Debut Jordan Henderson Bersama Chelsea Tuai Reaksi Keras Suporter

Debut yang tidak mulus dialami Jordan Henderson saat tampil melawan mantan klubnya.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 19 September 2026, 22:21 WIB
Ekspresi gelandang Chelsea, Jordan Henderson, saat pertandingan Liga Inggris 2026/2027 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. (Glyn Kirk/AFP)

Bola.com, Jakarta - Gelandang veteran Inggris, Jordan Henderson, akhirnya melakoni laga debut penuh bersama Chelsea saat bertandang ke markas Brentford pada lanjutan Premier League, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB.

Namun, momen yang telah dinantikan tersebut berujung sadis setelah The Blues dipaksa bertekuk lutut dengan skor telak 0-3 di hadapan publik tuan rumah.

Advertisement

Pemain berusia 36 tahun itu bergabung dengan skuad Stamford Bridge dengan status bebas transfer pada musim panas lalu setelah berpisah dari Brentford.

Kepindahannya sempat memicu perdebatan sengit di kalangan pendukung lantaran faktor usia serta rekam jejak panjangnya sebagai mantan kapten rival bebuyutan mereka, Liverpool.

Sebelumnya, penampilan perdana mantan gelandang The Reds ini sempat tertunda akibat cedera pergelangan tangan yang dialaminya kala membela Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Setelah dinyatakan pulih sepenuhnya, manajer Chelsea, Xabi Alonso, langsung memercayakan lini tengah timnya kepada sang senior, meski laga debut tersebut harus berakhir menyakitkan.


Satu Dari Lima Pilihan Tersisa Yang Dimiliki Chelsea

Ekspresi gelandang Chelsea, Jordan Henderson, saat pertandingan Liga Inggris 2026/2027 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. (Glyn Kirk/AFP)

Dalam pertandingan tersebut, gawang The Blues dibobol berturut-turut oleh Jaidon Anthony pada menit ke-61, Igor Thiago menit ke-83, serta Fabio Carvalho pada masa injury time 90+4.

Hasil tragis ini menandai salah satu kekalahan terburuk dalam karier kepelatihan Xabi Alonso, yang mana barisan penyerang seperti Cole Palmer dan Morgan Rogers dibuat tak berdaya oleh pertahanan rapat lawan.

Henderson bermain penuh selama 90 menit melawan mantan klubnya dan terus dihujani sorakan boikot dari suporter tuan rumah setiap kali menguasai bola.

Meskipun tidak luput dari kritik, penampilannya dinilai masih lebih stabil dibandingkan beberapa rekannya seperti Pedro Neto, walau efektivitas umpan silangnya masih dipertanyakan setelah hanya berhasil menyelesaikan satu dari sepuluh percobaan.

Peran Henderson diperkirakan bakal jauh lebih krusial dari rencana awal menyusul kepindahan Enzo Fernandez ke Manchester City dan kegagalan transfer Lamine Camara dari AS Monaco di menit-menit akhir.

Kini, eks kapten Liverpool tersebut menjadi satu dari lima pilihan tersisa yang dimiliki Alonso di sektor tengah Chelsea.


Pujian dan Kritik

Gelandang Inggris di Piala Dunia 2026, Jordan Henderson. (AFP)

Usai pertandingan, tanggapan pendukung Chelsea di media sosial terbelah menjadi dua kubu yang berseberangan.

Sebagian fans mengapresiasi ketenangan dan pengalaman yang dihadirkan Henderson, dengan menganggapnya mampu memberikan stabilitas di tengah rapuhnya struktur permainan tim saat menghadapi tekanan.

Salah seorang suporter di platform X menuliskan pujian atas kontribusi sang pemain "Henderson diam-diam terlihat sangat solid dalam debutnya di Chelsea. Dia membawa pengalaman, ketenangan, dan sedikit kendali di lini tengah. Tepat jenis stabilitas yang hilang dari tim kita."

Sebagian pendukung juga mengapresiasi kerja kerasnya yang memenangi duel perebutan bola di area pertahanan.

Namun, gelombang kritik tak kalah kencang datang dari pendukung yang meragukan kapasitas fisiknya di usianya saat ini.

"Setiap tim yang mengandalkan Jordan Henderson sebagai gelandang bertahan bukanlah tim yang serius. Paling bagus hanya finis di papan tengah musim ini," tulis suporter lainnya yang mengeluhkan kurangnya variasi serangan dari sang veteran.

Sumber: Give Me Sport

 

Berita Terkait