Tottenham Kalah Lagi, Roberto De Zerbi Pilih Tak Bicara dengan Pemainnya

Tottenham menelan kekalahan 2-3 di kandang dari Aston Villa pada laga pekan kelima Liga Inggris.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 September 2026, 09:15 WIB
Pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Italia, Roberto De Zerbi, tampak sedang mengamati jalannya pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Aston Villa di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 19 September 2026. (Ben STANSALL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, sangat kecewa setelah timnya kalah 2-3 dari Aston Villa pada pertandingan pekan kelima Premier League di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (19-9-2026).

Ia menyoroti cara Spurs kebobolan dua gol pertama dalam pertandingan tersebut.

Advertisement

De Zerbi juga meminta para pemain yang dianggap sebagai pemimpin di dalam skuad untuk menjalankan perannya dengan lebih baik.

Menurutnya, mereka harus mampu memimpin tim ketika situasi pertandingan mengharuskan Spurs bertahan dengan lebih kompak.

"Saya tidak ingin berbicara tentang babak pertama. Ketika kami mendominasi pertandingan, kami menciptakan lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Kami bermain dengan baik," ujar De Zerbi dalam konferensi pers seusai pertandingan.


Peringatan ke Pemain

Gelandang Tottenham Hotspur, Savio, menggiring bola saat menghadapi Aston Villa pada laga Premier League 2026/2027 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Sabtu (19/9/2026). (Ben Stansall/AFP)

De Zerbi lebih memilih membahas alasan Tottenham kebobolan gol pertama. Ia menilai timnya seharusnya bisa bertahan lebih kuat dan berkomunikasi dengan lebih baik ketika hanya memiliki 10 pemain.

"Saya menempatkan Bentancur sebagai bek tengah pada menit itu dan Mateus Fernandes sebagai gelandang. Jadi, jika kami mendapat kartu merah, kami bisa bermain 40 menit, 70 menit, 60 menit dengan 10 pemain. Apa masalahnya?" kata De Zerbi.

Pelatih asal Italia itu juga menyoroti gol kedua Aston Villa yang menurutnya tidak seharusnya terjadi.

Ia mengaku tidak mengetahui apakah ada pemain yang kehilangan energi, tetapi menilai Spurs tidak semestinya kebobolan dengan cara tersebut dari situasi tendangan gawang.

De Zerbi sebelumnya telah mengingatkan para pemainnya mengenai permainan bola panjang Aston Villa.

Ia menyebut Villa musim ini memainkan bola panjang 86 persen lebih banyak dibandingkan musim lalu dan mengaku telah membahas hal tersebut dalam sejumlah pertemuan sebelum pertandingan.

"Saat kami harus bertahan, kami harus bertahan dengan kompak. Para pemimpin harus menjadi pemimpin dan memimpin tim," ujar De Zerbi.


Awal Terburuk

Pemain Aston Villa, Johan Manzambi, melakukan selebrasi setelah mencetak gol pembuka dalam pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Aston Villa di Stadion Tottenham Hotspur, London, Sabtu, 19 September 2026. (Andrew Matthews/PA via AP)

Kekalahan tersebut menjadi awal terburuk Tottenham di Premier League setelah lima pertandingan.

Spurs baru mengoleksi dua poin dengan selisih gol minus enam, melewati catatan awal buruk mereka pada musim 2008/2009 yang juga mengumpulkan dua poin, tetapi dengan selisih gol minus tiga.

De Zerbi tampak frustrasi sepanjang pertandingan. Ia beberapa kali menarik kausnya menutupi wajah ketika Tottenham gagal mencetak gol pada babak pertama.

Pada babak kedua, ia terlihat duduk di bangku cadangan sambil memegangi kepala ketika Aston Villa mulai mengendalikan permainan.

"Saya sangat kecewa, sangat sedih, dan sangat frustrasi dengan penampilan kami karena kami tidak boleh kalah dalam pertandingan seperti ini," kata De Zerbi.

Ia kembali menegaskan Tottenham tidak seharusnya kehilangan keseimbangan hanya karena tertinggal pada babak pertama.


Bungkam dengan Pemain

Para pemain Spurs berkumpul membentuk lingkaran di lapangan menjelang sepak mula pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Aston Villa di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 19 September 2026. (Ben STANSALL/AFP)

De Zerbi mengaku telah meminta empat pemain depan untuk tetap tenang pada awal babak kedua karena pertandingan masih menyisakan banyak waktu.

"Menit ke-50, 51, seluruh babak kedua, tetap tenang, bermain, menikmati permainan dan jangan mengambil risiko. Kami mengambil ruang atau ketika masuk ke sepertiga akhir dengan lebih berhati-hati. Tetapi, gol yang kami kebobolan, gol kedua, sungguh luar biasa," ujarnya.

Setelah pertandingan, De Zerbi memutuskan untuk tidak berbicara dengan para pemainnya.

Sementara itu, Aston Villa kini telah tiga kali menang di Tottenham Hotspur Stadium dalam setahun terakhir, jumlah yang sama dengan kemenangan Tottenham di kandang tersebut.

Tottenham masih harus menunggu hingga setelah jeda internasional berikutnya untuk kembali memburu kemenangan pertama musim ini.

Spurs baru akan menjalani pertandingan berikutnya pada 10 Oktober 2026 dengan menghadapi Manchester United di Old Trafford.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait