB Leipzig membuat Como menjadi satu-satunya wakil Italia yang meraih kemenangan pada matchday pertama Liga Champions.
Inter Milan dan Napoli mengalami kekalahan, sedangkan AS Roma hanya bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce.
Bagi Como dan Nico Paz, tadi malam bukan sekadar kemenangan. Itu adalah pembuktian bahwa keputusan untuk bertahan dan berkembang bersama klub Italia tersebut mulai memberikan hasil yang manis.
Sumber: Football Italia