Gagasan Juergen Klopp Bagi Timnas Jerman Jadi 2 Tuai Pujian

Juergen Klopp menuai pujian berkat gagasannya membagi skuad Jerman menjadi dua.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 September 2026, 11:15 WIB
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi menunjuk Jurgen Klopp sebagai pelatih kepala Timnas Jerman dengan kontrak berdurasi empat tahun, Jumat (24/7/2026). (AFP/John MACDOUGALL)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Jurgen Klopp membagi Timnas Jerman menjadi dua kelompok untuk empat pertandingan internasional pertamanya mendapat sambutan positif.

Sebanyak 44 pemain dipanggil Klopp untuk menjalani empat laga tersebut dalam upayanya membangun kembali reputasi Jerman sebagai satu di antara kekuatan sepak bola dunia.

Advertisement

Skuad Jerman mulai berkumpul pada Senin waktu setempat di pusat latihan mereka di Herzogenaurach.

Klopp, yang mulai menangani Jerman pada Juli lalu setelah tim tersingkir secara mengejutkan dari Piala Dunia 2026, sudah menyiapkan dua kelompok yang masing-masing berisi 22 pemain.

Kedua kelompok itu akan menjalani empat pertandingan Nations League. Klopp menggunakan skema tersebut saat mulai membangun kembali Timnas Jerman menuju Euro 2028.

Jerman merupakan juara dunia empat kali. Namun, mereka tersingkir lebih awal dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir dan belum meraih kesuksesan di level internasional sejak menjadi juara dunia pada 2014.


Pujian Matthaeus

Gelandang Jerman #17, Florian Wirtz, merayakan gol ketiga timnya bersama rekan-rekan setimnya selama pertandingan persahabatan internasional antara Swiss dan Jerman di St. Jakob-Park di Basel, Swiss pada 28 Maret 2026. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Lothar Matthaeus, kapten Jerman saat menjuarai Piala Dunia 1990, menilai keputusan Klopp tersebut sebagai gagasan yang sangat baik.

"Saya menilai ini ide yang luar biasa, dia memanggil 44 pemain. Bukan hanya pemanggilan pemainnya, tetapi juga gagasan untuk membagi mereka menjadi dua skuad," ujar Matthaeus, dikutip dari Reuters.

Menurut Matthaeus, pembagian tersebut masuk akal karena Jerman harus memainkan empat pertandingan dalam sembilan atau 10 hari, sementara kompetisi domestik dan Eropa sudah berlangsung.

"Dengan empat pertandingan dalam sembilan atau 10 hari, masuk akal memiliki dua skuad karena liga dan kompetisi Eropa sudah berjalan. Ini sangat bagus," katanya.


Musiala dan Kimmich

Pemain Paraguay, Mauricio menyundul bola melewati pemain Jerman Joshua Kimmich selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Stadion Boston di Foxborough, AS, Senin (29/06/2026). AFP/ Jewel Samad

Jerman akan mengandalkan Jamal Musiala dan kapten Joshua Kimmich dalam dua pertandingan pertama Nations League.

Keduanya akan tampil saat menghadapi Belanda di Amsterdam, Kamis, dan Yunani di Augsburg, Minggu.

Musiala dan Kimmich kemudian tidak akan bermain ketika Jerman menjamu Serbia dan menghadapi Yunani lagi kali ini dalam pertandingan tandang.

Selain memungkinkan Klopp mengumpulkan data yang dibutuhkan, pembagian skuad memberi keuntungan bagi para pemain karena mereka tidak perlu terlalu lama meninggalkan klub.

Mereka juga akan menjalani jumlah pertandingan internasional yang lebih sedikit ketika musim klub sudah berlangsung.

Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Hans-Joachim Watzke, turut memberikan apresiasi terhadap gagasan Klopp tersebut.

"Ini ide yang menarik darinya untuk memiliki dua tim berbeda dalam empat pertandingan. Anda harus terlebih dahulu mendapatkan ide untuk melakukan hal itu. Saya menyukainya," ujar Watzke.


Ide Menarik

Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi menunjuk Jurgen Klopp sebagai pelatih kepala Timnas Jerman dengan kontrak berdurasi empat tahun, Jumat (24/7/2026). (AFP/John MACDOUGALL)

Watzke mengungkapkan Klopp sudah lama memikirkan konsep tersebut. Ia juga menyatakan keyakinannya terhadap keputusan menunjuk Klopp sebagai pelatih Timnas Jerman.

"Saya tahu dia sudah lama memikirkannya. Saya merasa sangat baik dengan penunjukan Jurgen. Anda tidak perlu memikirkan Euro 2028 sejak September. Masih ada waktu untuk bereksperimen dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?" kata Watzke.

Klopp, yang merupakan satu di antara tokoh publik paling terkenal di Jerman, juga sempat menjadi sorotan ketika memperkenalkan skuadnya pada Kamis waktu setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Klopp mengatakan ingin mengambil kembali ekspresi kebanggaan nasional dari "orang-orang yang salah".

Pernyataan itu secara luas dipandang sebagai sindiran terhadap kelompok sayap kanan.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait