UEFA Susun Strategi untuk Singkirkan Gianni Infantino dari Kursi Presiden FIFA

Para petinggi sepak bola Eropa bertemu untuk merancang strategi guna melengserkan Gianni Infantino dari jabatan presiden FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Oktober 2026, 10:15 WIB
Ilustrasi FIFA Vs UEFA. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Para petinggi sepak bola Eropa sedang menyusun langkah untuk mencari kandidat yang bisa menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA.

Waktu makin mendesak bagi mereka untuk menentukan sosok yang akan diusung sebelum batas akhir pendaftaran pada 18 November.

Advertisement

UEFA telah mengundang 55 federasi anggotanya ke pertemuan di Berlin, Jerman, pada Kamis.

Agenda tersebut sebelumnya sudah dijadwalkan, tetapi berlangsung di tengah upaya sejumlah pihak di Eropa untuk mencari pemimpin baru bagi badan sepak bola dunia itu.

Ketegangan meningkat setelah rencana investasi swasta Infantino untuk Piala Dunia diumumkan pada Juli, tetapi rencana itu langsung dibatalkan beberapa hari setelah diumumkan akibat penolakan luas.

UEFA kemudian mengambil langkah menyikapi ketidakpercayaan yang telah lama muncul terhadap kepemimpinan Infantino di FIFA.


Peta Suara

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

UEFA mempertimbangkan pengaduan pidana terhadap Infantino di Swiss terkait dugaan kesalahan pengelolaan keuangan dalam rencana penjualan sebagian hak kompetisi Piala Dunia.

UEFA juga telah meminta pengadilan di Amerika Serikat memberikan izin untuk mengakses bukti terkait perkara itu.

"Di suatu titik, FIFA sudah melangkah terlalu jauh, dan kami ingin mengembalikan semuanya ke tempat yang semestinya," kata Theodore Theodoridis, Sekretaris Jenderal UEFA, bulan lalu.

Sebanyak 55 federasi Eropa mewakili lebih dari seperempat dari total 211 anggota FIFA yang memiliki hak suara dalam pemilihan pada 18 Maret di Rabat, Maroko.

Namun, berdasarkan riset Associated Press, Infantino telah mengantongi komitmen sekitar 90 suara, meski jumlah tersebut dihitung sebelum kandidat penantangnya diketahui.


Eropa Tak Sepenuhnya Bersatu

Presiden FIFA, Gianni Infantino (kiri), berpose dengan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, setelah menyampaikan pidato di Kongres Biasa UEFA ke-50 di Brussels pada 12 Februari 2026. (Pau BARRENA/AFP)

Meski begitu, Eropa belum sepenuhnya bersatu dalam menghadapi Infantino. Pria Swiss-Italia itu telah mendapat dukungan dari Azerbaijan, negara asal salah satu orang dekatnya, serta Latvia.

Pada Rabu lalu, Infantino juga bertemu dengan pejabat sepak bola dan pemerintah di Praha, Republik Ceko.

Tantangan utama UEFA dan sekutunya adalah menyepakati setidaknya satu kandidat untuk melawan Infantino sebelum tenggat pendaftaran pada 18 November.

Agustus lalu, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, bersama wakil presiden FIFA dari Asia dan Amerika Utara mengecam Infantino terkait rencana investasi Piala Dunia tersebut.

Mereka menuduhnya melakukan penipuan dan melanggar kepercayaan.


Upaya Cari Penantang Infantino

Paris Saint-Germain dibeli oleh Qatar Sports Investments pada 2011 silam. Grup yang dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi merupakan anak usaha dari Otoritas Investasi Qatar, yang mengelola kekayaan negara. Tak heran jika PSG memiliki dana yang melimpah. (AFP/Kenzo Tribouillard)

Ceferin telah berulang kali menepis kemungkinan dirinya mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Meski begitu, dalam pertemuan UEFA di Yunani bulan lalu, ia menyebut ada banyak kandidat potensial yang bisa dipertimbangkan.

Montagliani dikabarkan akan memusatkan perhatian pada upayanya mempertahankan jabatan Presiden Concacaf dalam pemilihan Februari mendatang.

Sementara itu, Sheikh Salman pernah menjadi pesaing Infantino dalam pemilihan lima kandidat pada Februari 2016, sebelum Infantino akhirnya menang.

Nama Nasser Al Khelaifi, Presiden Paris Saint Germain yang dekat dengan Ceferin, juga sempat dikaitkan dengan peluang pencalonan.

Namun, pria asal Qatar yang menjadi anggota Komite Eksekutif UEFA itu telah menyatakan tidak akan maju dalam pertemuan kelompok European Football Clubs yang dipimpinnya pekan lalu.


Agenda Bisnis Dua Tahunan UEFA

Foto ini menunjukkan logo UEFA yang ditampilkan pada UEFA Conference League menjelang pengundian babak 16 besar, perempat final, dan semifinal UEFA Conference League 2025/2026 di Gedung Sepak Bola Eropa di Nyon, Swiss bagian barat pada 27 Februari 2026. (Harold CUNNINGHAM/AFP)

Kendati upaya mencari penantang Infantino menjadi satu di antara perhatian utama, pertemuan di Berlin juga membahas agenda bisnis dua tahunan UEFA bersama para pimpinan federasi anggotanya.

Forum tersebut menjadi tempat untuk mendiskusikan kebijakan, strategi, dan kompetisi sepak bola internasional.

Dalam pertemuan kali ini, para peserta diharapkan membahas gambaran FIFA yang lebih transparan dan reformis sesuai harapan sepak bola Eropa.

Mereka juga perlu mencari kandidat yang bersedia memperjuangkan perubahan tersebut jika terpilih sebagai presiden.

 

Sumber: AP

Berita Terkait