Enzo Fernandez Cetak Gol Spektakuler di Premier League, tapi Manchester City Hadapi Masalah Besar

Enzo Fernandez akhirnya mencetak gol pertamanya untuk Manchester City sekaligus gol pertamanya sejak mencetak gol penyeimbang kedudukan pada semifinal Piala Dunia.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 21 September 2026, 16:15 WIB
Dari kiri, Rico Lewis dari Manchester City, Matheus Nunes dari Manchester City, Enzo Fernandez dari Manchester City melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Coventry City di Manchester, Inggris, Sabtu, 5 September 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Manchester City meraih kemenangan dramatis 5-3 atas Sunderland. Namun, di balik pesta 8 gol itu, muncul satu persoalan yang harus segera dipecahkan manajer Enzo Maresca: Bagaimana menemukan peran terbaik untuk Enzo Fernandez.

Gelandang Argentina itu memang tampil gemilang dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Ia membuka keunggulan Man City melalui gol tendangan bebas spektakuler dari sudut sempit.

Advertisement

Namun, setelah delapan gol tercipta, performa Enzo Fernandez juga memperlihatkan kelemahan yang membuat lini tengah Manchester City kehilangan keseimbangan.

Dengan harga transfer mencapai 125 juta pound, Fernandez didatangkan untuk menjadi salah satu bagian penting dari proyek baru Man City. Namun, perannya di tengah masih menyisakan pertanyaan.


Gol Spektakuler Fernandez Jadi Awal Pesta Gol

Enzo Fernandez lakoni debut bersama Manchester City saat menghadapi Coventry City di Liga Inggris 2026/2027, Sabtu (5/9/2026). (AFP/Peter Powell)

Enzo Fernandez akhirnya mencetak gol pertamanya untuk Manchester City sekaligus gol pertamanya sejak mencetak gol penyeimbang kedudukan pada semifinal Piala Dunia.

Gol itu tercipta melalui tendangan bebas yang menunjukkan kualitas tekniknya.

Dari sudut yang sangat sempit, Fernandez memilih mengarahkan bola melewati pagar betis Sunderland dan masuk ke tiang dekat.

Keputusan itu cukup mengejutkan karena posisi tersebut biasanya dianggap sulit untuk menghasilkan gol, terutama bagi pemain kaki kanan.

Kiper Sunderland, Robin Roefs, tampaknya tidak mengantisipasi Enzo Fernandez akan langsung melepaskan tembakan. Bola melengkung melewati pagar hidup sebelum bersarang di gawang.

Fernandez kemudian dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Namun, keputusan tersebut mendapat reaksi negatif dari suporter Sunderland.

Di tengah pesta delapan gol, performa Fernandez memang memberikan gambaran yang cukup lengkap mengenai kelebihan sekaligus persoalan yang masih harus diperbaiki.

 
 

Fernandez Mulai Menunjukkan Kualitas di Manchester City

Enzo Fernandez resmi tinggalkan Chelsea dan gabung Manchester City di bursa transfer musim panas 2026. (Dok. X @ManCity)

Secara individu, Fernandez sebenarnya menjalani awal karier yang cukup baik bersama City.

Ia tidak terlihat terbebani dengan banderol 125 juta pound yang membuatnya menjadi salah satu pemain termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.

Fernandez sebelumnya tampil impresif dalam pertandingan Liga Champions melawan Porto.

Ia memberikan umpan lambung untuk gol Erling Haaland dan terlihat mulai membangun koneksi dengan striker Norwegia tersebut.

Penampilannya juga mendapat pujian ketika City menghadapi Manchester United. Saat City bermain dengan 10 pemain, Fernandez justru terlihat menikmati tantangan tersebut.

Ia juga mulai mengambil tanggung jawab dalam situasi bola mati setelah mengenakan nomor 17 yang sebelumnya identik dengan Kevin De Bruyne.

Namun, masalah Fernandez bukan terletak pada kualitas teknis. Persoalan utamanya adalah bagaimana ia ditempatkan dalam sistem permainan Man City.


Lini Tengah Man City Kehilangan Keseimbangan

Pertandingan melawan Sunderland memperlihatkan sisi berbeda Fernandez. Man City memang mencetak lima gol, tetapi Sunderland mampu mengeksploitasi ruang di tengah lapangan.

Elliot Anderson bahkan terlihat seperti bekerja sendirian untuk menjaga keseimbangan lini tengah. Fernandez beberapa kali bergerak terlalu jauh dari area tengah.

Instruksi Maresca memang terkadang mengharuskannya bergerak mendekati sisi lapangan, tetapi pergerakannya membuat posisi City di tengah menjadi lebih rentan.

Fernandez dapat berperan seperti gelandang nomor 10 yang frustrasi. Ketika ia terlalu sering bergerak ke depan atau melebar, ruang di depan lini belakang menjadi lebih terbuka.

"Balance" menjadi kata yang digunakan Maresca setelah pertandingan.

Manchester City memang kekurangan keseimbangan. Mereka belum memiliki koherensi lini tengah seperti yang selama bertahun-tahun terlihat di era Pep Guardiola.


Harga 326 Juta Pound Belum Menjawab Semua Masalah

Manchester City menghabiskan sekitar 326 juta pound pada musim panas untuk membangun kembali lini tengah mereka. Namun, investasi besar itu tetap meninggalkan persoalan.

Man City kehilangan Rodri, salah satu gelandang bertahan terbaik dunia. Mereka juga kehilangan Bernardo Silva, pemain serbabisa yang dalam perkembangannya sering beroperasi lebih dalam bersama Rodri.

Situasi itu membuat pertanyaan mengenai perekrutan Fernandez semakin menarik.

Ketika masih di Chelsea, Enzo Fernandez awalnya diproyeksikan sebagai gelandang yang memiliki tanggung jawab defensif. Namun, seiring waktu ia justru semakin sering bergerak ke posisi yang lebih maju.

Bersama Man City, situasinya menjadi lebih rumit karena mereka juga memiliki Rayan Cherki.

Cherki merupakan salah satu pemain paling kreatif City dan lebih nyaman bermain sebagai nomor 10.

Agar Cherki bisa bermain bebas, City membutuhkan dua gelandang di belakangnya yang mampu memberikan perlindungan defensif.

Jika Fernandez juga menginginkan kebebasan untuk bergerak ke depan, Man City membutuhkan struktur yang lebih kuat di belakangnya.


Maresca Harus Segera Menemukan Formula yang Tepat

Enzo Maresca dikabarkan Sky Sports telah mencapai kata sepakat dengan Chelsea untuk duduk di kursi manajer. (AFP/Darren Staples)

Persoalan itu belum tentu jadi masalah permanen. Fernandez masih dalam proses beradaptasi dengan rekan-rekan barunya. Ia sudah mengenal filosofi Maresca dari pengalaman sebelumnya.

Selain itu, pertandingan melawan Sunderland bisa saja hanya menjadi satu pengecualian setelah Man City mencatat empat clean sheet secara beruntun sebelumnya.

Namun, ada alasan mengapa penampilan Fernandez di laga tersebut perlu mendapat perhatian.

Selama bertahun-tahun, lini tengah Manchester City di bawah Guardiola identik dengan kontrol permainan dan keunggulan jumlah pemain di area tengah.

Ketika menghadapi Sunderland, kontrol tersebut tidak terlihat konsisten. Anderson bahkan tampak terlalu terbebani ketika harus menghadapi beberapa pemain lawan sekaligus.

Dengan banderol 125 juta poundsterling, Fernandez tentu diharapkan menjadi bagian penting dari solusi City, bukan justru menambah persoalan struktural.

Jika Maresca mampu menemukan keseimbangan antara kebebasan Fernandez, kreativitas Cherki, dan perlindungan defensif di belakang keduanya, Man City bisa memiliki lini tengah yang sangat berbahaya.

Namun, jika Fernandez terus meninggalkan area tengah, City berisiko membuat salah satu pemain termahal mereka bermain di posisi yang justru tidak paling dibutuhkan tim.

Sumber: Independent


Persaingan di Premier League

Berita Terkait