Cesc Fabregas Tegaskan Mimpi Como di Liga Champions Harus Segera Jadi Kenyataan

Cesc Fabregas tak mau Como cuma bermimpi, saatnya bicara hasil di Liga Champions.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 14 Oktober 2026, 12:45 WIB
Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku puas dengan perkembangan timnya pada awal musim 2026/2027.

Ia juga mengingatkan kepada anak asuhnya bahwa mimpi tampil di Liga Champions harus segera diwujudkan melalui hasil yang terbaik di lapangan.

Advertisement

Pernyataan tersebut disampaikan Fabregas dalam wawancara bersama Sky Sport Italia menjelang pertandingan Como melawan Feyenoord di markas lawan, Kamis (15-10-2026) dini hari WIB.

Como mengawali kiprah di Liga Champions dengan hasil impresif. Mereka membantai RB Leipzig dengan skor 4-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (10-9-2026).

Namun, performa Como di Serie A sedikit mengalami penurunan setelah takluk 0-2 dari Frosinone sebelum jeda internasional, kemudian bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma, Minggu (11-10-2026).


Trofi Liga Champions

Pelatih Como, Cesc Fabregas, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan matchday 1 fase liga Liga Champions 2026/2027 melawan RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Kamis (10/9/2026). (AFP/Piero Cruciatti)

Dalam wawancara jelang pertandingan kontra Feyenoord, Fabregas berbicara mengenai perjalanan kariernya sebagai pemain.

Ia ditanya apakah bersedia menukar medali juara Piala Dunia demi meraih trofi Liga Champions.

Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu menegaskan gelar Piala Dunia tetap menjadi pencapaian tertinggi yang bisa diraih seorang pesepak bola.

Meski begitu, ia mengakui masih menyimpan penyesalan karena belum pernah mengangkat trofi Liga Champions.

"Tentu saja saya akan mempertahankan Piala Dunia. Itu adalah hal terbaik yang bisa dimenangkan seorang pemain. Namun, saya melewatkan Liga Champions dan itu sangat menyakitkan," kata Fabregas.

"Namun, masa lalu hanya terdiri dari kenangan dan sekarang saya adalah seorang pelatih," lanjutnya.

Ya, kini Fabregas memiliki kesempatan untuk mengejar pencapaian berbeda dari pinggir lapangan.


Como Butuh Waktu

Skuad Como jelang laga melawan Frosinone pada pekan kelima Liga Italia, Minggu (20-9-2026). (Dok. X @Como_1907)

Akan tetapi, Fabregas belum sepenuhnya mengetahui bagaimana Como akan menghadapi tantangan sepanjang musim.

Pasalnya, Como pertama kali merasakan atmosfer kompetisi elite Eropa, begitu pula dirinya dalam kapasitas sebagai pelatih.

"Saya belum tahu bagaimana kami akan menghadapi tantangan sepanjang musim Liga Champions. Ini pertama kalinya dalam sejarah klub dan juga pertama kalinya dalam karier saya," ucap Fabregas.

"Kami juga masih terus berkembang. Kami tahu ini akan dinilai berdasarkan hasil, tetapi kami sedang menjalani sebuah mimpi yang perlahan harus berubah menjadi kenyataan," imbuhnya.

Pelatih asal Spanyol itu menyadari Como masih membutuhkan waktu untuk berkembang dan beradaptasi dengan persaingan di level tertinggi Eropa.

Namun, ia berharap pengalaman di Liga Champions dapat menjadi bagian penting dari proses membangun tim yang lebih kompetitif pada masa mendatang.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait