Feyenoord 3-2 Como: Kekalahan di De Kuip Jadi Pelajaran Berharga bagi Cesc Fabregas

Como tumbang 2-3 dari Feyenoord di De Kuip (14/10/2026); Fabregas menyebut kekalahan sebagai proses belajar dan menyorot beratnya Liga Champions.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 15 Oktober 2026, 08:21 WIB
Pelatih Como, Cesc Fabregas, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan matchday 1 fase liga Liga Champions 2026/2027 melawan RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Kamis (10/9/2026). (AFP/Piero Cruciatti)

Bola.com, Jakarta - Como pulang dari Stadion De Kuip dengan tangan hampa setelah kalah 2-3 dari Feyenoord pada matchday 2 Liga Champions 2026/2027, Rabu (14/10/2026) malam WIB. Kekalahan ini menjadi pengalaman berharga bagi tim asuhan Cesc Fabregas yang sedang beradaptasi dengan kerasnya persaingan di kompetisi elite Eropa tersebut.

Hasil ini terasa kontras dengan penampilan impresif Como pada pertandingan debut mereka di Liga Champions ketika menghancurkan RB Leipzig dengan skor 4-1. Kali ini, Como sempat menunjukkan potensi yang sama dengan membuka keunggulan lebih dulu melalui Assane Diao pada menit ke-18.

Advertisement

Namun, Feyenoord merespons dengan cepat dan membalikkan keadaan melalui gol Gjivai Zechiel, Anis Hadj Moussa, serta gol bunuh diri kiper Como, Robert Sanchez. Gol Anastasios Douvikas pada masa injury time sempat menghidupkan harapan tim tamu, tetapi tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan di Rotterdam.

Bagi Fabregas, pertandingan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi keputusan taktik dan kemampuan tim mengelola tekanan. Pelatih asal Spanyol itu mengakui kemungkinan adanya keputusan yang kurang tepat, sembari menegaskan bahwa Liga Champions menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan kompetisi lain, bahkan Piala Dunia.


Como Belajar dari Tekanan Feyenoord, Fabregas Akui Ada Keputusan Keliru

Pemain Como 1907 merayakan gol yang dicetak Assane Diao dalam laga debut klub Italia itu di Liga Champions. Como menang 4-1 atas RB Leipzig dalam pertandingan yang digelar pada Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Cesc Fabregas kepada Sky Sport Italia menyebut pertandingan melawan Feyenoord sebagai bagian dari proses perkembangan tim. Ia juga menekankan bahwa Como masih harus mengumpulkan pengalaman karena laga di Rotterdam merupakan pertandingan tandang Eropa pertama mereka.

"Ini adalah pertumbuhan yang berkelanjutan; ini adalah pertandingan tandang Eropa pertama kami. Kami terus belajar," ujarnya.

Fabregas tidak menutup mata terhadap kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan selama pertandingan. Pelatih berusia 39 tahun itu menyadari bahwa mengelola tiga kompetisi sekaligus menuntut rotasi dan strategi yang tepat, terutama ketika tim menghadapi lawan dengan intensitas permainan tinggi.

"Kami harus mengelola tiga kompetisi sekaligus, dan mungkin ada beberapa keputusan saya yang kurang tepat," aku Fabregas.


Liga Champions Memang Seberat Itu

Para pemain Como bereaksi setelah gol pertama dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Feyenoord dan Como di Rotterdam, Belanda, Rabu, 14 Oktober 2026. (Foto AP/Patrick Post)

Como sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup menjanjikan. Gol Diao pada menit ke-18 memberikan keunggulan bagi tim tamu, tetapi keunggulan itu hanya bertahan sekitar dua menit sebelum Zechiel menyamakan kedudukan untuk Feyenoord.

"Masalahnya adalah kami langsung kebobolan gol penyeimbang 1-1. Dalam 30 menit terakhir kami memang mendominasi, tetapi mereka layak untuk menang," kata Fabregas.

"Liga Champions adalah kompetisi terberat. Levelnya bahkan lebih tinggi daripada Piala Dunia," tegasnya.

Fabregas juga menyoroti bahwa klub-klub besar sekalipun dapat menghadapi kesulitan ketika bermain di kompetisi ini. Ia menyebut Bayern dan Barcelona sebagai contoh tim yang juga mengalami tantangan meski menurunkan pemain-pemain utama mereka.

"Kemarin, Bayern pun kesulitan meski menurunkan pemain-pemain utama mereka, begitu pula Barcelona. Bermain tandang di Liga Champions memang sangat sulit, tetapi saya tetap tenang," papar Fabregas.

Berita Terkait